<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070</id><updated>2012-02-01T13:46:50.437-08:00</updated><category term='Kenapa'/><category term='kisah'/><category term='menjaga lisan'/><category term='Bagaimana berIslam'/><category term='Dzikir'/><title type='text'>T a z q i r a h   C o r n e r</title><subtitle type='html'>Klipping Artikel Islam ~dunia mayaa~</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-4699293893261020593</id><published>2011-08-02T22:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T16:53:04.598-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dzikir'/><title type='text'>Alma'tsurat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Membaca Al Ma’tsurat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-membaca-al-matsurat.htm"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ma’tsurat merupakan kumpulan dzikir dan doa yang dikumpulkan oleh Imam Hasan Al Banna yang diambil dari hadits-hadits Nabi saw untuk dibaca oleh setiap anggota jama’ah Ikhwanul Muslimin khususnya atau seluruh kaum muslimin pada umumnya agar senantiasa mengingat Allah swt dan berada dalam ketaatan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Banna juga meminta agar al ma’tsurat senantiasa dibaca pada saat pagi, mulai dari waktu fajar hingga zhuhur dan pada saat petang mulai dari waktu ashar hingga setelah isya, baik secara berjama’ah maupun sendirian. Beliau mengatakan,”Siapa yang tidak sempat membaca seluruhnya hendaklah dia membaca sebagiannya sehingga kelak ia tidak terbiasa melalaikan dan meninggalkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Banna juga mengingatkan setiap anggotanya agar senantiasa menyadari pentingnya mengingat Allah di setiap waktu dan keadaan, keutamaan-keutamaannya dan memperhatikan adab-adab didalam berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Banna mengatakan,”Apabila engkau mengetahui, wahai akh yang mulia, maka janganlah engkau merasa aneh jika seorang muslim senantiasa mengingat Allah disetiap keadaannya, mewarisi Nabi saw—dialah sebaik-baik makhluk—didalam dzikir, doa, syukur, tasbih dan tahmid disetiap keadaan baik yang kecil, besar maupun yang dianggap remeh. Sesungguhnya Nabi saw senantiasa dzikrullah disetiap keadaannya maka tidaklah aneh jika kami meminta kepada Ikhwanul Muslimin untuk meniru sunnah Nabi mereka dan berqudwah kepadanya serta menghafalkan dzikir-dzikir ini dan mendekatkan dirinya kepada Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pengampun dengannya, sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang dzikir secara berjama’ah, Imam Al Banna menyebutkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim,”Tidaklah suatu kaum duduk-duduk untuk berdzikrullah kecuali para malaikat mengelilingi mereka, dipayungi dengan rahmat, turun ketenangan kepada mereka dan Allah menyebut-nybut mereka kepada siapa saja yang berada disisi-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian akan banyak menjumpai hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi saw keluar untuk shalat berjama’ah sementara mereka sedang berdzikrullah di masjid lalu beliau saw memberikan kabar gembira kepada mereka dan tidak melarang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjama’ah didalam ketaatan adalah sesuatu yang disukai terlebih lagi apabila didalamnya banyak mengandung manfaat, seperti menyatukan hati, menguatkan ikatan, memanfaatkan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat, mengajarkan orang-orang awam yang belum baik dalam belajar dan mengumandangkan syiar-syiar Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sesungguhnya berjama’ah didalam dzikir dilarang apabila didalamnya terdapat hal-hal yang dilarang syariat, seperti mengganggu orang shalat, senda gurau, tertawa, menyelewengkan lafalnya, mengungguli bacaan yang lain atau sejenisnya, dan jika terjadi seperti itu maka berjama’ah didalam berdzikir tidaklah diperbolehkan bukan pada berjama’ahnya itu sendiri, khususnya apabila dzikrullah secara berjama’ah itu dengan menggunakan lafal-lafal dzikir yang ma’tsur lagi shahih sebagaimana didalam wazhifah (al matsurat) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika Ikhwan senantiasa membacanya disetiap pagi dan petang di tempat-tempat berkumpul mereka ataupun di sebuah masjid dengan menghindari hal-hal yang dimakruhkan. Dan siapa saja yang kehilangan berjama’ah didalam membacanya maka hendaklah dia membacanya secara sendirian dan janganlah meremehkannya. (Majmu’atur Rosail hal 519 – 522)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca al ma’tsurat atau kumpulan-kumpulan dzikir lainnya baik secara berjama’ah maupun sendirian diperbolehkan selama didalam pembacaannya tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh syari’at, sebagaimana disebutkan didalam sebuh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Tirmidzi, Nasai dari hadits Muawiyah bin Abu Sofyan ra, dia berkata,”Sesungguhnya Nabi saw mendatangi halaqah para sahabat, dan berkata,”apa yang menjadikan kalian duduk-duduk?’ mereka mengatakan,’Kami duduk untuk berdzikrullah dan memuji-Nya terhadap atas segala petunjuk-Nya kepada kami kepada islam dan segala nikmat-Nya kepada kami… sehingga beliau bersabda,’Telah datang Jibril menemuiku dan memberitahuku bahwa Allah swt membanggakan kalian dihadapan para malaikat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah Imam Hasan Al Banna?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membicarakan sosok Hasan Al Banna maka kita tidak bisa melepaskannya dari Jama’ah al Ikhwanul Muslimin, karena dia adalah pendiri dan tokoh sentral jama’ah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna dilahirkan di kota al Mahmudiyah di Propinsi al Buhairoh, Mesir pada tahun 1906. Ayahnya adalah seorang ulama yang bernama Ahmad Abdurrahman Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 8 th Al Banna disekolahkan di Madrasah Diniyah Ar Rasyad dan pada usianya yang menginjak 12 tahun dia berhasil menghafal setengah Al Qur’an. Bersama teman-teman SD nya dia mendirikan “Perkumpulan Akhlak dan Adab” kemudian “Perkumpulan Mencegah Hal-hal yang Diharamkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia belum genap 14 tahun ia telah menghafal 2/3 Al Qur’an dan masuk Madrasah Mu’allimin di Damanhur. Pada usia 16 tahun dia masuk Sekolah Tinggi Darul ‘Ulum dan menyelesaikannya dengan mendapatkan ijazah diploma pada usia 20 tahun di bulan Juni 1927. Setelah itu dia memutuskan untuk menjadi seorang guru di Ismailiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penurunan kualitas umat, baik dalam skala Mesir maupun internasional bahkan cenderung menuju kehancuran, seperti berbagai kerusakan akidah, dekadensi moral, keadaan Turki setelah PD I yang berada dibawah kekuatan Inggris dan menjadikannya sebuah negara sekuler serta bercokolnya penjajah di bumi Mesir mendorongnya untuk membentuk al Ikhwanul Muslimin pada bulan Maret 1928.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendirikan jama’ah Al Ikhwanul Muslimin di Ismailiyah, Hasan Al Banna mulai mendirikan masjid dan tempat pertemuan al Ikhwan, membangun Ma’had Hira al Islamiy, sekolah untuk ibu-ibu kaum mukminin yang menjadikan da’wah Ikhwan mulai dikenal dan mendapatkan dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1933, Hasan Al Banna pindah ke Kairo yang kepindahannya ini menjadikan berpindah pula Kantor Pusat al Ikhwanul Muslimin kesana. Sejak di Kairo, beliau selalu melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk melakukan pembinaan para anggota ikhwan yang baru tentang akhlak berda’wah dan membekali mereka agar memiliki ketahanan didalam mengemban beban-bebannya. Pekerjaan ini terus dilakukannya hingga jama’ah al Ikhwanul Muslimin memenuhi seluruh tempat di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu pun didukung dengan berbagai strategi da’wah yang dipusatkan di Kairo diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbagai ceramah, ta’lim di masjid-masjid.&lt;br /&gt;2. Menerbitkan Risalah “al Mursyid al ‘Am”, majalah pekanan “al Ikhwanul Muslimin” kemudian majalah “An Nadzir”&lt;br /&gt;3. Mengeluarkan surat-surat dan buletin.&lt;br /&gt;4. Membentuk syu’bah-syu’bah (cabang-cabang) di dan luar Kairo.&lt;br /&gt;5. Membentuk organisasi kepanduan &amp;amp; olah raga.&lt;br /&gt;6. Memfokuskan da’wah ke kampus dan sekolah.&lt;br /&gt;7. Mu’tamar dan dauroh di Kairo &amp;amp; kota-kota lain.&lt;br /&gt;8. Menghidupkan kembali syi’ar-syi’ar islam di Kairo dan kota-kota lain.&lt;br /&gt;9. Munashoroh negeri-negeri islam terutama Palestina.&lt;br /&gt;10. Mengambil peran dalam perbaikan politik dan sosial.&lt;br /&gt;11. Ikut serta dalam memerangi kristenisasi.&lt;br /&gt;12. Mengingatkan kelalaian penguasa terhadap islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menjadikan pemerintah Kolonial Inggris geram sehingga mereka membuat langkah-langkah untuk memadamkan cahaya da’wah dengan melakukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjauhkan para pendukung Hasan Al Banna dari semua kursi pemerintahan di Mesir.&lt;br /&gt;2. Memutasikan Al Banna dari pekerjaannya di Kairo ke Qana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya al Ikhwanul Muslimin dibubarkan untuk pertama kalinya pada tahun 1942 dan menutup seluruh cabang-cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 1946 mulailah terjadi pegolakan di Mesir yang ditandai dengan berbagai demonstrasi mahasiswa yang dipelopori oleh para mahasiswa Ikhwan. Demonstrasi ini terus berlangsung hingga pada 9 Februari 1947 beberapa mahasiswa Ikhwan menjadi syuhada dalam sebuah Long March menuju istana Abidain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan pemerintah terhadap para aktivis ikhwan pun diperketat sejak bulan Juni hingga Agustus 1947. Dan siapapun yang dianggap mencurigakan dan berbahaya akan ditangkap, dan puncaknya adalah pada bulan September 1947 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap anggota ikhwan oleh Pemerintahan Ismail Shidqi. Tidak kurang dari 40.000 anggota ikhwan ditangkap dan dipenjarakan. Tindakan sewenang-wenang ini pun berlanjut dengan penangkapan para tokoh Ikhwan pada tanggal 16 November 1947 yang menjadikan kerusuhan di Mesir semakin meluas. Puncak dari itu adalah jatuhnya Ismail Shidqi pada tanggal 8 Desember 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Mesir pun dibawa ke dewan Keamanan PBB seperti yang diusulkan ikhwan. Pada kesempatan ini ikhwan pun mengirimkan utusannya yang bernama Mustafa Mukmin ke sidang Dewan Keamanan PBB namun beliau diusir ke luar gedung sehingga dia berpidato di luar gedung Dewan yang cukup menyita banyak perhatian orang-orang yang melintas, termasuk para imigran dari Asia dan Afrika. Hasan Al Banna pun mengirimkan surat ke Dewan Keamanan PBB agar Inggris ditarik dari Mesir dan menyatukan Wadi an Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konspirasi internasional pun terus dilakukan oleh negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Perancis yang mendesak pembubaran al Ikhwanul Muslimin untuk yang kedua kalinya. Sehingga pada 8 Desember 1948 ada sebuah instruksi militer tentang pembubaran Jama’ah al Ikhwanul Muslimin dan menyita seluruh aset-asetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu kembali terjadi berbagai penangkapan terhadap banyak kader dan tokoh-tokoh ikhwan hingga puncaknya adalah penembakan Imam Hasan Al Banna, pada tanggal 11 Februari 1949 di depan kantor Asy Syubbanul Muslimun oleh segerombolan orang yang mengenai lambung dan tangan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Banna sempat dibawa ke RS al Qashrul Aini dan ketika seorang dokter muslim yang bernama Abdullah al Katib ingin memeriksanya maka ia pun dilarang. Hingga pada malam harinya, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 01.00 dini hari (12 Februari 1949) datang serombongan orang menemui ayahnya dan memberitahukan kematiannya dan mengatakan kepadanya bahwa jenazah Hasan Al Banna bisa diambil dengan syarat tidak ada iring-iringan pelepasan jenazah dan pemasangan tenda di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, ayahnya sendiri dengan ditemani oleh Mukram dan beberapa saudara perempuannya mengurusi jenazahnya serta mengantarkannya ke pemakaman Imam Syfi’i dengan dikawal oleh tank-tank berlapis baja. (dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sejarah ringkas kehidupan seorang muassis (pendiri) sebuah jama’ah besar yang da’wahnya hingga hari ini terus menyinari banyak tempat di bumi. Kehidupan seorang yang menghabiskan waktunya untuk umat dan da’wah yang itu semua dibuktikan dengan gugurnya beliau ditangan orang-orang zhalim yang menghendaki cahaya kebenaran ini padam namun mereka lupa bahwa da’wah ini bukanlah milik Hasan Al Banna atau para pengikutnya yang setiap saat bisa mengalami kematian dan digantikan oleh generasi berikutnya. Sesungguhnya da’wah ini adalah milik Allah Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya". (QS. Ash Shaff : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;FILE TEKS dan MP3 ALMA'TSURAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Alma'tsurat Wadzifah Sugro Pagi,MP3 &lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/55390698/1b32fca0/Al-Matsurat-Pagi.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Alma'tsurat Wadzifah Sugro Petang,MP3 &lt;a href="http://www.4shared.com/file/55392834/48fcbd80/Al-Matsurat-Sore.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alma'tsurat Wadzifah Sugro,Teks (Tanpa keterangan-ada teks arab) &lt;a href="http://www.4shared.com/get/F11QPAFK/Al-Mathurat_Sughro.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; atau (dg keterangan-tanpa teks arab-ada latin) &lt;a href="http://isparmo.web.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/almatsuraat.pdf"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alma'tsurat Wadzifah Kubro, MP3 &lt;a href="http://www.bursalagu.com/dl.php?name=al%20ma%20tsurat%20kubro.mp3&amp;amp;src=NHNoYXJlZC5jb20.&amp;amp;ss=cFYtMTgwLjI1My4yMDYuMTIyLXVDYg..&amp;amp;id=d0ZmODR3V1AvQWxfTWF0c3VyYXRfa3Vicm8."&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alma'tsurat Wadzifah Kubro, Teks (dg keterangan-tanpa latin)  &lt;a href="http://www.oocities.org/gigih67/document/AlMaksturot.pdf"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Download &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-4699293893261020593?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/4699293893261020593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=4699293893261020593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/4699293893261020593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/4699293893261020593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2011/08/almatsurat.html' title='Alma&apos;tsurat'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-7035555502790447145</id><published>2011-07-01T00:16:00.001-07:00</published><updated>2011-07-01T00:18:44.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menjaga lisan'/><title type='text'>JENIS-JENIS PERKATAAN YANG BAIK</title><content type='html'>Al-Quran adalah al-Qaul. Dengan memperhatikan kata qaul dalam konteks perintah (amr), kita dapat menyimpulkan enam jenis perkataan yang baik: qaulan ma’rufan (QS An-Nisaa: 5), qaulan sadidan (QS. An-Nisaa: 9, Al-Ahzab:70). Qaulan balighan (QS. An-Nisaa: 63),  qaulan kariman (QS. Al-Israa: 23), qaulan layyinan (QS. Thaahaa: 44), dan qaulan maysuran (QS. Al-Israa: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. QAULAN MA’RUFAN (PERKATAAN YANG BAIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaulan Ma'rifan adalah ungkapan yang jujur dan mendidik serta dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Kata qaulan ma’rufan disebutkan Allah dalam Al-Quran sebanyak lima kali. Pertama, berkenaan dengan pemeliharaan harta anak yatim. Kedua, berkenaan dengan perkataan terhadap anak yatim dan orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berkenaan dengan harta yang diinfakkan atau disedekahkan kepada orang lain. Keempat, berkenaan dengan ketentuan-ketentuan Allah terhadap istri Nabi. Kelima, berkenaan dengan soal pinangan terhadap seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ma’rufan dari kelima ayat tersebut, berbentuk isim maf’ul dari kata ‘arafa, bersinonim dengan kata al-Khair atau al-Ihsan yang berarti baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. QAULAN SADIDAN (PERKATAAN YANG BENAR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaulan Sadidan adalah konsep perkataan yang benar, tegas, jujur, lurus, to the pint, tidak berbelit-belit dan tidak bertele-tele. Kata qaulan sadidan disebut dua kali dalam Al-Quran. Pertama, Allah menyuruh manusia menyampaikan qaulan sadidan dalam urusan anak yatim dan keturunan. Kedua, Allah memerintahkan qaulan sadidan sesudah takwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alferd Korzybski, peletak dasar teori general semantics menyatakan bahwa penyakit jiwa , baik individual maupun sosial, timbul karena penggunaan bahasa yang tidak benar. Ada beberapa cara menutup kebenaran dengan komunikasi. Pertama, menggunakan kata-kata yang sangat abstark, ambigu, atau menimbulkan penafsiran yang sangat berlainan apabila kita tidak setuju dengan pandangan kawan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menciptakan istilah yang diberi makna lain berupa eufimisme atau pemutarbalikan makna terjadi bila kata-kata yang digunakan sudah diberi makna yang sama sekali bertentangan dengan makna yang lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  QAULAN LAYYINAN (PERKATAAN YANG LEMBUT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Qaulan Layyinan  dilatarbelakangi kisah Musa ASdanHarun AS yang diutus untuk menghadapi Firaun dan mengajaknya beriman kepadaAllah SWT. Kata qaulan layyinan hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran (QS. Thaahaa: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw mencotohkan kepada kita bahwa beliau selalu berkata lemah lembut kepada siapa pun, baik kepada keluarganya, kepada kaum muslimin yang telah mengikuti nabi, maupun kepada manusia yang belum beriman. Qaulan layyinan sangat efektif untuk mencapai tujuan dan mendapatkan feedback yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. QAULAN MAYSURAN (PERKATAAN YANG PANTAS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis perkataan ini lebih merupakan perkataan yang mengandung empati kepada orang yang diajak bicara. Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, QS. Al-Israa’: 28.Berdasarkan sebab-sebab turunnya (ashab al-nuzulnya) ayat tersebut, Allah memberikan pendidikan kepada nabi Muhammad saw untuk menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau gampang (Al-Munawir,1997: 158). Ketika kata maysuran digabungkan dengan kata qaulanmenjadi qaulan maysuran yang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti,, dan dipahami oleh lawan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. QAULAN BALIGHAN (PERKATAAN YANG MEMBEKAS PADA  JIWA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata qaulan balighan dalam Al-Quran disebutkan dalam surat Al-Nisaa’ ayat 63. Kata baligh berarti fasih, jelas maknanya , terang, tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki. Perkataan jenis ini lebih ditujukan agar kata-katayang diucapkan masuk kedalamjiwalawan bicara. Perkataanyang disampaikan hendaknya memang berasal dari hati si pembicara. Karena sesuatuyang berasal dari hati akan masuk ke dalam hati pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. QAULAN KARIMAN (PERKATAAN YANG MEMULIAKAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qaulan Kariman disampaikan dengan kata-kata yang penuh hormat, santun, serta tidak bermaksud menentang atau meremehkan lawan bicara. Kata qaulan kariman dalam Al-Quran disebutkan hanya satu kali, yaitu dalam surat Al-Israa’ ayat 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi ayat tersebut, paling tidak mengandung dua hal, yakni: (1) berkenaan dengan tuntunan berakhlak kepada Allah, dan (2) berkenaan dengan tuntunan berakhlak kepada kedua orang tua. Menurut Hamka (1999: 63), dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa akhlak kepada Allah merupakan pokok etika sejati, sebab hanya Allah semata yang berjasa kepada kita, yang menganugerahi hidup kita, memberi rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunan akhlak kepada kedua orang tua, antara lain: keharusan berbakti kepada orang tua, dan mengurus orang tua di saat mereka sudah usia lanjut. Jika seorang anak mengikuti perintah Allah ini, ia akan selamat di dunia dan di akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-7035555502790447145?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/notes/syamil-didik-seno/jenis-jenis-perkataan-yang-baik/10150149924188169' title='JENIS-JENIS PERKATAAN YANG BAIK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/7035555502790447145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=7035555502790447145&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/7035555502790447145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/7035555502790447145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2011/07/jenis-jenis-perkataan-yang-baik.html' title='JENIS-JENIS PERKATAAN YANG BAIK'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-680484323523229722</id><published>2009-10-27T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T07:00:37.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Aku ingin Anak Lelaki ku meniru mu</title><content type='html'>Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: "Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjawab: "Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.&lt;br /&gt;Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatam kan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku: "Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: "Oh ya. Ide bagus itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.&lt;br /&gt;Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu: "Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu. "Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah sambil berteriak menghentak, "Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!" Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.&lt;br /&gt;Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: "Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki, kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia tidak suka&lt;br /&gt;dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Shali ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu, "Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus yang putus di kepalanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, "Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan suamiku. Aku bilang: "Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang."&lt;br /&gt;Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama, bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin, Alhamdulillah (Oleh : Neno Warisman - 'Izinkan Aku Bertutur')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Divan Semesta (blog)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-680484323523229722?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/680484323523229722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=680484323523229722&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/680484323523229722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/680484323523229722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/10/aku-ingin-anak-lelaki-ku-meniru-mu.html' title='Aku ingin Anak Lelaki ku meniru mu'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-4045521963408544664</id><published>2009-09-02T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T21:37:21.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>Adab Pergaulan di Dunia Maya</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya (Sumber: Jilbab.or.id)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;sumber artikel: &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/2642-kisah-istri-kecanduan-chating.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’I … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang wanita muslimah yang &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt; Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,  lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.&lt;br /&gt;Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???&lt;br /&gt;Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata, &lt;strong&gt;“Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.&lt;br /&gt;[Berakhir nukilan dari http://jilbab.or.id/archives/403-bercerai-dari-suami-akibat-kecanduan-chatting/ ] &lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul. Lihatlah akibat chatting dengan lawan jenis, di sana bisa terjadi perceraian antara kedua pasangan tersebut disebabkan  si istri memiliki hubungan dengan pria kenalannya di dunia maya.&lt;br /&gt;Di pelajaran lainnya adalah hendaknya selalu ada pengawasan dari kepala keluarga terhadap anggota keluarganya. Kepala keluarga seharusnya dapat memberikan batasan terhadap pergaulan anggota keluarganya termasuk istrinya, apalagi dalam masalah penggunaan internet. Inilah pelajaran yang mesti diperhatikan oleh seorang suami sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;Adapun untuk anggota keluarga yaitu istri dan anak, hendaklah mereka selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah &lt;em&gt;subahanahu wa ta’ala. &lt;/em&gt;Hendaklah mereka meyakini bahwa Allah &lt;em&gt;Ta’ala &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;mengetahui segala yang nampak maupun yang tersembunyi. Sehingga Allah mengetahui segala apa yang mereka lakukan. Karena Allah-lah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dengan sifat kesempurnaan. Tentu saja sikap selalu merasa penjagaan dari Allah ini bisa muncul jika seseorang telah dibekali dengan aqidah dan tauhid yang benar. Itulah pentingnya pendidikan aqidah pada keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Selain itu pula, istri mesti diluruskan tatkala dia berada dalam kekeliruan. Istri mesti diluruskan dengan lemah lembut dan harus berhati-hati dalam menasehatinya. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;strong&gt;ُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;"&lt;em&gt;Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, j&lt;strong&gt;ika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;" (HR. Bukhari no. 5184)&lt;br /&gt;Juga perlu diketahui bahwa kerusakan yang terjadi akibat chatting di atas bukanlah bisa terjadi hanya pada wanita. Kerusakan semacam itu pun sebenarnya dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, perlu sekali diberitahukan kepada pembaca sekalian beberapa adab-adab yang mesti diperhatikan ketika bergaul dengan lawan jenis. Karena tidak memperhatikan beberapa adab berikut inilah terjadi keretakan rumah tangga atau mungkin bagi yang belum menikah pun bisa terjadi kerusakan dengan terjerumus dalam perantara-perantara menuju zina atau bahkan bisa terjerumus dalam zina. &lt;em&gt;Na’udzu billahi min dzalik.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Adab yang Mesti Diperhatikan dalam Pergaulan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, menjauhi segala sarana menuju zina&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Dan janganlah kamu &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mendekati zina&lt;/span&gt;; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&lt;/em&gt;”(QS. Al Isro’ [17] : 32)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, selalu menutup aurat&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala &lt;/em&gt;berfirman,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&lt;/span&gt;". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/em&gt;(QS. Al Ahzab [33] : 59)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, saling menundukkan pandangan&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah &lt;em&gt;Ta’ala &lt;/em&gt;berfirman,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah kepada &lt;strong&gt;laki – laki yang beriman&lt;/strong&gt; :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” &lt;/em&gt;(QS. An Nuur [24] : 30 )&lt;br /&gt;Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Katakanlah kepada &lt;strong&gt;wanita-wanita yang beriman &lt;/strong&gt;: "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya&lt;/em&gt;” (QS. An Nuur [24] : 31)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, tidak berdua-duaan dengan lawan jenis&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari, no. 5233)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;menghindari bersentuhan dengan lawan jenis&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; , Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Setiap anak Adam &lt;/em&gt;&lt;em&gt;telah ditakdirkan bagian untuk &lt;/em&gt;&lt;em&gt;berzina&lt;/em&gt;&lt;em&gt; dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Zina k&lt;/em&gt;&lt;em&gt;edua mata adalah dengan melihat. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” &lt;/em&gt;(HR. Muslim no. 6925)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keenam, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;tidak melembutkan suara di hadapan lawan jenis&lt;br /&gt;Allah &lt;em&gt;Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;“&lt;em&gt;Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan &lt;/span&gt;sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.&lt;/em&gt;” (QS. Al Ahzab: 32). Perintah ini berlaku bukan hanya untuk istri-istri Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, namun juga berlaku untuk wanita muslimah lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana dengan adab chatting dengan lawan jenis? Hal ini dapat pula kita samakan dengan telepon, SMS, pertemanan di friendster dan pertemanan di facebook&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Jawabnya adalah sama atau hampir sama dengan adab-adab di atas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, jauhilah segala sarana menuju zina melalui pandangan, sentuhan dan berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, tutuplah aurat di hadapan bukan mahrom.&lt;br /&gt;Sehingga seorang muslimah tidak menampakkan perhiasan yang sebenarnya hanya boleh ditampakkan di hadapan suami. Contoh yang tidak beradab seperti ini adalah berbusana tanpa jilbab atau bahkan dengan busana yang hakekatnya telanjang. Inilah yang banyak kita saksikan di beberapa foto profil di FB atau friendster. &lt;em&gt;Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, tundukkanlah pandangan.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin bisa saling menundukkan pandangan jika masing-masing orang memajang foto di hadapan lawan jenisnya? Wanita memamerkan fotonya di hadapan pria. Mungkinkah di sini bisa saling menundukkan pandangan? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika foto profil kita bukanlah foto kita, namun dengan foto  yang lain yang bukan gambar makhluk bernyawa. Tujuannya adalah agar foto wanita tidak membuat fitnah (godaan) bagi laki-laki, begitu pula sebaliknya. Di antara bentuk menundukkan pandangan adalah janganlah menggunakan &lt;em&gt;webcamp&lt;/em&gt; selain dengan sesama jenis saja ketika ingin melakukan obrolan di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, hati-hatilah dengan berdua-duaan bersama lawan jenis yang bukan mahrom.&lt;br /&gt;Jika seorang pria dan wanita melakukan pembicaraan via chatting, telepon atau sms –tanpa ada hajat (keperluan)-, itu sebenarnya adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;semi&lt;/span&gt; kholwat (&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;semi&lt;/span&gt; berdua-duaan). Apalagi jika di dalamnya disertai dengan kata-kata mesra dan penuh godaan sehingga membangkitkan nafsu birahi. Dan jika memang ada pembicaraan yang dirasa perlu antara pria dan wanita yang bukan mahrom, maka itu hanya seperlunya saja dan sesuai kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan lagi, maka pembicaraan tersebut seharusnya dijauhi agar tidak terjadi sesuatu yang bisa menjurus pada yang haram.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;janganlah melembutkan atau mendayu-dayukan suara atau kata-kata di hadapan lawan jenis.&lt;br /&gt;Penyimpangan dalam adab terakhir ini, kalau diterapkan dalam obrolan chatting adalah dengan kata-kata yang lembut atau mendayu-dayu dari wanita yang menimbulkan godaan pada pria. Contoh menggunakan kata-kata yang sebenarnya layak untuk suami istri seperti “sayang”, dsb.&lt;br /&gt;Jika setiap muslim mengindahkan adab-adab di atas, maka tentu saja dia tidak akan terjerumus dalam perbuatan dosa dan tidak akan mengalami hal yang serupa dengan kisah di atas dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Kami ingatkan pula bahwa tulisan ini bukanlah hanya kami tujukan kepada kaum hawa saja, namun kami juga tujukan pada para pria agar mereka juga memperhatikan adab-adab di atas. Jadi janganlah tulisan ini dijadikan sebagai sarana untuk memojokkan wanita atau para istri, namun hendaklah dijadikan nasehat untuk bersama. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Semoga Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; memberikan sifat ketakwaan, memberi kita petunjuk dan kecukupan. Semoga Allah melindungi dan menjaga keluarga kita dari hal-hal yang haram dan mendatangkan murka Allah. Semoga risalah ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin. &lt;em&gt;Wa shallallahu wa sallamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi  ajma’in. Walhamdulillahir rabbil ‘alamin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;***&lt;br /&gt;Panggang, Gunung Kidul, 10 Sya’ban 1430 H&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-4045521963408544664?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/4045521963408544664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=4045521963408544664&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/4045521963408544664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/4045521963408544664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/09/adab-pergaulan-di-dunia-maya.html' title='Adab Pergaulan di Dunia Maya'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-534956242132955136</id><published>2009-09-02T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T21:15:27.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>Musibah Datang karena Maksiat dan Dosa</title><content type='html'>&lt;div class="article-toolswrap"&gt; &lt;div class="article-tools clearfix"&gt;  &lt;div class="article-meta"&gt;    &lt;span class="createdate"&gt;    Jumat, 17 Juli 2009 03:00  &lt;/span&gt;       &lt;span class="createby"&gt;    Muhammad Abduh Tuasikal  &lt;/span&gt;         &lt;span class="article-section"&gt;        &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam.html"&gt;      Belajar Islam       &lt;/a&gt;            -      &lt;/span&gt;       &lt;span class="article-category"&gt;        &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu.html"&gt;      Manajemen Qolbu       &lt;/a&gt;     &lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;        &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)&lt;/em&gt;.” (&lt;strong&gt;QS. Asy Syuraa: 30&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;‘&lt;/em&gt;Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat&lt;/em&gt;.” (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al Jawabul Kaafi, hal. 87&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu- di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)&lt;/em&gt;.” (&lt;strong&gt;QS. Asy Syuraa: 30&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, &lt;br /&gt;“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al Jawabul Kaafi, hal. 87&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Rojab Al Hambali –rahimahullah- mengatakan,&lt;br /&gt;“Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.” (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Latho’if Ma’arif, hal. 75&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Saatnya Merubah Diri &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap hamba merenungkan hal ini. Ketahuilah bahwa setiap musibah yang menimpa kita dan datang menghampiri negeri ini, itu semua disebabkan karena dosa dan maksiat yang kita perbuat. Betapa banyak kesyirikan merajalela di mana-mana, dengan bentuk tradisi ngalap berkah, memajang jimat untuk memperlancar bisnis dan karir, mendatangi kubur para wali untuk dijadikan perantara dalam berdoa. Juga kaum muslimin tidak bisa lepas dari tradisi yang membudaya yang berbau agama, namun sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masih banyak yang enggan meninggalkan tradisi perayaan kematian pada hari ke-7, 40, dst. Juga masih gemar dengan shalawatan yang berbau syirik semacam shalawat nariyah. Juga begitu banyak kaum muslimin gemar melakukan dosa besar. Kita dapat melihat bahwa masih banyak di sekitar kita yang shalatnya bolog-bolong. Padahal para ulama telah sepakat –sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qoyyim- bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa besar yang lainnya yaitu lebih besar dari dosa berzina, berjudi dan minum minuman keras. &lt;em&gt;Na’udzu billah min dzalik. &lt;/em&gt; Begitu juga perzinaan dan perselingkuhan semakin merajalela di akhir-akhir zaman ini. Itulah berbagai dosa dan maksiat yang seringkali diterjang. Itu semua mengakibatkan berbagai nikmat lenyap dan musibah tidak kunjung hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar berbagai nikmat tidak lenyap, agar terlepas dari berbagai bencana dan musibah yang tidak kunjung hilang, hendaklah setiap hamba memperbanyak taubat yang nashuh (yang sesungguhnya). Karena  dengan beralih kepada ketaatan dan amal sholeh, musibah tersebut akan hilang dan berbagai nikmat pun akan datang menghampiri.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“(&lt;em&gt;Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/em&gt;” (QS. Al Anfaal: 53)&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.&lt;/em&gt;” (QS. Ar Ro’du: 11)&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rujukan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Al Jawabul Kaafi Liman Sa-ala ‘anid Dawaa’ Asy Syafii&lt;/em&gt;, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah,cetakan kedua: 1427 H&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kaifa Nakuunu Minasy Syakirin&lt;/em&gt;, ‘Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Disusun di saat Allah memberi nikmat dan kemudahan untuk menulis selepas shalat shubuh, 14 Jumadil Ula 1430 H&lt;br /&gt;Di rumah mertua tercinta, Panggang, Gunung Kidul &lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penulis&lt;em&gt;: &lt;/em&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-534956242132955136?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2376-musibah-datang-karena-maksiat-dan-dosa.html' title='Musibah Datang karena Maksiat dan Dosa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/534956242132955136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=534956242132955136&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/534956242132955136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/534956242132955136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/09/musibah-datang-karena-maksiat-dan-dosa.html' title='Musibah Datang karena Maksiat dan Dosa'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-3350192086871307717</id><published>2009-08-26T09:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:03:07.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>19 Tanda Kegagalan Ramadhan</title><content type='html'>Sumber: Hidayatulloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya'ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya'ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu 'anha berkata, "Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya'ban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gampang mengulur shalat fardhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih." (Maryam: 59) Menurut Sa'id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail.&lt;br /&gt;Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih. "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya:90) "Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sampai Aku mencintainya. " (Hadits Qudsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kikir dan rakus pada harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah tandanya. Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya. Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala, akan menguatkan sifat utama kemanusiaan (Insaniyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Malas membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan juga disebut Syahrul Qur'an, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur'an. "Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur'an." (HR Baihaqi)&lt;br /&gt;Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mudah mengumbar amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: "Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah." Dalam hadits lain beliau bersabda: "Puasa itu perisai diri, apabila salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan sia-sia, maka Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra berkata: "Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia." (Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: "Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memutuskan tali silaturrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda: "…Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya…"&lt;br /&gt;Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang dan tali cinta.Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan, diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada atau tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, itu tanda kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyia-nyiakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main. "Allah bertanya: 'Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. "Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai 'Arsy yang mulia." (Al-Mu'minun: 112-116)&lt;br /&gt;Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Labil dalam menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw: "Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya." (HR Ahmad, Nasa'i, Baihaqi dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan 'amar ma'ruf nahiy munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Khianat terhadap amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada Allah. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal Ramadhan mudah mengkhianati amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Rendah motivasi hidup berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi shalat berjama'ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan. Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama'ah, yang saling menguatkan. "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan Ramadhan merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq. Orang yang tunduk dan taat kepada Allah lebih mulia dari mereka yang tunduk kepada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk gigi, para alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan strategis dalam membela dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini tidak memberi bekal perjuangan baru yang bernilai spektakuler, maka kemungkinan besar ia telah meninggalkan kita sebagai pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tidak mencintai kaum dhuafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra. Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik menjelah Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati. Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah makna Idul Fitri berarti "hari kembali ke fitrah". Namun kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari "penjara" Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah dan abdi Allah secara lebih profesional. Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan sebaliknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-3350192086871307717?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/3350192086871307717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=3350192086871307717&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3350192086871307717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3350192086871307717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/08/19-tanda-kegagalan-ramadhan.html' title='19 Tanda Kegagalan Ramadhan'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-6746751454298290742</id><published>2009-05-27T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T05:48:45.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><title type='text'>SABAR</title><content type='html'>Sabar: Keajaiban Seorang Mukmin&lt;br /&gt;Syarah Hadits&lt;br /&gt;2/6/2007 | 17 Jumadil Awal 1428 H | Hits: 13.431&lt;br /&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/sabar-keajaiban-seorang-mukmin/"&gt;Tim dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Tentang Hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan hadits shahih dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair, hadits no 2999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya, yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 &amp; 23412.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Diriwayatkan juga oleh Imam al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli Syai’, hadits no 2777.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Hadits Secara Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’. Pesona berpangkal dari adanya positif thinking seorang mukmin. Ketika mendapatkan kebaikan, ia refleksikan dalam bentuk syukur terhadap Allah swt. Karena ia paham, hal tersebut merupakan anugerah Allah. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya. Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, ia akan bersabar. Karena ia yakin, hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang ada rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran setengah keimanan. Sabar memiliki kaitan erat dengan keimanan: seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itu, Rasulullah saw. menggambarkan ciri dan keutamaan orang beriman sebagaimana hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar merupakan istilah dari bahasa Arab dan sudah menjadi istilah bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “shabara”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran“. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah bersabar pada ayat di atas adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rabnya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam Al-Khawas, “Sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan Al-Qur’an dan sunnah. Sehingga sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidakmampuan. Rasulullah saw. memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri, terdapat 103 kali disebut dalam Al-Qur’an, baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar merupakan perintah Allah. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153). Ayat-ayat yang serupa Ali Imran: 200, An-Nahl: 127, Al-Anfal: 46, Yunus: 109, Hud: 115.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Larangan isti’jal (tergesa-gesa). “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…” (Al-Ahqaf: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah akan mencintai orang-orang yang sabar. “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. “Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. (Ar-Ra’d: 23 - 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam Al-Qur’an, dalam hadits banyak sekali sabda Rasulullah yang menggambarkan kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah pernah menggambarkan: “…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesabaran merupakan anugerah Allah yang paling baik. Rasulullah mengatakan, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mukmin, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; “Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya’.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas’ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-akan aku memandang Rasulullah saw. menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullan saw. bersabda, “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah saw. mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-Bentuk Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang harus diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif pada amal. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan melaksanakan ibadah. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat guna meningkatkan kesabaran. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengikhlaskan niat kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperbanyak puasa sunnah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat untuk mengalahkan nafsu yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi, misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-6746751454298290742?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/6746751454298290742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=6746751454298290742&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/6746751454298290742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/6746751454298290742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/05/sabar.html' title='SABAR'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-3605143209814691128</id><published>2009-05-12T16:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T16:17:49.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>ketik : REG(spasi)HARTA kirim ke N.E.R.A.K.A</title><content type='html'>dikirim: &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1342208404"&gt;Wahyu Hamzah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pada grup: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=52261345923"&gt;Ayo Baca Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah kedua belah tangan Abu Lahab dan celakalah dia. Harta bendanya dan apa yang dia usahakan, tidak berguna bagi dirinya. Dia akan masuk api yang menyala-nyala. (QS AL-LAHAB : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu orang yang mendustakan hari Pembalasan. Itulah orang yang menolak hak anak yatim. Dan tidak menganjurkan member makan terhadap orang-orang miskin. (QS AL-MA’UN : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaanlah bagi setiap orang yang mengumpat dan mengejek. Yaitu orang yang mengumpulkan hartanya dan menghitung-hitungnya. Ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Jangan demikian, sungguh ia akan dicampakkan dalam Huthamah (neraka). (QS AL-HUMAZAH : 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu telah dilalaikan oleh kemewahan. Hingga kamu masuk ke liang kubur. Janganlah begitu, nanti kamu akan mengetahui. (QS AT-TAKASUR : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu sangat tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya ia menyaksikan hal itu. Dan sesungguhnya ia sangat cinta pada harta. (QS AL-‘ADIYAT : 6-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan demikian (wahai orang yang ingkar) sesungguhnya manusia itu sungguh melampaui batas. Karena ia melihat dirinya kaya. Sesungguhnya kembali(mu) itu kepada Tuhanmu. (QS AL-‘ALAQ : 6-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adapun orang yang kikir dan memandang dirinya kaya. Dan mendustakan terhadap kebaikan. Maka segera Kami permudah dia pada kesukaran. (QS AL-LAIL : 8-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun manusia apabila dia diuji Tuhannya dan dimuliakan-Nya serta dia dikaruniai kenikmatan oleh-Nya, maka dia berkata : “Tuhanku memuliakanku”. Adapun apabila dia diuji oleh-Nya dan disempitkan-Nya rezekinya, maka dia berkata : “Tuhanku menghinakanku”. Janganlah demikian, bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim. Dan kamu tidak menganjurkan untuk member makan kepada orang miskin. Dan kamu memakan harta pusaka secara campur baur. Dan kamu mencintai harta dengan cinta yang berlebihan. (QS AL-FAJR : 15-20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain minta disempurnakan. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka merugikan (mengurangi). (QS AL-MUTAFFIFIN : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya neraka Jahanam adalah tempat penantian (orang-orang kafir). Lagi (pula) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka. Mereka tinggal di dalamnya dalam waktu yang lama. Di dalamnya mereka tidak merasakan kesejukan dan tidak ada minuman. Kecuali air panas dan nanah. (QS AN-NABA’ : 21-25)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-3605143209814691128?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/3605143209814691128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=3605143209814691128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3605143209814691128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3605143209814691128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/05/ketik-regspasiharta-kirim-ke-neraka.html' title='ketik : REG(spasi)HARTA kirim ke N.E.R.A.K.A'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-5914755268456986538</id><published>2009-05-10T20:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T20:26:11.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><title type='text'></title><content type='html'>Dikirim: Nawawi Muhammad&lt;br /&gt;di &lt;a href="http://www.new.facebook.com/group.php?gid=52695014485"&gt;"NGAJI,BIKIN KEREN"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah artinya teguh hati, taat asas, atau konsisten. Meskipun tidak semua orang bisa bersikap istiqamah, namun memeluk agama, untuk memperoleh hikmahnya secara optimal, sangat memerlukan sikap itu. Allah menjanjikan demikian: "Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang melimpah." (QS. Al-Jinn/72:16). Air adalah lambang kehidupan dan lambang kemakmuran. Maka Allah menjanjikan mereka yang konsisten mengikuti jalan yang benar akan mendapatkan hidup yang bahagia. Tentu saja keperluan kepada sikap istiqamah itu ada pada setiap masa, dan mungkin lebih-lebih lagi diperlukan di zaman modern ini. Karena kemodernan (modernitas, modernity) bercirikan perubahan. Bahkan para ahli menyebutkan bahwa kemodernan ditandai oleh "perubahan yang terlembagakan" (institutionalized change). Artinya, jika pada zaman-zaman sebelumnya perubahan adalah sesuatu yang "luar biasa" dan hanya terjadi di dalam kurun waktu yang amat panjang, di zaman modern perubahan itu merupakan gejala harian, dan sudah menjadi keharusan. Lihat saja, misalnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi microchip (harfiah: kerupuk kecil) dalam teknologi elektronika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mencoba bertahan pada suatu bentuk produk, baik dia itu produsen atau konsumen, pasti akan tergilas dan merugi sendiri. Karena itulah maka "Lembah Silikon" atau Silicon Valley di California selalu diliputi oleh ketegangan akibat kompetisi yang amat keras. Adanya kesan bahwa "perubahan yang terlembagakan" itu tidak memberi tempat istiqamah adalah salah. Kesalahan itu timbul antara lain akibat persepsi bahwa istiqamah mengandung makna yang statis. Memang istiqamah mengandung arti kemantapan, tetapi tidak berarti kemandekan. Melainkan lebih dekat kepada arti stabilitas yang dinamis. Dapat dikiaskan dengan kendaraan bermotor: semakin tinggi teknologi suatu mobil, semakin mampu dia melaju dengan cepat tanpa guncangan. Maka disebut mobil itu memiliki stabilitas atau istiqamah. Dan mobil disebut dengan stabil bukanlah pada waktu ia berhenti, tapi justru ketika dia melaju dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka begitu pula dengan hidup di zaman modern ini. Kita harus bergerak, melaju, namun tetap stabil, tanpa goyah. Ini bisa saja terwujud kalau kita menyadari dan meyakini apa tujuan hidup kita, dan kita dengan setia mengarahkan diri kepadanya, sama dengan mobil yang stabil terus melaju ke depan, tanpa terseot ke kanan-kiri. Lebih-lebih lagi, yang sebenarnya mengalami "perubahan yang terlembagakan" dalam zaman modern ini hanyalah bidang-bidang yang bersangkutan dengan "cara" hidup saja, bukan esensi hidup itu sendiri dan tujuannya. Ibarat perjalanan Jakarta-Surabaya, yang mengalami perubahan hanyalah alat transportasinya, mulai dari jalan kaki, sampai naik pesawat terbang. Tujuannya sendiri tidak terpengaruh oleh "cara" menempuh perjalanan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ibarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan cepat, begitu pula orang yang mencapai istiqamah tidak akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran, untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran Mutlak dan Abadi. Dan kesadaran akan hidup menuju Tuhan itulah yang akan memberi kebahagiaan sejati sesuai janji Tuhan di atas. (afzan. m. wahab*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-5914755268456986538?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/5914755268456986538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=5914755268456986538&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5914755268456986538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5914755268456986538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/05/dikirim-nawawi-muhammad-di-ngajibikin.html' title=''/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-3966325065671808340</id><published>2009-05-10T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T18:44:22.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><title type='text'>Islam Iltizam</title><content type='html'>dikirim: Nawawi Muhammad&lt;br /&gt;di &lt;a href="http://www.new.facebook.com/group.php?gid=52695014485"&gt;"NGAJI, BIKIN KEREN"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah,' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka [dengan mengatakan], 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan [memperoleh] surga yang telah dijanjikan Allah 'kepadamu.' [Fushshilat: 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw dan para sahabat adalah orang-orang yang memiliki jiwa militansi sangat tinggi, mereka patut untuk kita jadikan panutan dalam hal iltizam. Apakah pantas orang-orang yang mengikuti jalan mereka selaku umat terbaik justru dicap negatif sebagaimana yang sering terjadi sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iltizam adalah suatu kata yang umum yang menunjukkan makna menetapi dan sungguh-sungguh terhadap syariat atau selainnya. Akan tetapi, dalam konteks sekarang ini lebih cenderung banyak dipakai untuk istilah orang yang berpegang teguh terhadap syariat dan termasuk [memegang erat] agama [Islam]. Dari sini kita katakan bahwa orang yang bersungguh-sungguh dalam agama [iltizam] adalah seorang lurus dan istiqamah [mustaqim], memagang syariat [al mutamassik bisy syari'ah], taat kepada Allah [al muthi' lillah], atau menjalankan syariat Allah dan ittiba kepada Rasulullah saw ['amilan bisyari'atillah wa muttabi'an lirasulillah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi [ta'rif] di atas, iltizam pada prinsipnya adalah memegang teguh syariat, mengamalkannya dan ittiba kepada sunah Rasulullah saw: inilah hakikat iltizam. Kita akan melihat bahwa seorang yang multazim aktivitas kesehariannya akan berkisar pada amalan-amalan wajib, ataupun sunah, mungkin juga tambahan [nawafil] dari bentuk-bentuk ibadah dan ketaatan, bisa juga fardu kifayah. Demikianlah tuntutan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan memposisikan dirinya sebagai orang yang multazim.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya, 'Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.' [Ali Imran: 103]. Dalam konteks ini iltizam bermakna menetapi sesuatu dan berpegang teguh kepadanya [I'tisham].&lt;br /&gt;'Maka wajib atas kalian semua berpegang teguh dengan sunahku dan sunah khulafaur rasidin yang telah mendapatkan petunjuk, gigitlah sunah tersebut dengan gigi geraham.' [maksudnya berpegang teguhlah dengan sunah sekuat tenaga, red] [HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan ad Darimi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan seorang multazim? Seorang yang benar-benar multazim harus melakukan amalan-amalan yang menjadi bukti konkrit atas kesungguhan dan komitmennya terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Berpegang teguh dengan as Sunah. Seorang yang multazim sudah barang tentu harus memegang as Sunah dengan sungguh-sungguh, atau dengan kata lain mereka adalah ahlus sunah dan ahlus syariah. Dia juga al jamaah [kelompoknya Nabi dan para sahabat], meskipun minoritas dalam umat manusia, tetapi mayoritas untuk pengikut Muhammad; akan tetapi, mereka yang benar-benar pengikut sejati yang kuat dan berada di baris terdepan adalah minoritas dari yang mayoritas pengikut Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, seorang yang multazim giat menuntut ilmu. Muslim yang multazim haruslah selalu menuntut ilmu sehingga ia beribadah kepada Allah di atas dasar cahaya dan hujjah yang jelas, bukan di atas prasangka dan dugaan, meniru dan ikut-ikutan, kejahilan dan kesesatan. Masalah ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebab seorang yang iltizam dengan ajaran Islam otomatis akan menjadi da'i yang menyeru ke jalan Allah. Ia akan mengajak orang lain untuk beristiqamah, iltizam dan menjalankan syariat Allah dalam kehidupan. Dengan ilmu [syar'i] inilah, ia akan mengajak orang ke jalan Allah dengan berlandaskan hujah yang terang [bashirah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, multazim adalah seorang yang meninggalkan bid'ah, maksiat dan kesia-siaan [lahwu]. Seorang yang istikamah harus selalu bersemangat untuk senantiasa melakukan apa-apa yang disyariatkan Allah, belajar dan mengajarkan Islam. Ia selayaknya juga harus berusaha sekuat tenaga menjauhi segala bentuk yang bisa mencoreng harga dirinya, menodai keadilannya, dan apa saja yang bisa menuurunkan martabat dan kedudukannya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara meninggalkan bid'ah, maksiat, dan segala bentuk kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ia berdakwah menyeru ke jalan Allah, juga berjihad menegakkan kalimatullah. Setelah seseorang diberi rahmat oleh Allah berupa kemampuan untuk beriltizam dan beristiqamah, maka ia tidak boleh berhenti sampai di sini. Akan tetapi, ia masih mempunyai kewajiban yang sangat penting, yaitu berdakwah mengajak orang ke jalan Allah. Mengajak siapa saja, baik itu saudara, sahabat, teman kerja, keluarga, dan siapa saja yang ada di sekelilingnya. Ini merupakan salah satu kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya seiman, sebab jika ia tidak berdakwah kepada kebaikan tentu mereka yang buruk dan sesat akan mengajak kepada keburukan dan kesesatan yang mereka kerjakan. Bukankah kita akan senang jika banyak orang yang mengikuti jejak kebaikan yang kita lakukan? Bukankah kita senang jika banyak orang yang menolong dan membantu kita? Kita juga akan merasa senang jika banyak orang yang senantiasa berbuat kebajikan dan meniti agama yang lurus, baik itu kalangan pemuda, remaja, maupun anak-anak. (Abu Anas Ali bin Husani*) Abu Luz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-3966325065671808340?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/3966325065671808340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=3966325065671808340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3966325065671808340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3966325065671808340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2009/05/islam-iltizam.html' title='Islam Iltizam'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-5440488927937621797</id><published>2008-12-07T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T20:19:01.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>Bulan Pernah Terbelah?</title><content type='html'>Artikel Bebas&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq&lt;br /&gt;02 Januari 2007 - 01:23&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dudung.net/artikel-bebas/bulan-pernah-terbelah-.html"&gt;Dudung.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah peristiwa menakjubkan 14 abad yabg lalu saat Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan?. Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya masuk akal atau tidak maka tiada pilihan untuk menolaknya. Karena sebuah penolakan adalah sbuah jawaban sedekat apa Iman kita pada kebenaran itu?. Untaian Risalah berikut smoga bisa menambah keyakinan kita akan sebuah kebenaran,... kebenaran yang mutlak dari-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:&lt;br /&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."&lt;br /&gt;Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-5440488927937621797?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/5440488927937621797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=5440488927937621797&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5440488927937621797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5440488927937621797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2008/12/bulan-pernah-terbelah.html' title='Bulan Pernah Terbelah?'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-8897364505117868771</id><published>2008-12-04T10:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T10:51:32.146-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>Setiap yang berjiwa pasti mati</title><content type='html'>penulis: &lt;a href="http://groups.google.co.id/groups/profile?enc_user=SdwvgBcAAABsvYy7ylOXcAtuTzHj1uRgatZc1V3Nc280dLHqonrV6A"&gt;firliana putri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://groups.google.co.id/group/daarut-tauhiid/browse_thread/thread/eeab7b7fae8af41b"&gt;daarut-tauhiid&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah menegaskan dalam banyak ayatNya, bahwa yang berjiwa pasti akan mengalami kematian. Bukan hanya manusia, melainkan juga tumbuhan, dan binatang. Hal itu di antaranya dikemukakan Allah pada ayat-ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Anbiyaa (21) : 35&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berJiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Ankabuut (29) 57&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan kehidupan ini memang silih berganti antar satu kejadian dengan kejadian yang lain. Dulu mati kemudian dihidupkan. Yang sebelumnya hidup kemudian dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan sebaliknya mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Begitulah Allah menunjukkan KekuasaanNya. Dan, akhirnya, semua itu kembali kepadaNya belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Ali Imran (3) : 27&lt;br /&gt;Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS  Adz Dzaariyat (51) : 49&lt;br /&gt;Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, kita memang melihat di sekitar bahwa segala yang hidup mengalami kematiannya. Pada sisi yang berbeda, kita juga memperoleh pemahaman bahwa binatang dan tumbuhan ternyata juga memiliki Jiwa. Tapi, dalam skala yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi tentang otak secara struktural, diketahui bahwa otak manusia memiliki struktur otak binatang, khususnya jenis reptil. Inilah yang disebut sebagai otak tua : palaeoenchepalon. Bagian otak ini memiliki mekanisme kerja yang tidak melibatkan fungsi rasional. Ia lebih banyak melibatkan amygdala (otak emosional) dan tidak punya hippocampus (otak rasional). Ia juga cenderung bereaksi secara fisik untuk merespon kejadian di luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada seorang laki-laki 'otak reptilianya' lebih berkembang dibandingkan dengan perempuan. Karena itu, seorang laki-laki cenderung menggunakan reaksi fisik (memukul, merusak dan semacamnya) ketika sedang mengamuk atau marah. Berbeda dengan perempuan yang justru menjadi rasional, dan menahan diri ketika sedang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, binatang juga memiliki Jiwa. Tapi dalam skala yang lebih rendah, karena tidak memiliki otak rasional yang disebut sebagai kulit otak alias cortex cerebri. Apalagi pada tumbuhan, ia tidak memiliki otak. Kualitas Jiwanya adalah paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua itu bakal mengalami kematian, sebagaimana difirmankan oleh Allah. Tidak pandang bulu, apakah kualitas jiwanya tinggi atau rendah. Asalkan ia makhluk hidup, maka dia bakal mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, meskipun tidak ada informasi yang cukup transparan, ada yang berpendapat bahwa jin dan malaikat juga mengalami kematian. Hanya, umumya jauh lebih panjang dari manusia, karena faktor bahan dasar penyusun tubuhnya yang berkualitas lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu didasarkan pada pemikiran bahwa setiap yang hidup bakal mengalami kematian, kecuali Allah SWT. Jin dan malaikat adalah termasuk makhluk hidup. Karena itu juga bakal mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian jin khususnya iblis diberi tenggat waktu untuk tidak mati sampai hari 'kiamat pertama' (kiamat sughra) oleh Allah. Sedangkan malaikat, tidak mengalami kematiannya sampai 'kiamat yang kedua' (kiamat kubra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al A'raaf (7) : 14 - 15&lt;br /&gt;Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan" Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Kahfi (18) : 50&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menginformasikan kepada kita bahwa khusus Iblis,  diberi waktu oleh Allah untuk menggoda manusia sampai Kiamat. Dan adalah Iblis itu dari golongan jin. Namun demikian, tidak semua Jin memiliki usia sepanjang itu. Selebihnya jin juga mengalami proses menua, sakit, dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, dari pengalaman orang-orang yang berinteraksi dengan dunia jin, mengatakan bahwa usia jin berkisar 10 kali lipat usia di dunia manusia. Jadi kalau manusia berumur 60 tahun, maka jin bisa berumur 600 tahun, dalam ukuran dunia manusia. Itu dimungkinkan, karena badan jin terbuat dari bahan gelombang panas, sebagaimana difirmankan Allah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al A'raaf (7) : 12&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Hijr (15) : 27&lt;br /&gt;Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan malaikat, memiliki usia yang lebih panjang lagi karena badannya terbuat dari cahaya : Kenapa bisa lebih panjang? Sebab, cahaya memiliki kecepatan yang menyebabkan 'waktu malaikat' mulur sesuai dengan teori relativitas waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meskipun terbuat dari cahaya, badan malaikat tidak persis berkecepatan cahaya. Sebab, jika ia memiliki kecepatan persis cahaya, maka malaikat menjadi tidak terikat waktu sama sekali, sesuai teori tersebut, Tm = [To/ akar ( l-v2/C2)]. Jika v sebagai kecepatan malaikat persis dengan c, maka waktu malaikat menjadi tidak berhingga, karena To dibagi dengan nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kalau kita baca firman Allah berikut ini, kita bakal tahu bahwa malaikat masih terikat waktu. Yaitu, 1 hari malaikat sama dengan 50.000 tahun manusia. Malaikat bisa mencapai waktu tersebut ketika melesat dengan kecepatan hampir mendekati cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Ma'arij (70) : 4&lt;br /&gt;Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, usia malaikat bukanlah tidak berhingga. Mereka masih terikat waktu, tetapi waktunya bisa mulur, memanjang sampai 1 : 50.000 tahun ukuran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, usia bumi yang sudah 5 miliar tahun bagi manusia ini, dalam hitungan malaikat cuma berumur 100.000 hari alias sekitar 274 tahun malaikat. Atau, alam semesta yang telah berumur 12 miliar tahun itu pun barulah sekitar 240.000 hari alias sekitar 657 tahun malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada hari kiamat nanti para makhluk Allah ada yang mati dan ada yang tetap hidup. Termasuk para malaikat dan iblis. Mereka yang dikehendaki Allah untuk mati, bakal dimatikan olehNya. Tetapi yang dikehendaki hidup, bakal tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. An Najm (53) : 26&lt;br /&gt;Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Az Zumar (39) : 68&lt;br /&gt;Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manusia, dengan umurnya yang sangat pendek   puluhan tahun saja sebagian besarnya sudah mati sebelum kiamat. Tetapi sebagian yang lain bakal mengalami hari kiamat yang mengerikan itu. Bagaimanakah kematian seorang manusia terjadi? Dan bagaimana kaitannya dengan Ruh dan Jiwa? Marilah kita bahas berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SAAT BERPISAHNYA BADAN DAN JIWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah misteri kedua, yang terkait dengan Jiwa dan Ruh. Misteri yang pertama adalah kehidupan itu sendiri. Pertanyaan. tentang 'Bagaimana terjadinya kematian' tidak kalah misteriusnya dengan pertanyaan tentang: 'bagaimana terjadinya kehidupan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, munculnya kematian dan kehidupan adalah misteri yang tiada pernah berakhir diperbincangkan oleh manusia sepanjang sejarah kehidupan itu sendiri. Munculnya kehidupan masih menjadi teka-teki yang belum terjawab dengan memuaskan. Apalagi periode sebelum munculnya kehidupan. Tapi, insya Allah, saya akan membahasnya dalam diskusi terpisah tentang munculnya kehidupan di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang terkait dengan kematian akan kita bahas dalam diskusi kali ini. Di antaranya saat-saat kematian, periode sesudah kematian, dan kondisi Jiwa serta Ruh terkait dengan kematian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sebenarnya proses kematian terjadi pada manusia? Kita bisa meninjaunya dari dua sisi yang berbeda. Yang pertama adalah sisi medis, dan yang kedua dari sisi agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira secara medis kita bisa dengan mudah mendefinisikan yang disebut dengan kematian. Jika seseorang sudah tidak bernafas, denyut jantung berhenti, dan otak sudah tidak beraktivitas lagi, maka dikatakan orang tersebut telah mengalami kematian.&lt;br /&gt;Sebab, jika nafas dan jantung sudah tidak berfungsi, seluruh sel dalam tubuh kita juga akan mengalami kematiannya. Pasokan oksigen dan zat-zat gizi semuanya bakal berhenti dan tidak lagi menghidupi sel. Maka, tidak lama kemudian, miliaran sel di tubuh kita akan mengalami kehancuran secara dramatis dan kemudian membusuk. Itulah akhir dari sebuah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam metode yang berbeda, saat-saat kematian diketahui dengan cara mendeteksi aktivitas otak seseorang. Cara ini lebih akurat dibandingkan dengan mengukur denyut jantung dan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi denyut jantung dan nafas seseorang sudah berhenti, tapi pada saat itu aktivitas otaknya belum mati. Maka, orang yang mengalami kondisi demikian itu sebenarnya masih bisa ditolong agar tidak mati. Misalnya dengan cara mengaktifkan kembali denyut jantungnya lewat kejutan listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula jika nafasnya terhenti. Boleh jadi itu hanya karena tersumbatnya saluran nafas oleh suatu benda. Maka orang yang nafasnya terhenti karena hal demikian, masih bisa ditolong dengan cara tertentu, termasuk bantuan nafas buatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika yang berhenti beraktivitas secara keseluruhan adalah otaknya, dipastikan orang tersebut telah meninggal dunia. Karena otak adalah pengendali dari berbagai aktivitas organ-organ tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum aktivitas otak ini dibagi menjadi dua wilayah besar, yaitu aktivitas otak besar dan aktivitas batang otak. Jika yang 'berhenti' beraktivitas adalah otak besar, tapi batang otaknya masih bekerja, maka orang tersebut dikatakan mati suri alias koma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak besar dibantu otak kecil berfungsi untuk mengkoordinasi-kan seluruh aktivitas tubuh. Mulai dari berkehendak sampai pada respon gerakan. Sedangkan batang otak lebih mengatur pada fungsi dasar kehidupan seperti bernafas dan denyut jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, meskipun kesadaran dan respon motoriknya sudah sangat rendah, kalau batang otak seseorang masih berfungsi, orang itu masih bisa bernafas dan memiliki denyut jantung. Sebab, kontrol terhadap fungsi nafas dan jantung memang berada di batang otak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kematian seseorang dari sisi medis atau organik adalah ketika batang otaknya sudah tidak berfungsi lagi. Saat itulah perintah untuk menjalankan nafas dan jantung sudah tidak keluar dari batang otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita tahu, bahwa nafas dan jantung adalah organ yang berfungsi mendistribusikan oksigen dan zat gizi ke seluruh tubuh agar miliaran sel bisa hidup dan  berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kalau kita telusuri proses kematian seseorang secara medis, kurang lebih demikian:&lt;br /&gt;1.   Dicabutnya perintah kehidupan dari batang otak, berupa dihentikannya denyut jantung, gerakan paru-paru, dan perintah hilangnya kesadaran di daerah yang dinamakan formasi retikularis. Daerah ini memiliki inti-inti sel yang tersebar di batang otak dan bisa mengeluarkan perintah yang mengatur kondisi sadar manusia.&lt;br /&gt;2. Akibat berhentinya denyut jantung dan paru-paru, maka pasokan 'gizi kehidupan' berupa oksigen dan nutrisi pun berhenti. Maka dalam waktu beberapa menit kemudian sel-sel tubuh bakal mengalami kerusakan secara massal.&lt;br /&gt;3. Kerusakan itu termasuk meliputi sel-sel otak. Mulai dari kulit otak sampai mengarah ke batang otak dan seluruh sel-sel sarafnya. Saat itulah formasi retikularis mencabut perintah kesadaran seseorang.&lt;br /&gt;4. Ketika kesadaran seseorang sudah terhenti diiringi dengan kerusakan miliaran sel di seluruh tubuhnya, maka seseorang dikatakan telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mekanisme kematian seperti di atas adalah mekanisme normal. Banyak variasi mekanisme munculnya kematian itu. Yang intinya, adalah berhentinya fungsi jantung, nafas dan hilangnya kesadaran, yang kemudian diikuti oleh rusaknya sel-sel tubuh secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang rusak dari jantungnya terlebih dahulu, misalnya pada orang-orang yang terkena serangan jantung koroner. Ketika jantung tersumbat atau jantung mengalami kegagalan berdenyut, tubuh juga kehilangan pasokan nutrisi dan oksigen. Dan kemudian seseorang akan mengalami kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga berasal dari kegagalan pernafasan sehingga menyebabkan kekurangan oksigen. Misalnya pada orang yang tercekik atau tersumbat saluran nafasnya. Maka, sel-sel bakal kekurangan oksigen, dan lantas mengalami kerusakan pada sel-sel otaknya, hilang kesadaran, dan kemudian mengalami kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, ada juga yang berawal dari kerusakan organ-organ lain seperti liver, ginjal, pencernaan, pembuluh darah, dan sebagainya, yang pada gilirannya akan mengganggu distribusi nutrisi dan oksigen ke otak dan sel-sel tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya, otak 'berkesimpulan' bahwa koordinasi organ-organ untuk mempertahankan kehidupan sudah tidak berjalan lagi. Maka, batang otak akan mengeluarkan perintah untuk menghentikan fungsi jantung, paru dan kesadaran seseorang. Itulah saat-saat kematian terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu badan bakal membusuk dan hancur secara perlahan-lahan. Jiwa pun 'terlepas' dari badan seiring dengan kerusakan yang terjadi padanya. Jiwa adalah sisi energial dari badan yang bersifat material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah kita bahas dalam diskusi-diskusi sebelumnya, bahwa materi dan energi adalah 'eksistensi' yang selalu berimpit keberadaannya. Dimana ada materi, di situ pasti ada energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan materi dan energi itu bagaikan timbangan. Jika materinya dominan, maka energinya tersimpan sebagai potensi. Sebaliknya, jika energinya yang dominan, maka materinya juga melemah tersimpan sebagai potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pada badan manusia. Ketika dilahirkan, ia menyimpan potensi energinya di dalam badan wadagnya, dalam sebuah keseimbangan struktur yang demiklan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi adalah badan, energi adalah Jiwa. Tapi uniknya, energi yang tersimpan sebagai Jiwa itu bukan terdapat pada benda mati, melainkan tersimpan di dalam struktur tubuh manusia yang hidup. Mulai dari susunan terkecilnya secara biomolekuler, menjadi sel, menjadi organ, dan akhirnya tubuh manusia. Maka struktur material yang hidup Ini juga menghasilkan struktur energi yang hidup juga, yaitu Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika badan hidup Itu mengalami kerusakannya, maka energi yang terlepas darinya juga bukan energi yang mati, melainkan energi yang hidup.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pernah kita bahas dalam diskusi-diskusi sebelumnya, bahwa energi akan terlepas jika material mengalami kerusakan. Kalau kita merusak kayu dengan cara membakarnya, maka dari kayu itu akan terlepas energi panas. Jumlah materinya berkurang, tapi eksistensi energinya bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kalau kita merusak bahan-bahan peledak dengan dengan cara mereaksikannya secara kimiawi, maka bahan peledak itu akan rusak dan musnah, tapi muncul energi ledakan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pada energi nuklir. Kalau kita merusak inti atom lewat reaksi berantai dengan menggunakan neutron, maka inti-inti atom Uranium atau plutonium bakal mengalami kerusakan, dan melepaskan energi yang luar biasa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi intinya, agar energi keluar dari 'seonggok' materi, kita harus merusak materi itu sedemikian rupa sehingga terlepaslah energi karakteristiknya. Pada benda mati, energi yang keluar adalah 'energi yang mati'. Tapi pada benda hidup energi yang keluar adalah energi yang hidup' juga. Itulah Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manusia, jiwa akan keluar dari badannya ketika badan itu mengalami kerusakan. Dalam konteks ini adalah kerusakan menyeluruh yang disebut dengan kematian. Tapi, energinya bakal keluar sebagai energi yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa demikian? Karena energi kehidupan itu sebenarnya bukan datang dari Jiwa itu sendiri melainkan datang dari Ruh yang masih bersemayam di dalam Jiwa. Ketika Jiwa masih bersatu dengan badan, kehidupan muncul pada kedua-duanya, berasal dari energi kehidupan Ruh. Hidup badannya, hidup Jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu badannya rusak, maka yang hidup tinggal Jiwanya saja. Dalam bentuk apa? Dalam bentuk energi yang terlepas dari badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan dan Jiwa adalah materi dan energi. Badan memiliki struktur yang khas dari materi, sedangkan Jiwa juga memiliki struktur yang khas dari energi. Keduanya bagaikan dua sisi dari satu keping mata uang yang sama. Tidak bisa dipisahkan. Kalau terpisah, maka ia bukan lagi berfungsi sebagai mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan manusia. Ia bisa disebut sebagai manusia adalah ketika badan yang hidup bertemu dengan Jiwa yang hidup. Ketika badannya mati, maka ia tidak lagi disebut sebagai manusia melainkan sebagai mayat alias jenasah. Dan sisi lainnya disebut nyawa. Atau ada yang menyebutnya sebagai roh (memiliki konotasi yang agak berbeda dengan Ruh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan lain tentang badan dan Jiwa itu bisa digambarkan sebagai badan seseorang dengan bayangannya dalam cermin. Meskipun ini tidak persis. Saya hanya ingin menggambarkan bahwa apa yang terdapat pada badan kita, juga terdapat pada Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur badan, juga terstruktur pada Jiwa. Demikian pula seluruh sifat dan karakter yang terdapat pada badan, pun terdapat pada jiwa. Jiwa bagaikan bayangan cermin dari badan kita sendiri, dalam bentuk energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pengalaman hidup kita tersimpan dalam struktur tubuh kita secara material, tapi juga sekaligus tersimpan dalam struktur Jiwa secara energial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi meskipun badan sudah rusak karena kematian, segala amal dan perbuatan seseorang masih tersimpan dalam bentuk energial di dalam struktur Jiwanya. jiwa masih tetap hidup sesuai dengan alamnya. Itulah yang dikatakan Allah dalam firman berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Imran (3) : 169&lt;br /&gt;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Al Baqarah (2) 154&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menepis keraguan banyak kalangan, bahwa mereka yang sudah meninggal dunia itu tidaklah mati, melainkan masih hidup dalam alam yang berbeda. Bahkan mereka memperoleh rezeki dari Allah agar tetap bisa mempertahankan kehidupannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dunia mereka memang berbeda dengan kita, sehingga kebanyakan kita tidak menyadarinya. Kalau pun ada yang bisa menyadarinya, kata Allah hanya samar-samar saja. Hal itu Dia jelaskan dalam ayat berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Maryam (19) : 98&lt;br /&gt;Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan badan dengan bayangan dalam cermin, kalau kita tidak memandang secara khusus ke arah cermin, maka kita juga tidak menyadari bahwa di dalam cermin itu ada bayangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan dan bayangan dalam cermin eksis dalam dunia yang berbeda. ‘Badan’ kita terasa riil di dunia nyata, sedangkan 'bayangan' pun bersifat riil di dalam ‘dunia cermin’. Demikian pula badan dan Jiwa. Badan kita riil berada di Dunia Materi, tapi Jiwa kita juga riil, hidup di Dunia Energi. Bedanya, badan bersifat kuantitas, sedangkan Jiwa bersifat kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya dibatasi oleh cermin. Cermin itulah yang menjadikan adanya eksistensi yang identik antara badan dan bayangan, satunya kuantitas dan lainnya kualitas. Cermin bagaikan angka nol. Angka nol dalam deret bilangan menjadi 'cermin' atas deretan angka positif dan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan angka-angka itu justru muncul dari angka nol. Karena ada angka nol, maka ada angka 1 dan -1, atau 2 dan -2, dan seterusnya sampai tak berhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan angka nol justru memberikan makna pada bilangan bilangan yang lain. Padahal kita semua tahu, arti dari angka nol itu adalah 'kosong' alias ‘tidak ada isinya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, munculnya angka 1 justru dimulai dari 'kosong' itu. Jika tidak ada nol, maka angka 1 itu pun tidak bermakna. Sebab ‘ada’ hanya bisa kita persepsi dengan baik jika kita tahu yang Tidak ada. Angka 10, 100, 1000, dan seterusnya menjadi bermakna justru ketika angka 1 digandengkan dengan sejumlah bilangan nol yang kosong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah saya ingin mengatakan bahwa posisi Ruh dalam kaitannya dengan badan dan jiwa adalah seperti angka nol pada deret bilangan. Ia berada di antara badan dan Jiwa. 'Kosong' tapi memberikan makna pada Jiwa dan badan. Kita tidak tahu apa itu Ruh, tapi justru Ruh itulah yang memberikan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh lah yang menyebabkan badan dan Jiwa menjadi hidup. Menjadi bermakna. Bukan hanya sebagai ‘seonggok’ materi atau segumpal energi. Badan material dan Jiwa energial menjadi hidup karena Ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah Ruh itu? Tidak ada yang tahu. Karena ia bukan materi, sekaligus bukan energi. Ia adalah sumber dari materi dan energi. Kadang muncul sebagai materi, di lain waktu tampak sebagai energi. la adalah ‘kalimat Allah’. Ia adalah 'bagian' dari Dzat dan eksistensi Allah itu sendiri. Begitulah kata Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. An Nisa (4) : 171&lt;br /&gt;Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam, dan (lewat tiupan) Ruh dari Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. At Tahrim (66) : 12&lt;br /&gt;Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari Ruh Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat tegas Allah mengatakan bahwa kalimatNya lah yang menjadi sosok 'Isa, lewat tiupan Ruh yang diberikan ke dalam rahim Maryam. Ruh itu adalah 'sebagian' dari eksistensi keilahian itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah kita bahas di depan, bahwa energi makna yang tersimpan dalam ‘Perintah Kun’ itulah yang kemudian menjelma menjadi materi dan energi, dalam bentuk badan dan Jiwa seorang manusia. Semua perintah penciptaan seorang manusia dilewatkan hadirnya Ruh tersebut. Hal ini lebih jelas pada firman berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Maryam (19) : 17&lt;br /&gt;maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus Ruh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menggambarkan, bahwa pada saat Allah mau menciptakan Isa di dalam tubuh Maryam, Dia 'mengutus Ruh Nya' yang menjelma dalam bentuk manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebanyakan tafsir dan terjemah, Ruh di sini dipersepsikan sebagai malaikat Jibril. Perlu pembahasan lain tentang kenapa malaikat Jibril disebut dan disetarakan dengan Ruh. Insya Allah saya akan membahasnya dalam diskusi tentang malaikat, di waktu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa 'Ruh Nya' itu adalah 'Kalimat' yang daripadaNya bersumber dan terbentuk badan serta Jiwa manusia. Ruh itu kemudian tetap bersemayam dalam diri seorang manusia sebagai 'cetak biru' alias fitrah kehidupannya. Dari Ruh inilah energi kehidupan mengalir menghidupi badan dan Jiwa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu keduanya bertumbuh dan hidup menuju pada kesempurnaan strukturnya. Sampai pada suatu ketika mengalami masa puncaknya, dan kemudian berangsur-angsur turun kembali menuju pada kehancuran dan kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, usia badan dan usia Jiwa memang berbeda. Sebab badan sebagai material memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan dengan Jiwa yang bersifat energial. Karena itu ketika badan kita sudah tidak mampu bertahan lagi dan kemudian mati, Jiwa kita masih bisa bertahan sampai hari kebangkitan. Pada saat itulah Jiwa akan dikembalikan lagi ke badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selama perpisahannya dengan badan itu, Jiwa tidak memiliki 'alat' untuk berekspresi. Karena seluruh ekspresinya hanya bisa tersalurkan lewat badan. Rasa sakit, nikmat, sedih dan gembira hanya bisa dia rasakan ketika Jiwa bersatu dengan badan. Sebab, seluruh sistem saraf yang berkaitan dengan berbagai macam rasa itu memang ada di dalam sistem saraf badannya. Kalau sistem saraf itu tidak berfungsi, maka seluruh sistem sensoriknya juga tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa tetap hidup, tapi tidak bisa merasakan 'kehidupan' seperti di dunia nyata. Dia hanya akan bisa merasakan kehidupan dunia nyata itu jika Jiwa menempati badannya kembali. Itulah yang akan terjadi di hari kebangkitan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan mengembalikan Jiwa dan Ruhnya ke dalam badan seseorang. Barulah kemudian dia bisa merasakan balasan di Surga maupun di Neraka. Ya, kehidupan surga dan neraka akan terjadi saat Jiwa sudah bersatu kembali dengan badannya. Bukan hanya dialami oleh Jiwanya saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-8897364505117868771?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/8897364505117868771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=8897364505117868771&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/8897364505117868771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/8897364505117868771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2008/12/setiap-yang-berjiwa-pasti-mati.html' title='Setiap yang berjiwa pasti mati'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-7838003286342862415</id><published>2008-10-06T15:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T15:19:39.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><title type='text'>Amalan sebelum Tidur</title><content type='html'>( Tafsir Haqqi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur&lt;br /&gt;sebelum melakukan empat perkara, yaitu :&lt;br /&gt;1. Sebelum khatam Al Qur'an,&lt;br /&gt;2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,&lt;br /&gt;3. Sebelum para muslim meridloi kamu,&lt;br /&gt;4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertanya Aisyah :&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara&lt;br /&gt;seketika?"&lt;br /&gt;Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas&lt;br /&gt;tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim,&lt;br /&gt;Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul&lt;br /&gt;lahuu kufuwan ahad'  ( 3 x )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua&lt;br /&gt;akan memberi syafaat di hari kiamat.&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii 'alaa syaidinaa&lt;br /&gt;Muhammad wa'alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.&lt;br /&gt;Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum&lt;br /&gt;wa atuubu ilaih ( 3 x )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka&lt;br /&gt;seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha&lt;br /&gt;illalloohu alloohu akbar(3 x )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-7838003286342862415?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/7838003286342862415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=7838003286342862415&amp;isPopup=true' title='51 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/7838003286342862415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/7838003286342862415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2008/10/amalan-sebelum-tidur.html' title='Amalan sebelum Tidur'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-1568679338479062812</id><published>2008-05-22T20:32:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T20:36:16.718-07:00</updated><title type='text'>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber tulisan : ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,&lt;br /&gt;disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pertama&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Qalbun syakirun&lt;/span&gt; atau hati yang selalu bersyukur.&lt;br /&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.&lt;br /&gt;Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :&lt;br /&gt;"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kedua&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Al azwaju shalihah,&lt;/span&gt; yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;br /&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ketiga&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;al auladun abrar&lt;/span&gt;, yaitu anak yang soleh.&lt;br /&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya" . Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"&lt;br /&gt;Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Keempat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;albiatu sholihah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.&lt;br /&gt;Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kelima, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al malul halal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, atau harta yang halal.&lt;br /&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.&lt;br /&gt;Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Keenam&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, Tafakuh fi dien&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;,&lt;/span&gt; atau semangat untuk memahami agama.&lt;br /&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.&lt;br /&gt;Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ketujuh&lt;/span&gt;, yaitu umur yang baroqah.&lt;br /&gt;Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan&lt;br /&gt;Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.&lt;br /&gt;Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.&lt;br /&gt;Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.&lt;br /&gt;Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".&lt;br /&gt;Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari sebuah milis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-1568679338479062812?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/1568679338479062812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=1568679338479062812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/1568679338479062812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/1568679338479062812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2008/05/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia.html' title='Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-682438385475426132</id><published>2007-11-07T07:07:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T07:09:15.544-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis</title><content type='html'>Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :&lt;br /&gt;" Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat&lt;br /&gt;dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang&lt;br /&gt;memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian&lt;br /&gt;mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :&lt;br /&gt;" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?".&lt;br /&gt;Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih&lt;br /&gt;mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk&lt;br /&gt;- semoga Allah senantiasa melaknatnya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah , apakah engkau&lt;br /&gt;mengijinkanku untuk membunuhnya? ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah&lt;br /&gt;engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda&lt;br /&gt;kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.&lt;br /&gt;Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang&lt;br /&gt;diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan&lt;br /&gt;dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis&lt;br /&gt;masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang&lt;br /&gt;sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut&lt;br /&gt;sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda,&lt;br /&gt;kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas,&lt;br /&gt;tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar,&lt;br /&gt;gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya&lt;br /&gt;seperti bibir macan / kerbau [tsur].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum&lt;br /&gt;ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan&lt;br /&gt;muslimin]".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya&lt;br /&gt;milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,&lt;br /&gt;engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku&lt;br /&gt;sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah] ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini,&lt;br /&gt;wahai terlaknat?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan&lt;br /&gt;Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW&lt;br /&gt;dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu&lt;br /&gt;kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu&lt;br /&gt;terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu&lt;br /&gt;mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang&lt;br /&gt;ditanyakan kepa-damu' .&lt;br /&gt;Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku,&lt;br /&gt;jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya&lt;br /&gt;Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan&lt;br /&gt;musuhmu karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad,&lt;br /&gt;sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.&lt;br /&gt;Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.&lt;br /&gt;Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku,&lt;br /&gt;niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku.&lt;br /&gt;Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku&lt;br /&gt;yang menimpa diriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah&lt;br /&gt;kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq&lt;br /&gt;Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti&lt;br /&gt;agamamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya&lt;br /&gt;kepada Allah SWT".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat]&lt;br /&gt;yang saya tahu, lagi penyabar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan&lt;br /&gt;suci dari kotoran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan&lt;br /&gt;kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya&lt;br /&gt;kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan&lt;br /&gt;dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya&lt;br /&gt;pada tempat yang halal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah&lt;br /&gt;sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rassulullah :"Jika mereka shaum ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Saya menjadi gila".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil&lt;br /&gt;gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu.&lt;br /&gt;Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua,&lt;br /&gt;menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya&lt;br /&gt;yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang&lt;br /&gt;antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat,&lt;br /&gt;Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,&lt;br /&gt;dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan&lt;br /&gt;mentaatiku pada masa Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya&lt;br /&gt;kecuali aku lari darinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat&lt;br /&gt;saja malu kepadanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah&lt;br /&gt;bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala],&lt;br /&gt;dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya,&lt;br /&gt;tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah&lt;br /&gt;membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata&lt;br /&gt;[tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara&lt;br /&gt;aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang&lt;br /&gt;dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui&lt;br /&gt;aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan&lt;br /&gt;yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka&lt;br /&gt;dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh&lt;br /&gt;maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir&lt;br /&gt;dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu,&lt;br /&gt;wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak&lt;br /&gt;termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka&lt;br /&gt;dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu&lt;br /&gt;ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba&lt;br /&gt;yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu&lt;br /&gt;[syahwat] world, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]&lt;br /&gt;termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh&lt;br /&gt;ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan.&lt;br /&gt;Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama,&lt;br /&gt;dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda&lt;br /&gt;orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka,&lt;br /&gt;sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka&lt;br /&gt;kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk&lt;br /&gt;menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk&lt;br /&gt;kaum yang menjauhi world [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar&lt;br /&gt;dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu&lt;br /&gt;pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan&lt;br /&gt;satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil&lt;br /&gt;keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa&lt;br /&gt;rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu,&lt;br /&gt;tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama&lt;br /&gt;tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat&lt;br /&gt;da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,&lt;br /&gt;membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam&lt;br /&gt;Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan)&lt;br /&gt;syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu",&lt;br /&gt;maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhn ya&lt;br /&gt;aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut&lt;br /&gt;kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu&lt;br /&gt;berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa&lt;br /&gt;berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah,&lt;br /&gt;dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah&lt;br /&gt;kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua".&lt;br /&gt;Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan&lt;br /&gt;kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah&lt;br /&gt;kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.&lt;br /&gt;Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,&lt;br /&gt;meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan&lt;br /&gt;lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka&lt;br /&gt;masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka&lt;br /&gt;semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya&lt;br /&gt;karena satu kata saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang&lt;br /&gt;meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat,&lt;br /&gt;aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:&lt;br /&gt;" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk". Sehingga dia mengakhirkan&lt;br /&gt;shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul&lt;br /&gt;wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang&lt;br /&gt;membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia&lt;br /&gt;sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,'&lt;br /&gt;Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya&lt;br /&gt;dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan&lt;br /&gt;kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'.&lt;br /&gt;Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh&lt;br /&gt;dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian,&lt;br /&gt;aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat&lt;br /&gt;seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang&lt;br /&gt;atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam'&lt;br /&gt;[cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa&lt;br /&gt;yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti&lt;br /&gt;kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan&lt;br /&gt;jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat.&lt;br /&gt;Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia&lt;br /&gt;tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya&lt;br /&gt;dan dengan begitu ia bertambah rakus di world dan cinta world.&lt;br /&gt;Dia menjadi pendengar kami yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin&lt;br /&gt;untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib&lt;br /&gt;atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan&lt;br /&gt;ni'mat dari Allah'. Aku katakan kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah&lt;br /&gt;shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang&lt;br /&gt;sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta,&lt;br /&gt;tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu,&lt;br /&gt;agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa&lt;br /&gt;bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus&lt;br /&gt;shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir.&lt;br /&gt;Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu&lt;br /&gt;Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku&lt;br /&gt;bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku&lt;br /&gt;jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat&lt;br /&gt;umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Pemakan riba".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Pe-zina".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang yang mabuk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa tamumu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Pencuri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa utusanmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Tukang Sihir" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa kesukaanmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :"Siapa kekasihmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Tobatnya orang yang bertaubat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Zakat secara sembunyi-sembunyi" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa yang membutakan matamu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa yang memukul kepalamu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Memperbanyak shalat berjamaah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Orang kikir / pelit" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Majlis-majlis ulama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Bagaimana kamu makan ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Dibalik kuku-kuku manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Sepuluh perkara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi :" Apa itu wahai terlaknat ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat&lt;br /&gt;dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka.&lt;br /&gt;Itulah maksud firman Allah :&lt;br /&gt;Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka&lt;br /&gt;dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan&lt;br /&gt;berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah&lt;br /&gt;dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah&lt;br /&gt;mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada&lt;br /&gt;mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka&lt;br /&gt;saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan&lt;br /&gt;yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak&lt;br /&gt;dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.&lt;br /&gt;Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah&lt;br /&gt;dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan&lt;br /&gt;akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar&lt;br /&gt;dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan&lt;br /&gt;maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya&lt;br /&gt;adalah temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah maksud firman Allah :" ....... , dan kerahkanlah terhadap&lt;br /&gt;mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan&lt;br /&gt;kaki ...... (QS. 17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya&lt;br /&gt;rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar&lt;br /&gt;saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon&lt;br /&gt;agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon&lt;br /&gt;agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya&lt;br /&gt;memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk&lt;br /&gt;adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman&lt;br /&gt;yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi&lt;br /&gt;teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki&lt;br /&gt;teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta&lt;br /&gt;kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian&lt;br /&gt;membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah&lt;br /&gt;saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar&lt;br /&gt;kepada Rabbnya. (QS. 17:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan&lt;br /&gt;didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan&lt;br /&gt;membenarkanmu" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon&lt;br /&gt;kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara&lt;br /&gt;mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat&lt;br /&gt;mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun&lt;br /&gt;sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau,&lt;br /&gt;dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :&lt;br /&gt;" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya&lt;br /&gt;saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat . Sesungguhnya&lt;br /&gt;orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu.&lt;br /&gt;Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing&lt;br /&gt;di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya.&lt;br /&gt;Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu&lt;br /&gt;sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya&lt;br /&gt;beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan&lt;br /&gt;ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka&lt;br /&gt;anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan&lt;br /&gt;ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya&lt;br /&gt;Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya&lt;br /&gt;sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang&lt;br /&gt;dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak&lt;br /&gt;lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua&lt;br /&gt;orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang&lt;br /&gt;memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur,&lt;br /&gt;tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun&lt;br /&gt;untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk&lt;br /&gt;di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi&lt;br /&gt;kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang&lt;br /&gt;yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,&lt;br /&gt;' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,&lt;br /&gt;kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan&lt;br /&gt;sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi.&lt;br /&gt;Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan,&lt;br /&gt;tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka&lt;br /&gt;bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain&lt;br /&gt;Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi&lt;br /&gt;orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad,&lt;br /&gt;tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan&lt;br /&gt;tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan.&lt;br /&gt;Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah,&lt;br /&gt;tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka&lt;br /&gt;bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap&lt;br /&gt;makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya&lt;br /&gt;orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.&lt;br /&gt;Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia&lt;br /&gt;oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah&lt;br /&gt;orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud :&lt;br /&gt;Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia&lt;br /&gt;umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)&lt;br /&gt;kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah&lt;br /&gt;Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah&lt;br /&gt;ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan&lt;br /&gt;jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan&lt;br /&gt;dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang&lt;br /&gt;telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)&lt;br /&gt;sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah&lt;br /&gt;ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis :&lt;br /&gt;" Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat&lt;br /&gt;dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan&lt;br /&gt;dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga&lt;br /&gt;hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu&lt;br /&gt;sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah&lt;br /&gt;memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan&lt;br /&gt;saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk&lt;br /&gt;neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari&lt;br /&gt;apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,&lt;br /&gt;dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu&lt;br /&gt;diberikan&lt;br /&gt;kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya&lt;br /&gt;serta para Utusan dan Para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari Kisah tersebut di atas&lt;br /&gt;Sebagai upaya mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman ini&lt;br /&gt;barangkali berguna untuk direnungkan :&lt;br /&gt;· Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa syaithan tidak&lt;br /&gt;punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho&lt;br /&gt;dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk&lt;br /&gt;mendapatkan ampunan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan Iblis adalah&lt;br /&gt;tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walau Rasulullah SAW&lt;br /&gt;telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk&lt;br /&gt;mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman :&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang&lt;br /&gt;bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan&lt;br /&gt;yang benar. (QS. 20:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan&lt;br /&gt;oleh Iblis dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya&lt;br /&gt;untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya&lt;br /&gt;sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini&lt;br /&gt;hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan&lt;br /&gt;kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source -I :&lt;br /&gt;Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999.&lt;br /&gt;Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi /&lt;br /&gt;Darul 'Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.&lt;br /&gt;Translated by : Nur Mufid, Nur Fu'ad.. Source-II : Dari Judul Asli :&lt;br /&gt;Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-'Arabi&lt;br /&gt;[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ]&lt;br /&gt;Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-682438385475426132?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/682438385475426132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=682438385475426132&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/682438385475426132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/682438385475426132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2007/11/kisah-dialog-rasulullah-saw-dengan.html' title='Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-3621596764153799020</id><published>2007-06-06T08:50:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T21:12:58.191-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Yang Bermanfaat</title><content type='html'>Oleh : Suryaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berilmu disebut alim. Dan orang yang tidak berilmu dikatakan jahil (bodoh). Seorang alim dapat memberikan jalan bagi orang yang berada di dalam kegelapan, sedangkan orang jahil bisa menyesatkan jalan seseorang. Maka, orang alim tentu saja tidak sama dengan orang yang jahil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Sami Afifi Hijazi dalam bukunya, Madkhal li Dirasah al-Falsafah al-Islamiayah mengatakan salah satu anugerah Allah SWT bagi manusia adalah akal. Artinya, mensyukuri nikmat akal itu dengan cara menggunakannya secara optimal baik membaca teks maupun realitas. Misalnya, mengkaji ilmu pengetahuan, menelaah ilmu agama, memikirkan jagat raya sebagai tanda kekuasaan-Nya, bertafakur (berpikir) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Wajalla berfirman, ''Sesunggahnya dalam penciptaan langit dan bumi serta bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.'' (QS Ali-Imran [3]: 190) Berpikir tandanya berilmu, maka mencari ilmu adalah proses seseorang di dalam mengembangkan pikirannya. Orang yang berilmu dapat dikatakan cahaya yang menerangi kegelapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, ilmu akan memberikan manfaat jika disertai dengan beberapa varian. Pertama, ilmu dan amal. Antara ilmu dan amal tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana disinyalir oleh Imam Al-Ghazali, ''Seluruh manusia berada di dalam kebinasaan kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu pun akan binasa kecuali yang mengamalkan ilmunya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ilmu, amal dan ikhlas. Ketiga varian ini mesti selalu bergandengan. Allah Azza Wajalla berfirman, ''Dan tidaklah mereka diperintah oleh Allah melainkan supaya beribadah kepada-Nya dengan ikhlas.'' (QS Albayyinah [88]: 05) Orang yang tidak ikhlas dalam melaksanakan amalannya dikatakan riya'. Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya yang paling aku takuti dari kalian adalah syirik kecil, yaitu riya'.'' (HR Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu seseorang senantiasa memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, jika disertai amalan dan ikhlas. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesamanya. Apabila salah satu hilang dari seorang alim, ia akan hilang kemanfaatannya. Maka, berpikir, mesti dibarengi dengan amalan yang ikhlas supaya menjadi ilmu yang bermanfaat. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-3621596764153799020?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=294855&amp;kat_id=14' title='Ilmu Yang Bermanfaat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/3621596764153799020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=3621596764153799020&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3621596764153799020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/3621596764153799020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2007/06/ilmu-yang-bermanfaat.html' title='Ilmu Yang Bermanfaat'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-5769685813402932306</id><published>2007-05-22T08:28:00.000-07:00</published><updated>2007-05-21T18:29:01.035-07:00</updated><title type='text'>Menjadi seorang Pemaaf</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pribadi Pemaaf&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;10 Mei 07 09:03 WIB&lt;br /&gt;Oleh &lt;strong&gt;SM Syaripudin Niskala&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat mulia yang khas dari Rasulullah Saw adalah pemaaf. Beliau adalah sosok pribadi yang sangat mudah memaafkan pihak lain. Karena beliau adalah suri tauladan bagi manusia, maka tentu saja itu berarti bahwa sifat pemaaf adalah sifat yang diharuskan bagi manusia, jika ingin sukses dunia dan akhirat. Kisah-kisah melegenda tentang keutamaan akhlak pemaaf, yang menghantarkan Beliau pada derajat manusia terbaik, terukir indah dalam lindungan kekuatan hukum hadits yang kuat (shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, terdapat dua pihak yang harus mendapatkan keberkahan dari sifat mulia pemaaf. Yang pertama adalah pihak yang berbuat salah kepada kita. Keniscayaan akan peluang berbuat kesalahan, merupakan kenyataan tak terhindarkan dalam hubungan antar pribadi. Setiap pribadi, memiliki peluang demikian terbuka atas terjadinya kesalahan-kesalahan, sebagai konsekuensi logis dari dikandungnya dua potensi kebaikan dan keburukan. Sehingga, kesempurnaan sebuah insan tidak dinilai dari ketiadaan keburukan melainkan dari rasio serta kualitas kebaikan yang seharusnya superior terhadap sisi keburukan. Untuk itu, bagi pihak lain, sifat pemaaf merupakan hadiah terbaik dari tulusnya sebuah hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kedua adalah diri kita sendiri. Ruang maaf yang cukup luas semestinya juga kita sediakan untuk terjadinya kesalahan-kesalahan diri di masa lalu. Hal ini sangat penting dan merupakan penafsiran terbuka atas larangan untuk mencela diri sendiri, menganiaya diri sendiri atau pada tingkat kulminasi tertinggi adalah larangan berperilaku putus asa. Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri dari rasa bersalah yang berkepanjangan. Dari penyesalan yang merusak semangat hidup. Dari merasa kehinaan yang destruktif terhadap cara pandang positif. Untuk membebaskan kita dari himpitan ruang rasa kesempitan yang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh mengatakan bahwa hati adalah sebuah kekuatan yang sering disalah-artikan dengan semena-mena. Sebuah kelembutan yang dikira sebagai kelemahan, sebuah hamparan terluas yang dirasa sempit. Ketahuilah, bahwa hati Anda sangat luar biasa luas dan dalam-nya - apa pun pendapat Anda mengenainya. Hanya penggunaan pikiran Anda-lah yang menghasilkan kesimpulan salah mengenai ukuran hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah yang bisa terjadi dalam kehidupan ini yang tidak tenggelam ke dalam hamparan luas hati ini? Ingatkah Anda mengenai kesedihan tak terhingga yang dulu seolah akan mengakhiri kehidupan Anda, dan yang sekarang tidak Anda ingat kecuali bila Anda diingatkan? Ke mana kah perginya semua rasa sakit, gembira, marah, sedih, cemburu, khawatir, dan takut yang pernah mewarnai hari-hari Anda itu; bila tidak sirna diserap oleh luasnya dan besarnya kemampuan hati ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah sedemikian luasnya hati itu, mengapa kita tidak cukup mampu menerima dengan tulus kelemahan dan kesalahan orang lain atau diri sendiri. Bukankah seharusnya ruang maaf itu adalah juga merupakan bagian tak bersekat dalam ruang hati kita yang sangat luas dan dalam itu - yang dengan itu juga berarti bahwa ruang maaf itu harus-lah sangat luas dan sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah demikian sulitnya kita menyadari luasnya ruang maaf pada diri kita, mohon juga diperiksa kembali, mengapa kita tidak meletakkan penghormatan yang lebih tinggi kepada Yang Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah satu-satunya rencana dari Yang Maha Pengasih adalah rencana baik atas keberhasilan kita menjadi hamba-hambanya. Di alam ruh dulu, semua manusia disiapkan dalam keadaan yang fitrah (kondisi baik dan cenderung pada kebaikan). Kemudian diperintahkan kepada seluruh alam agar tunduk dan patuh untuk dijadikan sarana jalan kebaikan. Setelah itu, dilengkapkan pula dengan contoh nyata perilaku para Anbiya dan kitab pedoman yang tak ada secuil-pun kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak-kah kita dapat melihat dari sisi pandang kehambaan, alasan mengapa kita harus menjadi pribadi-pribadi yang pemaaf bagi diri sendiri. Apakah belum cukup jelas bagi kita, kasih sayang dari-Nya sehingga kita tidak cukup mengerti tentang keharusan kita menyayangi diri sendiri - dengan menjadi pribadi pemaaf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada petunjuk keharusan bagi makhluk untuk meneladani sifat-sifat Maha dari Sang Khalik. Salah satu bentuk pengimanan pada sifat-sifat Maha Agung dalam Asmaul Husna adalah dengan upaya-upaya terencana, teratur dan tulus, proses internalisasi dalam sifat pribadi kita. Untuk itu, sifat Yang Maha Pengampun (Ghafur) seharusnya menjadi salah satu motivasi utama pembentuk sifat pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi Pemaaf&lt;br /&gt;Oleh SM Syaripudin Niskala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah syair kehambaan menyebutkan bahwa walau dosa hamba menggunung tinggi, namun ampunan-Nya melangit luas. Bukankah hal itu mengindikasikan adanya tingkat probabilitas yang sangat besar akan keniscayaan manusia melakukan kesalahan, yang kemudian dimarjinalkan dengan luasnya pengampunan yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah pengecualian, hanya ada satu kesalahan yang tak termaafkan bagi-Nya. Maka dengan itu pula, seharusnya hanya kesalahan jenis itu-lah yang juga tidak kita berikan ruang maaf dalam diri kita. Dengan demikian, seperti halnya Yang Maha Kuasa meluaskan ketersediaan ruang pemaafan kepada insan, tidak berarti diperuntukkan bagi kesalahan yang direncanakan dan yang terlahir dari kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, marilah kita menempatkan penghormatan kepada Yang Maha Penyayang di atas penghormatan pada diri sendiri. Maka bangunlah sikap lebih bersahabat dengan diri sendiri dan orang lain, dengan menjadi pribadi pemaaf yang tulus dan ringan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-5769685813402932306?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7116104015-pribadi-pemaaf.htm' title='Menjadi seorang Pemaaf'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/5769685813402932306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=5769685813402932306&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5769685813402932306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/5769685813402932306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2007/05/menjadi-seorang-pemaaf.html' title='Menjadi seorang Pemaaf'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-2286356517855750544</id><published>2007-04-01T05:53:00.000-07:00</published><updated>2007-04-01T06:07:59.639-07:00</updated><title type='text'>Sabar dan Tawakal</title><content type='html'>"Katakanlah, 'Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal'." (Q.s. at-Taubah: 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabar dan Tawakal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR&lt;br /&gt;BANYAK yang berpenampilan indah tetapi terhina, sebab dia tidak punya kesabaran. Banyak orang yang akhirnya merugi, padahal dia memiliki modal. Apa sebabnya? Dia tidak mempunyai kesabaran. Banyak orang yang tergelincir ketika dilanda asmara dan tidak sabar, akibatnya ia merasakan sakit. Alangkah indahnya orang-orang yang diberi kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innallaha ma'ash shaabiriin. Sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar. (Q.S. Al-Baqarah [2]:153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar itu pahalanya insya Allah tiada terputus. Maka, sungguh aneh jika kita ingin dekat dengan Allah, ingin indah, ingin berpahala, ingin bahagia tetapi tidak sabar. Sabar itu kunci. Kalau kita bersabar, kita akan memiliki pribadi yang indah. Kalau selalu sabar, kita akan menjadi orang yang dekat dengan Allah dan insya Allah ganjaran kita tiada terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga hal yang memerlukan kesabaran kita dalam hidup ini. Yang pertama, sabar ketika berkeinginan. Setiap hari kita selalu dituntun oleh keinginan. Kalau kita tidak sabar, keinginan inilah yang akan menjerumuskan kita. Jadi, sabar yang pertama adalah meluruskan niat ketika kita punya keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dikarunia Allah keinginan. Keinginan itulah yang menuntun sikap; kalau tidak sabar, kita kehilangan niat. Padahal niat adalah kunci agar amal diterima. Ada orang yang lelah pontang-panting, tetapi tidak ada nilainya. Mengapa? Dia tidak sabar meluruskan niat. Maka, sebelum beramal, wajib bagi kita untuk meluruskan niat. Tanpa niat, amal menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, seseorang tidak sibuk meluruskan niat. Akan tetapi ia sibuk dengan perbuatannya. Misalnya, ia ingin membeli pakaian. Kita harus bertanya dulu pada diri sendiri, "Perlukah saya membeli pakaian lagi, padahal di lemari masih banyak pakaian?", "Untuk Apa?", "Tapi kan ini warnanya kurang cocok. Kurang cocok kata siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa memberatkan hisab, kalau pakaian indah, tetapi kelakuan tidak indah? Tidak ada gunanya. Ketika akan membeli, tanyakan lagi pada diri kita, "Benarkah kita membeli sesuatu itu karena Allah atau karena ingin dipuji?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menikah? kita harus sabar untuk mengevaluasi dulu. Kumpulkan informasi dan studi kelayakan. Sudah layakkah kita menikah? Jangan tergesa-gesa, renungkan dalam-dalam, kumpulkan informasi selengkap mungkin. Bertanyalah kepada yang ahli, sebab kalau kita sudah punya keinginan, itu biasanya nafsu. Hati-hati, nafsu akan membutakan kita dari kebenaran. Kita harus sabar untuk bertanya, "Benarkah niat saya ini? Betulkah tujuan saya? Mintalah petunjuk kepada Allah dengan shalat istikharah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, hal kedua yang harus kita miliki adalah sabar berproses. Kita biasanya tidak sanggup untuk berproses. Kita harus menikmati proses, bukan hasil. Dari proses itu, insya Allah akan berbuah pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran yang ketiga adalah sabar ketika telah mendapat hasilnya. Hasil itu ada dua jenis, yaitu gagal dan sukses. Keduanya butuh kesabaran. Sudah niat ingin kerja, ikhtiar melamar ke sana-sini, kita harus sabar jika kita belum diterima. Setiap langkah kita insya Allah ada pahalanya. Mungkin memang belum ada rezekinya di sana, kita tidak usah sibuk mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu rezekinya di mana? Mungkin memang rezeki kita bukan jadi seorang pekerja tetapi menjadi seorang pengusaha yang menjadi direktur utama, merangkap direktur inti dan karyawan tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sudah melamar lalu ditolak. Apakah dia gagal? Tidak! Justru keberhasilannya adalah ditolak. Ini berarti dia mempunyai pengalaman ditolak. Misalnya, dia sudah pernah ditolak tiga kali. Dengan begitu, dia sudah berpengalaman menghadapi tiga jenis calon mertua. Harus sabar menghadapinya karena mungkin belum menjadi jodohnya. Niatnya untuk melamar, sudah menjadi amal. Perjalanannya, usahanya untuk bicara baik-baik dengan calon mertua sudah menjadi amal. Bila kemudian hasilnya ditolak, -- jika kita sabar -- maka menjadi nilai amal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan itu adalah ketika kita tidak sabar menghadapi sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita punya rencana, Allah juga punya. Yang akan terjadi adalah rencana Allah, kenapa Allah menakdirkan sesuatu lalu kita anggap gagal? padahal itu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran seseorang dibimbing Allah dengan sakit, penolakan, hinaan, semua itu bisa menjadi sebuah jalan bagi dia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus sabar menghadapi sesuatu yang tidak cocok dengan keinginan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita tentang seorang Baduwi yang meninggalkan untanya saat beristirahat di suatu tempat, tanpa mengikatkan talinya pada sebuah tiang. Singkat cerita, saat ia kembali untuk melanjutkan perjalanan, ternyata untanya tidak berada di tempat semula. Kontan saja ia panik setengah mati. Orang-orang sekitar mengerumuninya karena suara yang memekik memanggil unta yang kabur. "Untaku... untaku...! Ke mana untaku...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencari ke sana-sini, ia meyakinkan dirinya bahwa terakhir kali ia melihat untanya di halaman bersama unta-unta lainnya. Ia yakin bahwa ia telah mempercayakan untanya pada Allah. Ia yakin untanya tak akan kabur karena Allah yang akan menjaganya. Oleh karena itu, ia tidak berusaha untuk mengikatkan talinya pada tiang yang telah tersedia sebab ia merasa telah menyerahkan segalanya pada Allah SWT. Atau lebih dikenal dengan istilah tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sikap tawakal orang Baduwi seperti itu benar? Keyakinan kuat tanpa diiringi ikhtiar adalah kurang sempurna. Demikian pula ikhtiar maksimal tanpa keyakinan hati kepada Allah adalah sia-sia. Tawakal yang benar adalah didasari oleh keyakinan kepada Allah bahwa Allah-lah yang mengatur segalanya dan disempurnakan dengan ikhtiar maksimal. Allah yang mengatur rezeki. Maka manusia harus berusaha untuk mendapatkannya dengan cara yang benar. Semua nikmat yang telah Allah berikan harus disyukuri dan hanya kepada-Nya orang-orang beriman bertawakal (Q.S. Al-Maaidah [5 ]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kemampuan untuk ikhtiar, merupakan nikmat besar yang telah Allah berikan. Sesungguhnya, Allah telah menetapkan ketentuan untuk segalanya. Allah tidak akan menguji seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Salah satu tanda kemuliaan seseorang adalah, adanya keikhlasan dalam melakukan sesuatu, dan disempurnakan dengan ikhtiar. Selanjutnya, ia menyerahkan segala usaha dan urusannya kepada Allah. Itulah tawakal yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertawakal kepada Allah dengan sepenuh hati tidak dilarang. Bertawakallah selalu kepada-Nya dengan syarat ia ikhlas dan melakukan ikhtiar. Bukan sikap tawakal seperti kisah Baduwi tadi. Tawakal tetapi tidak berusaha dan hanya ongkang-ongkang kaki mengharapkan hasil yang memuaskan, bukanlah sikap mukmin sejati. Tawakal seperti itu identik dengan pasrah tanpa melakukan apa-apa! Wallahu a'lam bishawaab.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-2286356517855750544?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://us.f503.mail.yahoo.com/ym/ShowLetter?box=Inbox&amp;MsgId=5784_5383471_7585395_1916_297701_0_44195_438276_3310609867&amp;bodyPart=2.2&amp;tnef=&amp;YY=25831&amp;y5beta=yes&amp;y5beta=yes&amp;order=down&amp;sort=date&amp;pos=0&amp;VScan=1&amp;Idx=4' title='Sabar dan Tawakal'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/2286356517855750544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=2286356517855750544&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/2286356517855750544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/2286356517855750544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2007/04/sabar-dan-tawakal.html' title='Sabar dan Tawakal'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-8222555136835058357</id><published>2007-01-20T00:54:00.000-08:00</published><updated>2007-01-20T02:01:23.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kenapa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><title type='text'>Inilah Gerbang Islam!</title><content type='html'>Sahnya iman seseorang adalah dengan menyatakan syahadatain. Tanpa mengucapkan kalimat ini, maka amal yang dikerjakana bagaikan abu, atau fatamorgana yang terlihat tapi tidak ada. Dalam Al Qur'an Allah menyebutkannya bagaikan debu yang berterbangan, walaupun amal yang dilakukan adalah amal yang baik sekalipun, namun tidak didasari oleh syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqan[25]: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjadikan amal mereka bagaikan debu yang berterbangan karena mereka tidak beriman. Dengan demikian jelaslah bahwa syahadatain ini menjadi pembeda manusia, mana yang muslim dan mana yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;lebih lengkap? temukan &lt;a href="http://hudzaifah.org/Article104.phtml"&gt;disini &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://hudzaifah.org/Article127.phtml"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Artikel ttg syahadat lainnya:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://hudzaifah.org/Article138.phtml"&gt;Syahadat yang diterima Allah SWT&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-8222555136835058357?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat' title='Inilah Gerbang Islam!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/8222555136835058357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=8222555136835058357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/8222555136835058357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/8222555136835058357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2007/01/inilah-gerbang-islam.html' title='Inilah Gerbang Islam!'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-116123113930428356</id><published>2006-10-18T21:07:00.000-07:00</published><updated>2006-10-18T21:27:58.083-07:00</updated><title type='text'>I'tikaf adalah... oleh DR. H.Salim Segaf al-Jufrie</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;"Ya Rabb tetapkan terus dalam hati kami untuk menyukai berdiam diri dalam Masjid untuk mendekatkan diri padaMu"..&lt;/em&gt;(maya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI I’TIKAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menurut bahasa I’tikaf berarti tinggal dan berdiam diri disuatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah Syara' I'tikaf adalah : tinggal didalam masjid dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT disertai dengan niat dan cara yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DALIL DISYARIATKANNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalil disyariatkannya I'tikaf ialah firman Allah SWT (QS Al Baqarah : 125 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail : " Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I'tikaf, yang ruku' dan yang sujud."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari Assunah, diantaranya adalah hadits Aisyah RA :&lt;br /&gt;" Dari Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW, melakukan I'tikaf pada sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadlan, sampai saat ia dipanggil Allah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HIKMAH DISYARIATKANNYA.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diantara hikmah disyariatkannya I'tikaf adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengosongkan hati dari segala urusan duniawi dan menggantikannya dengan kesibukan ibadah dan berdzikir kepada Allah dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Berserah diri kepada Allah SWT dengan menyerahkan segala urusannya kepadaNya dengan bersimpuh dihadapan pintu anugerah dan rahmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memohon perlindungan kepada Allah SWT yang maha kuasa dan maha tinggi, untuk selalu dilindungi dari gemerlapan dunia dan senantiasa mendapatkan hidayah dan inayahNya dalam mengarungi gelombang samudera dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SYARAT-SYARAT I'TIKAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diantara syarat sah dari pelaksanaan I'tikaf adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Orang yang beri'tikaf harus muslim, karena Allah SWt tidak akan menerima ibadah yang dilakukan oleh orang yang tidak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Orang yang beri'tikaf hendaklah suci dari badan, pakaian, tidak dalam kondisi junub, haidh dan nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Orang yang beri'tikaf haruslah orang yang sudah mumayyiz ( yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah ) atau ia sudah baligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Orang yang beri'tikaf haruslah memiliki niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak karena urusan dunia atau yang lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Al Bayyinah ayat 5 ;&lt;br /&gt;"Dan tidaklah diperintahkan kalian semua untuk ibadah kepada Allah kecuali dengan niat ikhlas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. I'tikaf haruslah dilakukan di masjid. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT ( QS : Al Baqarah ; 187 )&lt;br /&gt;"Dan janganlah kalian menggauli mereka ( wanita ) sedang kalian dalam keaadan I'tikaf "Ulama berbeda pendapat tentang masjid yang dibolehkan didalamnya untuk melaksanakan I'tikaf. Berikut penjelasannya :&lt;br /&gt;Menurut pendapat Imam Hanafi dan Ahmad, masjid yang dibolehkan didalamnya untuk melaksanakan I'tikaf adalah yang didirikan didalamnya shalat berjamaah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang artinya : " Setiap masjid yang memilki imam dan muadzin maka sah dan boleh dilakukan I'tilaf didalamnya." HR Daruquth&lt;br /&gt;Persyaratan ini, yang di maksud bila ynag melakukan I'tikaf itu laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk wanita, maka boleh saja ia beri'tikaf dirumah dalam mushalla yang sengaja dibuat untuk shalat. Bahkan dalam madzhab ini , wanita yang beri'tikaf di masjid yang biasa untuk berjamaah sebagaimana termaksud diatas, hukumnya makruh. Begitu pula tidak sah bila ia beri'tikaf pada selain tempat yang biasa dia gunakan untuk shalat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Imam Malik dan Syafi'I dan Dawud Addzahiri, boleh melakukan I'tikaf di setiap masjid, tidak diharuskan di dalamnya didirikan shalat berjamaah, karena tidak nash atau dalil yang sharih ( langsung ) atau secara khusus tentang yang menyatakan tentang hal tersebut. Akan tetapi lebih diutamakan I'tikaf dilakukan di masjid jami' karena Rasulullah SAW telah beri'tikaf di masjid jami'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HAL-HAL YANG MEMBATALKAN I'TIKAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Diantara hal-hal yang dapat membuat rusaknya ibadah I'tikaf kita adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Bersetubuh ( Jima') sekalipun tidak ssmpai mengeluarkan mani. Karena Allah SWT telah berfirman ( QS : Al Baqarah : 187 )&lt;br /&gt;"Janganlah kamu mencampuri mereka ( istri-istrimu ) ketika kamu beri'tikaf dalam masjid."Namun demikian, menurut Madzhab Syafi'I, kalau persetubuhan itu terjadi karena lupa, maka tidak membatalkan I'tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hal-hal yang mendorong terjadinya persetubuhan. Seperti mencium dengan syahwat atau mencumbu dan sebagainya bila menyebabkan keluar air mani. Tapi kalau tidak sampai demikian ,maka tidak membatalkan I'tikaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pingsan dan gila, baik karena mabuk atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keluarnya haidh dan nifas bagi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Murtad dari Islam. Berdasarakan firman Allah SWT ( QS : Az Zumar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian syirik kepada Allah, maka terhapuslah amal kalian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keluar dari masjid ,yang tidak ada kepentingan atau keperluan yang syar'i. Karena diantara syarat sahnya I'tikaf adalah harus di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HAL-HAL YANG BOLEH DILAKUKAN KETIKA BERI'TIKAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada beberapa hal yang di mana mu'takif (orang yang I'tikaf) boleh melakukannya tanpa mempengaruhi hukum I'tikaf atau membatalkannya. Hal ini adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Keluar dari masjid untuk mengantarkan keluarganya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh shofiyah bahwa Rasulullah SAW pernah mengantarkannya ketika dia menjenguk atau menengoknya dimalam hari. Dan pada saat itu shofiyah berada atau tinggal di rumah Usamah bin zaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Menyisir rambut, mencukur rambut, memotong kuku, dan membersihkan badan dari kotoran yang melekat di badannya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw. Berkata Aisyah Ra bahwasanya Rasulullah SAW menyuruh saya untuk menyisirkan rambutnya dengan mengeluarkan kepalanya ke jendela kamar, serta saya membersihkannya. HR. Bukhori Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keluar dari dari masjid karena da keperluan atau kebutuhan. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA. Bahwasannya Rasulullah Saw tidak masuk kerumahnya kecuali ada keperluan atau kebutuhan yang sangat penting. ( HR Bukhori Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makan dan minum di dalam masjid serta tidur didalamnya, dengan menjaga kebersihan dan kesucian masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://jkt.detik.com/kolom/aagym/ragam/200411/20041101-145506.shtml"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Link lain&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; tentang &lt;strong&gt;I'tikaf&lt;/strong&gt; yang ga kalah bagus untuk disimak&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-116123113930428356?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kaderisasi.pks.or.id/?op=isi&amp;id=172&amp;PHPSESSID=a5ecbbc65fd4176611ccbcd3f81b94db' title='I&apos;tikaf adalah... oleh DR. H.Salim Segaf al-Jufrie'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/116123113930428356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=116123113930428356&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/116123113930428356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/116123113930428356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/10/itikaf-adalah-oleh-dr-hsalim-segaf-al.html' title='I&apos;tikaf adalah... oleh DR. H.Salim Segaf al-Jufrie'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-115389058357691244</id><published>2006-07-25T22:05:00.000-07:00</published><updated>2006-07-25T22:09:43.596-07:00</updated><title type='text'>Siap-siap jelang Ramadhan yuukk..</title><content type='html'>&lt;em&gt;PKPU Online&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;21.10.2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhamadhan telah diambang pintu, tanpa kita rasakan waktu bergulir begitu cepat,kita telah berada dibulan Sya'ban, bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa untuk Rasulullah selain bulan Ramadan, Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW " Ya Rasulullah saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu dibulan Sya'ban? Rasul Bersabda " itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan merupakan bulan yang didalamnya diangkat semua amal kepada Rabul alamin. Dan saya suka diangkat amalan sedangkan saya dalam keadaan berpuasa". (HR. Imam Nasai). apa yang harus kita persiapkan dalam rangka menyongsong kedatangan tamu agung ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita mampu untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan yang dapat menambah bobot umur kita ketika kita menghadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenapa kita melakukan persiapan ini ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap Waktu-waktu yang kita lewati masing-masing mempunyai kelebihan dan keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya secara proposional dan cerdas. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan bulan suci Ramadan yang banyak mempunyai keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena didalam Ramadan adalah bulan diwajibkannya puasa, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah, dianjurkannya memperbanyak memberikan santunan, serta memperbanyak membaca Al-Quran. Disamping itu bulan Ramadan adalah bulan pengendalian diri dari syahwat perut, dari hawa nafsu serta pengendalian anggota tubuh dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan pribadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi kita harus mempersiapkan kedatangan bulan ini secara optimal, karena persiapan ini akan mempengaruhi baik tidaknya kita mengisi amaliah ramadhan. Diantara persiapan pribadi yang harus kita lakukan adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Secara Ruhi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah persiapan yang paling utama karena kekuatan ruh inilah yang akan menjadi motor penggerak segala bentuk ibadah kita sebelum, ketika dan pasca ramadhan. Maka itu apabila kita membaca sirah Rasul SAW, betapa persiapan beliau dari sisi ini sangat luar biasa, yaitu dengan melaksanakan puasa sya'ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut beliau lakukan dalam rangka mempersiapkan dan menyongsong kedatangan bulan Ramadhan. Disamping itu kita dianjurkan untuk banyak istighfar dan memohon serta memberi maaf agar kedatangan bulan suci kita sambut dengan hati bersih dari segala bentuk dosa dan perselisihan, rasa dengki dan penyakit-penyakit hati yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal lain yang harus dilakukan dalam persiapan ruhi adalah banyak berdoa kepada Allah agar DIA menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan. Ma'la ibn Fadl berkata "Para salafus shaleh berdoa selama 6 bulan agar mereka disampaikan hingga bulan ramadhan dan kemudian berdoa(pasca Ramadhan-pent) selama 6 bulan agar ibadah mereka diterima".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya Ibn Katsir berkata " diantara doa yang dibaca oleh para salaf adalah Ya Allah selamatkan aku hingga bulan ramadhan dan karuniakan aku ramadhan dan terimalah ibadah-ibadahku pada bulan ramadhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Secara Fikri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan didalamnya diwajibkan bagi kita untuk beribadah puasa yang mana dalam setiap ibadah kita harus mengerti ilmunya agar ibadah yang kita lakukan dapat sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasul-NYA. Maka persiapan ini pun tidak kalah pentingnya, untuk itu kita harus kembali membaca dan menelaah buku-buku yang berbicara tentang puasa agar kita dapat mengetahui syarat dan rukun puasa serta hal-hal yang dapat membatalkan serta menghilang nilai puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu dengan cara mengirim ucapan "Tahniah"(Selamat) kepada saudara atau teman dalam rangka memberikan image dan kabar gembira dengan akan datangnya bulan yang mulia ini. Hal tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebg mana dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabd " telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah yang telah didalamnya diwajibkan bagi kalian berpuasa, disitu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka serta para syaitan diikat, didalamnya ada sebuah malam yan lebih mulia dari seribu malam barang siapa yang diharam/dihalangi untuk mendapatkan kebaikan malam itu sesungguhnya ia telah diharamkan dari segala kebaikan" (HR.Nasai dan Baihaqi ). Imam Ibnu Rajab Al-Hambali ketika mengomentari hadits ini berkata " Hadits ini merupakan landasan agar kaum muslimin saling memberikan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Secara Jasadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Badan kita adalah salah satu komponen yang penting yang juga harus kita persiapkan dalam menyongsong bulan ramadhan, karena tanpa badan yang sehat kita tidak akan mampu melaksanakan kegiatan termasuk dalam masalah ibadah puasa, dalam hal ini Rasul SAW bersabda " Seorang mu'min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai dari mu'min dhaif dan didalam kedua ada kebaikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini rasul mendorong kita untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh karena ini sangat dicintai oelh Allah, sebab ini merupakan salah satu modal penting dalam melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-NYA. Maka cara yang paling tepat adalah dengan cara mengadakan latihan puasa sunnah menjelang datangnya bulan ramadhan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan secara Akhlaqi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali dalam bukunya Ihya - Ulumuddin berkata "Ketahuilah bahwa puasa terbag dalam 3 tingkatan, Puasa umum, puasa khusus, dan puasa khususil khusus" (Ihya-jld 1/277). Imam Ibnu Rajab Al-Hambali berkata " Tingkatan kedua orang puasa adalah yang puasa di Dunia ini karena karena Allah, maka ia menjaga kepala dan apa yang dibawahnya, menjaga perut dan apa yang di sekelilingnya dan mengingat mati serta pasca kematian, orientasi hidupnya akherat maka hari Iednya adalah hari bertemu dengan Rabnya dan hari kebahagiannya adalah hari ketika ia melihat Rabnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan dua ulama ini menunjukan bahwa ada diantara orang yang berpuasa hanya mendapatkan keletihan tanpa ada keistemewaan yang ia dapatkan dan ada juga jenis orang yang berpuasa dan mendapatkan keistimewaan yaitu orang yang dapat mempersiapkan diri dari sisi ahklaq, karena tanpa persiapan sisi ini puasa hanya akan menahan lapar dan haus saja tanpa mampu menjaga akhlaq sehingga puasa kita menjadi nihil dari sisi pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Raulullah SAW " "Berapa banyak orang yangg puasa namun mereka tdk mendapatkan dari puasa mereka kecuali lapar dan haus" (HR.Thabrani, Ahmad dan Baihaqi). Diantara akhlaq atau sikap yang harus dijaga dari saat ini sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga penglihatan dan menghindarinya dari obyek yang tdk baik. Rasulullah SAW bersabda " Penglihatan adalah panah dari panah beracun iblis" (HR.). Nabi Isa as berkata" penglihatan akan menimbulkan di dalam hati syahwat dan cukuplah itu sebagai sebuah kesalahan"&lt;br /&gt;Menjaga lisan dari perkataan yang bathil dan tdk bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda " Apabila kalian sedang berpuasa janganlah berkata dengan perkataan kotor (keji) dan janganlah melakukan perbuatan bodoh (berteriak,mencela) apabila ada orang yang menghina katakan kepadanya bahwa saya sedang puasa" (HR.Muttafaq 'alaihi). Maka ketika mampu menjaga lisan maka insya Allah kita akan terhindar dari puasa yang sia-sia namun ketika kita tidak mampu untuk itu maka puasa kita akan sia-sia, sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah SAW "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan bohong maka Allah tidak menperdulikan ibadah puasanya" (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;Menjaga pendengaran dari hal-hal yang bathil.&lt;br /&gt;Tidak memperbanyak mengkonsumsi makanan ketika berbuka. Memperbanyak makanan ketika berbuka adalah hal yang kurang baik karena akan menyebabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan Secara Materi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda "Rasulullah SAW bersumpah tidak ada bulan yang paling baik bagi orang beriman kecuali bulan Ramadhan, dan tidak ada bulan yang paling buruk bagi orang munafik kecuali bulan Ramadhan, dikarenakan pada bulan itu orang beriman telah menyiapkan diri untuk berkonsentrasi dalam beribadah dan sebaliknya orang munafik sudah bersiap diri untuk menggoda dan melalaikan orang beriman dari beribadah" (HR.Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul SAW yang berbunyi " dikarenakan orang beriman telah menyiapkan diri untk berkonsentrasi dalam beribadah" diterangkan oleh para ulama sbb " Hal itu dikarenakan orang beriman telah menyiapkan diri dari sisi materi untuk memberikan nafkah kepada keluarganya karena mereka ingin konsentrasi beribadah, sebab memperbanyak Qiyam lail menyebakan mereka harus banyak tidur diwaktu siang dan memperbanyak I'tikaf menyebabkan mereka tidak bisa untuk beraktifitas diluar masjid, hal ini semua menyebabkan mereka tidak bisa untuk melakukan aktifitas mencari ma'isyah, maka itu mereka mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum datang bulan Ramadhan agar mereka dapat konsern dalam beribadah serta mendapatkan keutamaan bulan yang mulia ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping hal tersebut diatas persiapan dari sisi materi penting juga kita laksanakan agar kita dapat mencontoh Rasulullah dari kedermawanan yang beliau contohkan ketika datang bulan Ramadhan sebagaimana yang riwayatkan dari banyak hadits. Dari kitab Shahihain Ibnu 'Abbas ra berkata " Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan pada bulan Ramadan ketika berjumpa dengan Jibril untuk bertadarus Al-Quran, kedermawanan Rasulullah ketika itu bagaikan angin yang berhembus, " dari Riwayat Imam Ahmad disebutkan " Ia tdak diminta sesuatu kecuali diberinya". Maka tanpa persiapan dari sisi materi kita tdk akan mampu mencontoh dan mengikuti kedermawanan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persiapan dari sisi lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan adalah faktor yang tidak dapat kita abaikan dalam menyiapkan diri menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, sebab lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung proses pelaksanaan ibadah dibulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rumah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rumah adalah lingkungan yang paling utama dalam kehidupan seorang manusia, karena disitulah sebagian besar kehidupannya ia habiskan. Rumah merupakan nikmat yang harus disyukuri maka ketika Allah SWT mengazab orang yahudi bani Nadzhir mereka di azdab dengan mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka (QS.59:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita sebagai seorang muslim harus mengkondisikan tempat tinggal kita agar dapat menunjang kekhusuan amaliah ibadah kita selama bulan Ramadan. Diantara hal yang paling harus kita perhatikan dalam mengkondisikan rumah adalah masalah Media, terutama TV karena media ini adalah media yang sangat tinggi pengaruhnya dalam mengganggu kekhusuaan ibadah kita. Maka kita harus bisa meminimalisir dalam menggunakan media ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetangga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disamping rumah yang harus kita kondisikan juga para tetangga, yaitu dengan cara memberikan keterangan dan anjuran untuk menyiapkan kedatangan bulan Ramadan, dalam hal ini dapat kita lakukan dengan berkoordinasi dengan para tokoh apakah Pa' RT / RW dan juga para kyai yang ada dilingkungan sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat Ibadah (Masjid/Mushalla)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tempat ibadah juga harus kita siapkan dalam menyambut bulan suci Ramadan, dengan 2 cara, pertama secara material yaitu dengan mengadakan pembersihan umum dan perbaikan. Kedua secara Immaterial yaitu dengan mengadakan acara Tau'iyah (Penyuluhan) tentang puasa dan pentingnya mengisi ramadan dg amalaiah secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat Kerja dan Pasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Sebelum memasuki syahrul awakhir kita masih tetap mengadakan kegiatan dan aktifitas di kantor atau tempat-tempat kerja kita, maka kita juga harus mengadakan persiapan dengan melakukan penyadaran yang menyeluruh apakah dengan mengadakan pemasangan famplet, pengajian atau dengan mengirim email keteman-teman yang sekantor ttg Ramadan dan amaliah ibadah Ramadan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-115389058357691244?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pkpu.or.id/rmd.php?id=1&amp;no=0' title='Siap-siap jelang Ramadhan yuukk..'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/115389058357691244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=115389058357691244&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115389058357691244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115389058357691244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/07/siap-siap-jelang-ramadhan-yuukk.html' title='Siap-siap jelang Ramadhan yuukk..'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-2307924221666567385</id><published>2006-07-25T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T07:34:36.249-07:00</updated><title type='text'>Pro kontra Hadist Do'a Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>Doa Memasuki Bulan Rajab&lt;br /&gt;Kamis, 25/06/2009 13:04 WIB | email | print&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga Alloh selalu merahmati ustadz dan para pejuang Islam dimana pun mereka berada. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ustadz, kita memasuki bulan Rajab dan biasanya beredar dan banyak dibahas keutamaannya termasuk doa "Allohumma bariklana fi Rajaba wa Sya'ban wa balighna Ramadhan." namun, ada sebagian orang yang tidak setuju bahkan mencela hal itu karena beranggapan bahwa hadits itu dloif. sebenarnya bagaimana status hadits itu dan bagaimana hukum melaksnakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jazakallohu khoiron katsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalamu'alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarifin&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumussalam Wr Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Syarifin yang dirahmati Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw apabila memasuki bulan rajab bersabda,”Allahumma Barik Lana Fii Rajab wa Sya’ban wa Ballighnaa Ramadhan—Wahai Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan ramadhan.” Didalam sebuah riwayat,”Wa Barik Lana Ramadhan.” (Dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad didalam “Zawaidul Musnad” (236); al Bazzar didalam “Musnad”-nya , sebagaimana di dalam “Kasyfil Astar” (616), Ibnus Sunni didalam “Amalul Yaum wal Lailah” (658), Thabrani didalam “al Ausath” (3939), didalam “ad Du’a” (911), Abu Nu’aim didalam “al Hulyah” (6/269), al Baihaqi didalam “asy Syu’ab” (3534), didalam kitab “Fadhailul Auqat” (14), al Khatib al Baghdadi didalam “al Muwaddhih” (2/473), Ibnu Asakir didalam “Tarikh”-nya (40/57) dari jalan Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Numairiy dari Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadits ini dhoif (lemah) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod : Buhkori dan Nasai mengatakan bahwa haditsnya munkar. Abu Daud mengatakan,”Aku tidak mengetahui beritanya.” Abu Hatim mengatakan bahwa hadits dari Ziyad an Numairiy dari Anas hadits yang marfu munkar, dan kami tidak mengetahui darinya (Anas) atau dari Ziyad. Adz Zahabi mengatakan bahwa ia dhoif. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa haditsnya munkar (lihat : “at Tarikhul Kabir” (3/433), “al Jarh” (3/613), “al Majruhin” (1/308), “al Mizan” (2/65), “at Tahdzib” (3/305), “at Taqrib” (1/256).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Ziyad bin Abdullah an Numairy al Bashriy : Ibnu Ma’in mengatakan,”Tidak ada masalah”. Abu Daud melemahkannya. Abu Hatim mengatakan,”Haditsnya ditulis namun tidak dipakai sebagai hujjah (dalil).” Ibnu Hibban didalam ats Tsiqot mengatakan bahwa ia salah, kemudian dia menyebutkannya di “al Majruhin” bahwa hadits yang diriwayatkan dari Anas adalah munkar dan tidak menyerupai seperti sebuah hadits yang bisa dipercaya dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah (dalil). “Adz Dzahabi” mengatakan bahwa dia lemah. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa dia lemah. (lihat : “Tarikh” Ibnu Ma’in (2/179), “al Jarh” (3/536), “al Kamil” (3/1044), “al Mizan “(2/65). “At Tahdzib” (3/378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidah bin Abir Roqod sendiri yang meriwayatkan hadits ini dari Ziyad an Numairiy. Thabrani mengatakan didalam al Ausath,”Hadits ini tidak diriwayatkan dari Rasulullah saw kecuali dengan sanad seperti ini, di sini hanya Zaidah bin Abir Roqod sendiri.”&lt;br /&gt;Al Baihaqi mengatakan,”Didalam hadits ini An Numairy sendiri dan dari dirinya Zaidah bin Abir Roqod. Bukhori mengatakan bahwa Zaidah bin Abir Roqod dari Ziyad an Nuamiry munkar haditsnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari satu ulama yang menyatakan kelemahan sanad hadits ini, diantaranya : Imam Nawawi didalam “al Adzkar” (547), Ibnu Rajab didalam “Lathoiful Ma’arif” (143), al Haitsami didalam ‘al Mujma’” (2/165), adz Dzahabi didalam “Al Mizan” (2/65), Ibnu Hajar didalam “Tabyinul ‘Ajib” (38). (Fatawa Wastisyaarotul Islamil Yaum juz I hal 461)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas tampak bahwa hadits tersebut terkategorikan lemah (dhoif) namun isi didalamnya adalah anjuran agar setiap mukmin senantiasa memperhatikan waktu-waktu dan usianya untuk tetap berada didalam kebaikan serta merindukan untuk bertemu dengan bulan mulia, ramadhan. Tentunya ini amerupakans sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Dan kandungan hadits tersebut tidaklah bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh para ulama salaf yang senatiasa memberikan perhatian kepada bulan ramadhan sepanjang tahunnya. Setengah tahun sebelum kedatangan ramadhan mereka senantiasa berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan mulia tersebut dan setengah tahun setelahnya berdoa agar berbagai ibadah mereka di bulan mulia itu diterima oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh Ibnu Rajab mengatakan,”Telah diriwayatkan dari Abu Ismail al Anshariy yang mengatakan bahwa tidak ada dalil yang shahih terhadap keutamaan bulan rajab selain hadits ini. Pernyataannya ini perlu dikaji karena sesungguhnya didalam sanad hadits ini terdapat kelemahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits itu merupakan dalil terhadap anjuran berdoa agar tetap berada didalam waktu-waktu utama untuk melakukan berbagai amal shaleh didalamnya. Sesungguhnya bagi seorang mukmin tidaklah bertambah usianya kecuali didalam kebaikan dan sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan baik amalnya. Para ulama salaf menginginkan kematian mereka diikuti dengan amal shaleh, diantaranya puasa ramadhan atau kembali menunaikan ibadah haji. Terdapat ungkapan,”Siapa yang mati seperti itu maka dia akan mendapatkan ampunan.” (Lathoiful Ma’arif 1/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian—meskipun hadits tersebut dhoif—diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa dengan hadits tersebut ketika memasuki bulan rajab. Sebagaimana perkataan para ulama bahwa diperbolehkan mengamalkan hadits dhoif didalam keutamaan amal dengan syarat bahwa hadits itu tidak diriwayatkan oleh seorang pendusta, kejam dan kasar yang menjadikan kelemahannya sangat berat dan hadits itu juga tidak berkaitan dengan sifat-sifat Allah, tidak berhubungan dengan permasalahan-permasalahan akidah, atau hukum-hukum syariah berupa halal, haram dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-2307924221666567385?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/doa-memasuki-bulan-rajab.htm' title='Pro kontra Hadist Do&apos;a Menjelang Ramadhan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/2307924221666567385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=2307924221666567385&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/2307924221666567385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/2307924221666567385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/07/pro-kontra-hadist-doa-menjelang.html' title='Pro kontra Hadist Do&apos;a Menjelang Ramadhan'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-115303046512042739</id><published>2006-07-15T23:11:00.000-07:00</published><updated>2006-07-15T23:14:25.140-07:00</updated><title type='text'>Belajar Empati dari Rasululloh</title><content type='html'>&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keselamatan dan keimanan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min.&lt;br /&gt;(al Quran, surat At Taubah:128)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RasululLah saw., pimpinan dan teladan utama kehidupan dan aktifitas da'wah, melalui hari-hari panjang yang sarat dengan perenungan akan nasib kaumnya. Bahkan tarikh mencatat, menjelang bi'tsah diangkatnya beliau sebagai Rasululloh, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk berkhalwat di gua Hira. Mulut gua itu tepat menghadap ke arah Ka'bah yang menjadi jantung kehidupan sosial masyarakat Arab. Ka'bah tampak sebagai sebuah titik hitam dari puncak bukit sana. Ini makin menguatkan penghayatan kita akan tiga hal pada diri Rasul.. Pertama, hati dan pikiran beliau terus terlibat dengan masalah kaumnya. Kedua, beliau seorang harish yang sangat menginginkan kebaikan pada kaumnya. Dan ketiga, yang merupakan puncak dari rangkaian sifat mulia ini digambarkan dengan raufun rahimun, dua asma Allah yang disandangkan kepada Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kammi-jepang.net/sorotan.php?id=14"&gt;read more..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-115303046512042739?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kammi-jepang.net/sorotan.php?id=14' title='Belajar Empati dari Rasululloh'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/115303046512042739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=115303046512042739&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115303046512042739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115303046512042739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/07/belajar-empati-dari-rasululloh.html' title='Belajar Empati dari Rasululloh'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-115201043887833632</id><published>2006-07-04T03:51:00.000-07:00</published><updated>2006-07-04T04:08:46.703-07:00</updated><title type='text'>Jalinan Cinta Hamba dan Allah</title><content type='html'>Resensi Buku: Abdul Hadi Hasan Wahbi (Penulis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah nutrisi hati, pelepas dahaga jiwa, penyejuk mata, kebahagiaan jiwa, cahaya akal, penyegar batin, puncak cita-cita dan harapan paling mulia. Kehidupan tanpa cinta adalah kematian. Cinta adalah cahaya, yang tanpanya seseorang bisa tersesat dalam lautan kegelapan. Cinta adalah obat penawar yang tanpanya seseorang akan diserang oleh berbagai macam penyakit. Cinta adalah kelezatan, yang tanpanya kehidupan seseorang akan dicekam oleh kerisauan dan penderitaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila napas kehidupan bisa berdenyut karena dilandasi oleh sebuah cinta, maka cinta hamba terhadap Allah merupakan nutrisi yang memberikan suntikan kekuatan tak terperi bagi seorang Mukmin, yang membuatnya bertahan dalam menghadapi gempuran zaman yang tiada henti melibasnya. Cinta inilah yang terus memompakan rasa optimisme yang besar pada sang Mukmin sehingga ia berhak meraih karunia Ilahi yang paling agung, yaitu cinta Allah ( mahabbatullah ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seorang hamba yang ingin dicintai oleh Allah tentu saja tidak tinggal diam dan menunggu saja anugerah dari langit. Tidak, sebaliknya ia harus proaktif memburu anugerah itu, yakni dengan berusaha untuk mencintai-Nya lebih dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah ini juga bukan sekadar menjadi klaim belaka yang hanya menjadi pemanis bibir, namun harus ada usaha kongkret yang mencerminkan keinginan agung itu. Seorang hamba yang benar-benar cinta kepada Allah ini bisa dicirikan dalam hal-hal berikut; dia menginginkan pertemuan dengan Allah di sorga, karena hati yang mencintai Sang Kekasih pasti ingin menyaksikan dan berjumpa dengan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lainnya dari seorang hamba yang mencintai Allah adalah merasa nikmat dalam berkhalwat, bermunajat kepada Allah dan membaca al-Qur ' an. Sabar terhadap hal-hal yang tidak disukai, mengutamakan Allah atas segala sesuatu, mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang dicintainya, baik lahir maupun batin. Selalu mengingat Allah, cemburu karena Allah, dan senang terhadap segala sesuatu yang menimpa dirinya dalam perjalanan menuju Kekasihnya. Mencintai kalam Allah, tobat yang dibarengi dengan khuaf (cemas) dan raja ' (harap). Menyesal, jika lupa mengingat Allah, lemah lembut kepada hamba Allah dan tegas kepada musuh-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ciri-ciri dari seorang hamba yang mencintai Allah. Kalau sudah ada usaha maksimal dari sang hamba untuk mencintai-Nya dengan mempraktikkan hal-hal di atas, maka ia punya harapan besar untuk meraih mahabbatullah (dicintai Allah), yang ditandai dengan adanya perlindungan dari dunia, pemeliharaan yang baik, dikaruniai sifat lemah lembut, diterima penduduk bumi, mendapat cobaan, dan mati dalam keadaan melakukan amal shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Nabi saw. bersabda: “ Jika Allah mencitai seorang hamba, maka ia akan memaduinya. ” Sahabat bertanya tentang ‘ memadui ' itu, dan Nabi menjawab, “ Diberi taufiq untuk beramal shalih saat ajalnya, sehingga ia disenangi tetangga dan orang sekitarnya ” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memang sangat bagus sekali dibaca oleh orang yang mendambakan cinta sejati, yang terikat dengan jalinan cinta bersama Rabb-nya, karena buku ini juga mengurai tentang serangkaian amal yang bisa mendatangkan mahabbatullah . Semisal membaca al-Qur ' an sambil mentadabburi dan memahami maknanya, taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan ibadah sunnah, setelah ibadah wajib. Selalu mengingat Allah di setiap saat, baik dengan lisan, hati, amal, atau keadaan. Mengutamakan ( itsar ) Kekasih di atas keinginan pribadi dan berusaha menggapai cinta-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menyaksikan berbagai macam kebaikan, karunia dan nikmat-Nya, baik zhahir maupun batin. Pengenalan dan penyaksian hati akan nama-nama dan sifat-sifat Allah, remuk redam hati di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya pada saat nuzul ilahi (turunnya Allah) di tengah malam. Nabi bersabda: “ Rabb kita (Allah SWT.) turun ke langit dunia tiap malam, hingga tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Dia berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Ku-beri, dan siapa yang memohon ampunan akan Ku-ampuni ” (HR. Malik, dan lainnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga duduk-duduk dan bergaul dengan para pencinta Allah yang sejati, menjauhi segala hal yang bisa menghalangi hati dari Allah, mengikuti Nabi saw. dalam perbuatan, ucapan, dan akhlaknya, dan zuhud terhadap dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, ada tiga formula yang bisa membantu tumbuhnya sikap zuhud ini. Pertama , kesadaran hamba bahwa dunia hanyalah naungan sementara, sekadar angan yang datang bertamu. Kedua , kesadaran hamba bahwa di balik dunia, ada yang lebih besar, lebih mulia dan lebih penting, yaitu kampung keabadian akhirat. Ketiga , kesadaran hamba bahwa sikap zuhud terhadap dunia tidak akan menghalangi apa yang telah ditakdirkan. Demikian pula ambisinya terhadap dunia tidak akan mampu mendatangkan sesuatu yang tidak ditakdirkan untuknya. Bila hal ini telah diyakini sepenuhnya hingga sampai pada tingkat ilmul-yaqin , maka ia akan mudah bersikap zuhud terhadap dunia. (Makmun Nawawi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-115201043887833632?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.robbanipress.co.id/resensi/a.htm' title='Jalinan Cinta Hamba dan Allah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/115201043887833632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=115201043887833632&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115201043887833632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/115201043887833632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/07/jalinan-cinta-hamba-dan-allah.html' title='Jalinan Cinta Hamba dan Allah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114880474321686346</id><published>2006-05-28T01:02:00.000-07:00</published><updated>2006-05-28T01:25:43.233-07:00</updated><title type='text'>Hati yang Ikhlas</title><content type='html'>(Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam yang menjadi pegangan umat manusia pada dasarnya mengungkap makna kepatuhan dan ketundukan secara menyeluruh kepada Allah SWT. Kerangka pengertian ini tidak akan tercapai tanpa dimulai dengan sifat ikhlas--tawakal sepenuhnya ke hadirat Ilahi yang Maha Esa secara mutlak tanpa terselip tujuan atau motif lain yang bersifat duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah SWT berfirman: ''Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan teguh. Mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang benar.'' (QS Al-Bayyinah, ayat 5) Dari sudut bahasa, istilah &lt;strong&gt;'ikhlas&lt;/strong&gt;' &lt;strong&gt;berasal dari kata 'khalish'&lt;/strong&gt; yang berarti murni, suci, bersih, tidak bercampur dengan noda atau yang kotor. Laksana susu yang suci dan bersih dalam perut sapi, tidak bercampur dengan darah dan kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Imam al-Ghazali menegaskan,&lt;strong&gt; ikhlas&lt;/strong&gt; adalah sidqun niyyah fil 'amal, yaitu niat yang benar ketika melaksanakan suatu pekerjaan. Dengan kata lain, setiap amal soleh dan kebajikan yang ingin dilakukan semestinya berorientasi karena Allah. Tanpa keikhlasan, semua amal kebajikan yang dilakukan, sangat mudah terkena penyakit hati yang sangat berbahaya yaitu riya dan bangga hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Orang yang ikhlas adalah&lt;/strong&gt; manusia yang dilindungi oleh Allah dari penyakit hati tersebut. Rasulullah memberi peringatan kepada umat Islam agar menjauhi hal-hal yang bisa menodai dan mengikis sifat keikhlasan kepada Allah seperti sombong. Sabda Rasulullah SAW: ''Sedikit dari sifat riya itu adalah syirik.Maka, barang siapa yang memusuhi wali-wali Allah niscaya sesungguhnya dia telah memusuhi Allah. Sesungguhnya Allah sangat mengasihi orang yang berbakti dan bertakwa serta yang tidak diketahui orang lain tentang dirinya. Jika mereka tidak ada dan hilang dalam acara apapun, mereka tidak dicari oleh orang lain, dan kalau mereka hadir di situ mereka tidak begitu dikenali oleh orang lain. Hati nurani mereka umpama lampu petunjuk yang akan menyinari mereka hingga mereka keluar dari tempat yang gelap gelita.'' (Hadis riwayat Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah harapan dan impian mereka dengan pengabdian yang penuh tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah. Allah berfirman, ''Katakanlah: sesungguhnya solatku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mengatur seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikianlah aku diperintahkan dan aku (di antara seluruh umatku) adalah orang yang pertama Islam (yang berserah diri kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya).'' (QS al-An'am, ayat 162 - 163).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam al-Ghazali&lt;/strong&gt; menyatakan, semua manusia sebenarnya celaka, kecuali yang berilmu. Ilmuwan juga celaka, kecuali yang benar-benar mengamalkan ilmunya. Yang disebutkan terakhir ini pun celaka, kecuali yang menghiasi diri mereka dengan sifat ikhlas. Ringkasnya, selama seorang Muslim itu menyerahkan dirinya sepenuh hati kepada Allah dengan penuh keikhlasan, maka selama itulah segala gerak gerik dan diamnya, tidur dan jaganya akan dinilai sebagai satu langkah ikhlas dan tulus menuju keridaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tiga ciri ikhlas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang ikhlas memiliki ciri tersendiri sehingga menjadi lambang keperibadiannya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, tidak terpengaruh atau termakan oleh pujian dan cercaan orang lain. Bagi mereka segala pujian yang indah atau cercaan yang buruk adalah sama nilainya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, tidak mengharapkan balasan atau ganjaran dari amal kebajikan yang pernah dilakukan, tetapi dia hanya mengharapkan keridaan Ilahi.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: ''Pada hari kiamat nanti, dunia akan dibawa, kemudian dipisah-pisahkan, apa yang dikerjakan karena Allah dan apa yang dilakukan bukan karena Allah, lalu dicampakkan ke dalam api neraka.'' (Hadits riwayat Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, orang yang tidak pernah mengungkit-ungkit kembali segala kebaikan yang pernah dilakukan. Artinya, orang yang selalu menyebut tentang kebaikan yang pernah dilakukan, apalagi menghina dan memburuk-burukkan orang yang pernah diberikan bantuan, maka sesungguhnya dia sangat jauh dari golongan orang yang ikhlas. Rasulullah SAW pernah memerintahkan kita agar bersedekah secara diam-diam, jauh dari penglihatan orang banyak. Umpama tangan kanan memberi sedangkan tangan kiri tidak mengetahuinya. Sabda Rasulullah SAW: ''Bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kamu, tetapi Dia hanya melihat kepada hati kamu.'' (Hadits riwayat Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114880474321686346?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=248374&amp;kat_id=411' title='Hati yang Ikhlas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114880474321686346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114880474321686346&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114880474321686346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114880474321686346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/05/hati-yang-ikhlas.html' title='Hati yang Ikhlas'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114578992718004924</id><published>2006-04-23T03:56:00.000-07:00</published><updated>2006-04-23T03:58:47.196-07:00</updated><title type='text'>"Wanita Mulia", Mengantar 15 Anaknya dengan Modal Ikhlas</title><content type='html'>Jumat, 24 Maret 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana namanya, ia  'wanita mulia'. Ditinggal suaminya, ia&lt;br /&gt;mendidik sendiri 15 anaknya sampai meraih sarjana. Tak pernah memukul atau&lt;br /&gt;kata kasar. "Modalnya Ikhlas," katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara:&lt;br /&gt;Hidayatullah.com--Jika ukurannya gelar akademis, Mulia Kuruseng termasuk&lt;br /&gt;orang yang sukses dalam mendidik anak. Janda beranak 15 ini berhasil&lt;br /&gt;mengantarkan anak-anaknya menggapai gelar sarjana, ada yang profesor,&lt;br /&gt;doktor, master, insinyur, dan letnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1985, Mulia menjadi single parent (orangtua tunggal) bagi 15&lt;br /&gt;anaknya. "Saya berfungsi sebagai ibu sekaligus bapak," ungkapnya&lt;br /&gt;bersemangat. As'ad, sang suami, meninggal pada Oktober 1985 akibat penyakit&lt;br /&gt;hipertensi dan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As'ad seorang pedagang kain, pakaian jadi, dan sarung Bugis di Pare Pare&lt;br /&gt;(Sulawesi Selatan). Waktu itu, As'ad termasuk seorang pengusaha yang sukses.&lt;br /&gt;Omset usahanya tiap bulan mencapai Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulia bukan seorang guru apalagi bergelar sarjana, tapi hanya tamatan SD.&lt;br /&gt;As'ad pun cuma tamat SMA. "Saya menikah saat kelas II Muallimin, saya hanya&lt;br /&gt;punya ijazah SD," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ibu rumah tangga ini sukses mengantar 15 anaknya meraih&lt;br /&gt;berbagai gelar akademis? Wartawan Hidayatullah menyempatkan diri untuk&lt;br /&gt;berbincang-bincang dengan nenek dari 24 cucu ini di kediamannya, Jl Matahari&lt;br /&gt;No 20 Pare-Pare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan Anda dalam membesarkan 15 anak sendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah mengeluh. Saat itu saya tidak berpikir bagaimana nanti.&lt;br /&gt;Saya nekad saja. Alhamdulillah, Allah selalu berikan saya rezeki sedikit&lt;br /&gt;demi sedikit.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Apa saja yang Anda lakukan?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha melanjutkan usaha Bapak. Kan Bapak punya kios, ada&lt;br /&gt;barangnya. Dulu Bapak berhasil. Tetapi saat meninggal, semua piutang&lt;br /&gt;tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampaikan kepada anak-anak agar tetap melanjutkan sekolah. Jangan ada&lt;br /&gt;yang berpikir putus sekolah. Kan masih ada Tuhan. Alhamdulillah,  itu semua&lt;br /&gt;terwujud. Waktu itu yang bungsu berusia tiga tahun.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil waktu itu?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan waktu itu anak yang kedua (Suryani) dan ketiga (Indriyati) sudah&lt;br /&gt;menikah. Indriyati sebenarnya belum selesai kuliah, tapi dia sudah menikah.&lt;br /&gt;Merekalah yang banyak membantu saya mengurus adik-adik. Merekalah yang&lt;br /&gt;men-support adik-adiknya untuk maju sekolah.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Apa yang paling Anda tekankan dalam mendidik anak-anak?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip saya mendidik anak-anak ada tiga hal, yaitu ikhlas, jujur, dan&lt;br /&gt;sabar. Kejujuran saya tanamkan sejak mereka kecil, ini turunan dari&lt;br /&gt;kakeknya. Kami dulu dididik untuk senantiasa jujur. Jika ada makanan di&lt;br /&gt;meja, tidak ada yang langsung mau makan, harus dibagi dulu. Jika ada uang di&lt;br /&gt;meja, mereka berteriak mencari siapa yang punya. Jadi, di rumah ini tidak&lt;br /&gt;pernah terjadi kehilangan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan 15 anak, untuk bersikap sabar tentu berat ya. Pernahkah Anda memukul&lt;br /&gt;atau mencubit  mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah memukul mereka. Contohnya, si bungsu pernah mogok makan.&lt;br /&gt;Gara-garanya minta dibelikan sepeda motor karena temannya semua sudah beli&lt;br /&gt;motor. Saya tidak marah. Saya hanya bersabar. Tiba-tiba temannya yang punya&lt;br /&gt;motor tabrakan dan meninggal dunia. Saya sampaikan kepada dia, "Saya sayang&lt;br /&gt;kamu Nak." Apalagi memang saya tidak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu mengeluarkan bahasa-bahasa yang sopan. Mereka tidak pernah&lt;br /&gt;dipukul, juga tidak pernah dibentak. Jika ada yang salah, saya tegur saat&lt;br /&gt;dia lagi sendiri agar tidak tersinggung, di saat adik atau kakaknya tidak&lt;br /&gt;ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang mau saya tegur, saya carikan waktu khusus. Karena jika anak&lt;br /&gt;nakal satu, bisa jadi nakal semua. Saya selalu ingatkan dengan bahasa sopan.&lt;br /&gt;Anak-anak ini semua (sambil menunjuk foto-foto mereka) tidak ada yang pernah&lt;br /&gt;kena cambuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau marah sama mereka, saya pergi wudhu kemudian shalat sunah. Nanti&lt;br /&gt;setelah tenang baru saya nasihati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hasmi As'ad (48), anak sulungnya, mengaku belum pernah merasakan kerasnya&lt;br /&gt;tangan ibunya. "Saya kira adik-adik juga begitu," kata dokter yang kini&lt;br /&gt;menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau marah, katanya, sang ibu biasanya diam. "Baru beberapa saat kemudian&lt;br /&gt;Ibu bicara," ujarnya.)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Bagaimana menanamkan keikhlasan?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah berpikir untuk mendapat gantinya, atau anak-anak membalas&lt;br /&gt;jasa-jasa saya. Tidak, saya betul-betul ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tekankan pada mereka untuk ikhlas dalam memberi. Jika saya minta&lt;br /&gt;mereka membantu adik-adiknya, harus betul-betul ikhlas, jangan dipaksakan.&lt;br /&gt;Saya bilang kepada yang punya istri, jangan bebani istrimu.&lt;br /&gt;Jika tidak setuju, jangan dilakukan. Tetapi justru menantu-menantu yang&lt;br /&gt;paling dulu memberi. Mereka bilang, "Kami ikhlas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Keluarga ini punya kebiasaan saling membantu, bila saudaranya yang lain&lt;br /&gt;memerlukan dana. Contonya saat Sumarni (anak ke-14) mau beli mobil, Mulia&lt;br /&gt;menghubungi anak-anaknya yang lain. Akhirnya mereka patungan, ada yang&lt;br /&gt;memberi Rp 5 juta, Rp 10 juta, sehingga terkumpul 70 juta untuk beli mobil).&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Dalam hal ibadah, bagaimana Anda mendidik anak-anak? *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menyuruh mereka untuk shalat, tetapi saya harus&lt;br /&gt;mencontohkannya. Saya dulu yang kerjakan, baru kemudian saya suruh mereka.&lt;br /&gt;Kita tidak bisa suruh anak-anak sebelum kita mencontohkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesehariannya, saya melarang anak-anak memasukkan urusan-urusan di&lt;br /&gt;luar ke dalam rumah, termasuk juga dalam berbahasa. Bahasa yang tidak&lt;br /&gt;dipakai di rumah dilarang masuk ke dalam rumah. Bahasa di luar dipakai di&lt;br /&gt;luar saja, tidak boleh masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ruhani, kebetulan saya bertetangga dengan KH Abdul Pa'baja (ulama&lt;br /&gt;besar di Pare Pare). Beliau juga yang banyak membantu menanamkan nilai-nilai&lt;br /&gt;moral pada anak-anak. Di sinilah terbentuknya fondasi anak-anak.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Semua anak Anda bergelar sarjana, apakah memang ditekankan soal ilmu?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, tidak. Saya cuma tekankan bahwa siapa yang tidak sekolah ayo bantu ibu.&lt;br /&gt;Akhirnya mereka semua mau sekolah. Saya juga buat persaingan di antara&lt;br /&gt;mereka. Saya tidak pernah secara langsung menekankan mereka untuk sekolah,&lt;br /&gt;saya hanya buat persaingan. Siapa yang rangking I akan lebih tinggi&lt;br /&gt;hadiahnya daripada yang rangking II. Jadi, mereka terus berlomba.&lt;br /&gt;Mereka rata-rata rangking satu, dan SD-nya lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah menyogok, baik ketika anak-anak sekolah ataupun mencari&lt;br /&gt;pekerjaan.&lt;br /&gt;Rezeki itu datangnya dari Allah, tidak perlu disogok. Insya Allah, di rumah&lt;br /&gt;ini bersih. Untuk bekerja, anak-anak bilang, "Saya tidak usah bekerja jika&lt;br /&gt;harus menyogok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengapa tidak berpikir untuk menikah lagi?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, siapa yang mau mengurus anak sebanyak ini? He...he.... Yang jelas sejak&lt;br /&gt;suami meninggal, saya berjanji untuk melanjutkan perjuangannya dengan&lt;br /&gt;menyekolahkan anak-anak. Bahkan saya pernah bersumpah untuk itu, saat suami&lt;br /&gt;saya di rawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Apa aktivitas Anda sekarang?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya di rumah saja, kadang ke pasar jaga toko, itu pun tidak serius.&lt;br /&gt;Saya hanya duduk, berdzikir, dan mengaji. Jika di toko, saya kadang&lt;br /&gt;menghabiskan dua juz dari pagi hingga Dhuhur.* (Sarmadani,&lt;br /&gt;Makasar/hidayatullah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama anak Hj Mulia Kuruseng:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dr Hasmi As'ad (48), alumnus Fakultas Kedokteran Universitas&lt;br /&gt;Hasanudin (Unhas), saat ini menjadi Kepala Kesehatan Pertamina Wilayah&lt;br /&gt;Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prof DR dr Hj Suryani As'ad, MSc, SpGK (46), profesor muda di&lt;br /&gt;Fakultas Kedokteran Unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dr Indriyati As'ad (44), MM. Dokter umum di LNG Bontang (Kalimantan&lt;br /&gt;Timur), meraih gelar master dari Universitas Mulawarman, Samarinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dr Imran As'ad, SpD (42), dokter spesialis penyakit dalam alumnus&lt;br /&gt;Unhas, bertugas di Luwuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ir Siswana As'ad (40), bekerja di Kantor Poleko Group, Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ir Solihin As'ad, MT (39), sedang melanjutkan S-3 di Austria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wahidin As'ad (37), drop-out Fakultas Ekonomi Unhas, pengusaha sukses&lt;br /&gt;di Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ir Suriasni As'ad (37), arsitek dari Unhas, kontraktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ir Nurrahman As'ad, MT (34), alumnus ITB, dosen di Universitas Islam&lt;br /&gt;Bandung (Unisba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ir Rahmat Hidayat, MS (33), master dari ITB, kini sedang menempuh&lt;br /&gt;studi doktor di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ir Jabbar Ali As'ad (31), dosen Sekolah Tinggi Teknologi (STT)&lt;br /&gt;Baramuli Kabupaten Pinrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Munir Wahyudi, SE, Ak, MM (29), magister dari Universitas Padjajaran&lt;br /&gt;(Unpad) Bandung, dosen beberapa perguruan tinggi di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ir Muhammad Arif As'ad, MM (27), alumnus Fakultas Teknik UGM, gelar&lt;br /&gt;masternya dari ITB, saat ini bekerja pada PT Indika Entertaimen Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Sumarni Aryani As'ad, SKed (26), alumnus Fakultas Kedokteran Unhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Letda Kurnia Gunadi (24), alumnus Akademi Angkatan Laut, Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114578992718004924?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hidayatullah.com' title='&quot;Wanita Mulia&quot;, Mengantar 15 Anaknya dengan Modal Ikhlas'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114578992718004924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114578992718004924&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114578992718004924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114578992718004924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/04/wanita-mulia-mengantar-15-anaknya.html' title='&quot;Wanita Mulia&quot;, Mengantar 15 Anaknya dengan Modal Ikhlas'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114421888311615707</id><published>2006-04-04T23:31:00.001-07:00</published><updated>2006-04-04T23:34:43.130-07:00</updated><title type='text'>Cara Sahabat Berinteraksi dengan Alquran</title><content type='html'>Publisher: Koran Republika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Generasi pertama terangkat kemuliaannya karena&lt;br /&gt;menempatkan Alquran di atas segala-galanya. Sedangkan&lt;br /&gt;generasi sekarang jatuh kemuliaannya karena&lt;br /&gt;menempatkan Alquran di bawah nafsu dan kehendak&lt;br /&gt;dirinya". (Dr Muhammad Al Ghazali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah Al Anshari adalah sosok lelaki ideal.&lt;br /&gt;Wajahnya tampan, badannya atletis, kaya raya pula. Ia&lt;br /&gt;pun menduduki status sosial yang tinggi di&lt;br /&gt;masyarakatnya. Di samping itu, lelaki yang memiliki&lt;br /&gt;nama asli Zaid bin Sahal An Najjary ini dikenal&lt;br /&gt;sebagai penunggang kuda hebat dari Bani Najjar, serta&lt;br /&gt;pemanah jitu dari Yatsrib yang diperhitungkan banyak&lt;br /&gt;orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk Islam, praktis semua miliknya&lt;br /&gt;dipersembahkan untuk dakwah: waktu, harta, tenaga,&lt;br /&gt;kedudukan, pemikiran, hingga nyawa. Pengorbanan ini&lt;br /&gt;terus ia lakukan hingga ia berusia lanjut.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, suami Ummu Sulaim ini dikaruniai usia&lt;br /&gt;panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Khalifah Usman bin Affan, kaum Muslimin&lt;br /&gt;harus berperang di lautan. Sebagai seorang mujahid&lt;br /&gt;kawakan, Abu Thalhah tentunya tidak mau ketinggalan.&lt;br /&gt;Bersama pasukan kaum Muslimin lainnya, ia bersiap-siap&lt;br /&gt;turut dalam peperangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Bapak, Bapak sudah tua. Bapak sudah turut&lt;br /&gt;berjuang bersama Rasulullah SAW, bersama Abu Bakar,&lt;br /&gt;dan Umar bin Khathab. Kini waktunya Bapak&lt;br /&gt;beristirahat. Biarlah kami yang menggantikan Bapak&lt;br /&gt;berperang," ungkap anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawaban Abu Thalhah? Ia membaca sebuah ayat&lt;br /&gt;Alquran, ''Berangkatlah kamu dalam keadaan senang dan&lt;br /&gt;susah, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di&lt;br /&gt;jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika&lt;br /&gt;kamu menyadari.'' (QS At Taubah [9]: 41). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Firman ini memerintahkan kita semua, baik tua atau&lt;br /&gt;pun muda, untuk berperang. Allah tidak membatasi usia&lt;br /&gt;seseorang untuk menegakkan agama Allah," lanjut Abu&lt;br /&gt;Thalhah. Ia menolak permintaan anak-anaknya untuk&lt;br /&gt;tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, mujahid dakwah ini meninggal di&lt;br /&gt;kapal satu minggu sebelum mencapai daratan. Selama&lt;br /&gt;enam hari di kapal jenazah Abu Thalhah tidak berubah&lt;br /&gt;sedikit pun. Ia telihat seperti sedang tidur pulas.&lt;br /&gt;Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sikap sahabat&lt;br /&gt;Kisah ini memperlihatkan sosok sahabat yang memiliki&lt;br /&gt;komitmen luar biasa terhadap Alquran. Lihatlah, demi&lt;br /&gt;mengamalkan satu ayat saja (QS At Taubah [9]: 41), ia&lt;br /&gt;rela mengorbankan hartanya yang paling berharga (baca:&lt;br /&gt;nyawa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dilihat dari segi fisik, Abu Thalhah masuk&lt;br /&gt;kelompok yang mendapatkan keringanan untuk tidak&lt;br /&gt;berperang. Namun, ia tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah tidaklah sendirian. Semua sabahat Rasul&lt;br /&gt;memiliki sikap dan perhormatan yang luar biasa&lt;br /&gt;terhadap Alquran. Tak heran bila zaman mereka hidup&lt;br /&gt;menjadi zaman terbaik dalam sejarah manusia.&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah&lt;br /&gt;kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan&lt;br /&gt;bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? Demikian&lt;br /&gt;janji Allah dalam QS Al Anbiyaa' [21] ayat 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi mereka terwujud dalam tiga bentuk. Pertama,&lt;br /&gt;mereka menepatkan ayat-ayat Alquran seakan ditujukan&lt;br /&gt;kepada dirinya sendiri. Saat Alquran memerintahkan&lt;br /&gt;sesuatu (shalat, zakat, puasa, menuntut ilmu,&lt;br /&gt;berjihad, dsb), maka mereka menggap perintah itu&lt;br /&gt;ditujukan untuk dirinya, bukan untuk orang lain.&lt;br /&gt;Demikian pula saat Alquran melarang sesuatu, maka&lt;br /&gt;larangan tersebut seakan-akan ditujukan kepada dirinya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah peristiwa menakjubkan terlihat saat turunnya&lt;br /&gt;ayat yang melarang meminum khamr (minuman keras).&lt;br /&gt;Tanpa banyak tanya, para sahabat membuang dan&lt;br /&gt;menumpahkan botol-botol khamr yang mereka miliki&lt;br /&gt;selama-lamanya. Padahal kebiasaan tersebut sudah&lt;br /&gt;berurat dan berakar dalam kesehariannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saat berinteraksi dengan Alquran, mereka&lt;br /&gt;meninggalkan ego dan semua atribut keduniawian yang&lt;br /&gt;dimiliki. Tidak ada khalifah, saudagar kaya, pemikir,&lt;br /&gt;panglima perang. Semuanya hamba dhaif di hadapan&lt;br /&gt;kalam-kalam Ilahi. Contoh terbaik adalah Umar bin&lt;br /&gt;Khatbah. Walau menjabat sebagai khalifah yang luas&lt;br /&gt;kekuasaannya, kuat intelegensi, fisik dan keimanannya,&lt;br /&gt;namun saat membaca Alquran ia menganggap dirinya hamba&lt;br /&gt;yang hina dina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, Umar pernah terguncangan jiwanya ketika ia&lt;br /&gt;membaca rangkaian QS At Thuur [52] ayat 9-14, ''Pada&lt;br /&gt;hari ketika langit benar-benar bergoncang. Dan gunung&lt;br /&gt;benar-benar berjalan. Maka kecelakaan yang besarlah di&lt;br /&gt;hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu)&lt;br /&gt;orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan. Pada&lt;br /&gt;hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan&lt;br /&gt;sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka), 'Inilah&lt;br /&gt;neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya'.''&lt;br /&gt;Setelah mendengar ayat ini, Umar sakit keras selama&lt;br /&gt;sebulan lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mereka berinteraksi dengan Alquran dalam&lt;br /&gt;bingkai hidayah Allah. Artinya, saat berinteraksi&lt;br /&gt;mereka tidak lepas dari pemahaman untuk tujuan apa&lt;br /&gt;Alquran diturunkan. Allah SWT menurunkan Alquran&lt;br /&gt;sebagai penerang (QS Ali Imran [3]: 138) dan petunjuk&lt;br /&gt;(hudan) bagi orang yang bertakwa (QS Al Baqarah [2]:&lt;br /&gt;2). Inilah fungsi utama. Karena memahami Alquran&lt;br /&gt;sebagai penerang dan petunjuk, maka mereka&lt;br /&gt;berlomba-lomba membaca, menelaah, memahami lalu&lt;br /&gt;mengamalkannya. Mereka yakin hanya dengan Alquran-lah&lt;br /&gt;kebahagiaan di dunia dan akhirat akan mereka gapai.&lt;br /&gt;Karena itu, mereka tidak pernah berbuat, kecuali&lt;br /&gt;perbuatan tersebut selaras dengan Alquran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam shirah nabawiyyah, kita pun melihat bagaimana&lt;br /&gt;antusiasnya sahabat menantikan turunnya ayat-ayat&lt;br /&gt;Alquran. Saat sebuah ayat turun, mereka berlomba-lomba&lt;br /&gt;membaca, menghapal dan mengamalkannya. Para sahabat&lt;br /&gt;pun memiliki kebiasaan untuk tidak membaca atau&lt;br /&gt;menelaah Alquran, sebelum mereka mengamalkannya&lt;br /&gt;ayat-ayat yang telah dibaca dan ditelaah sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perbandingan&lt;br /&gt;Sudah menjadi "rahasia umum" bahwa penyebab kemunduran&lt;br /&gt;kita, baik sebagai sebuah umat maupun sebagai&lt;br /&gt;individu, dipengaruhi oleh rendahnya tingkat interaksi&lt;br /&gt;dengan Alquran. Pola interaksi kita "umumnya" hanya&lt;br /&gt;sebatas lisan (membaca), tanpa melibatkan aspek&lt;br /&gt;lainnya (menghapal, menelaah, memahami, dan&lt;br /&gt;mengamalkan). Walaupun mengamalkan, tidak jarang&lt;br /&gt;pengamalannya masih parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbandingan menarik dari ulama Mesir, Dr Muhammad&lt;br /&gt;Al Ghazali (alm) tentang pola interaksi generasi&lt;br /&gt;Khulafaur Rasyidin dengan generasi sekarang terhadap&lt;br /&gt;Alquran. "Generasi pertama terangkat kemuliaannya&lt;br /&gt;karena menempatkan Alquran di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;Sedangkan generasi sekarang jatuh kemuliaannya karena&lt;br /&gt;menempatkan Alquran di bawah nafsu dan kehendak&lt;br /&gt;dirinya". Wallaahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114421888311615707?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=240010&amp;kat_id=232' title='Cara Sahabat Berinteraksi dengan Alquran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114421888311615707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114421888311615707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114421888311615707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114421888311615707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/04/cara-sahabat-berinteraksi-dengan_04.html' title='Cara Sahabat Berinteraksi dengan Alquran'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114369808547273046</id><published>2006-03-29T21:52:00.000-08:00</published><updated>2006-03-29T21:54:45.490-08:00</updated><title type='text'>Senandung Azan Mengantarkanku Pada Islam</title><content type='html'>pk sejahtera - JAKTIM - Gema azan yang yang berkumandang sebagai panggilan bagi manusia untuk melaksankan perintah sholat, mampu menggetarkan hati seorang bocah kecil berusia lima tahun.. Setelah melalui perjalanan yang panjang, melintasi ruang dan waktu di berbagai belahan dunia, akhirnya ia pun memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah perjalanan spiritualku dalam menemukan Islam, melalui pencarian yang sangat panjang . Sebelumnya aku adalah seorang katolik keturunan Irlandia dan Amerika. Hanya dalam Islam ku temukan semua jawaban yang telah lama ku cari dalam hidup. Hanya dalam Islam pula kutemukan pelipur lara dan perlindungan, persahabatan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1990, di usia 45 tahun. Aku kuliah di Universitas Arizona untuk meraih gelar Ph.D, dengan program sejarah kekaisaran Inggris modern dan studi tentang Timur Tengah. Hal ini adalah impianku sejak kuraih gelar MA dalam sejarah Inggris dan Eropa pada usia 21 tahun. Melalui studiku tentang Timur tengah dan India di Universitas Arizona inilah aku dapat bersentuhan dengan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia 3 hingga 18 tahun, posisi ayah sebagai eksekutif The California-Texas Oil Company (Caltex) kerapakali membawaku untuk hidup menetap di berbagai negara. Perjalanaku ke luar negeri dimulai pada tahun 1949 yaitu berawal di Negara Bahrain di teluk Persia, saat itu usiaku 3 tahun. Aku tinggal di sana selama kurang lebih lima setangah tahun.&lt;br /&gt;Dari Bahran aku pindah ke India pada tahun 1956, dimana sebelumnya aku tinggal di London dalam waktu yang singkat. Karena tidak ada sekolah khusus untuk orang Amerika di India, akhirnya ayah mendaftarkanku pada sekolah Kodaikanal, sebuah sekolah American Protestant missionary. Disini aku banyak belajar tentang kristiani. Akupun mulai tertarik untuk mempelajari agama-agama di dunia. Namun ayahku yang seorang katholik, mulai khawatir terhadap pendidikan protestan yang kuterima di Kodaikanal. Akhirnya ayah memindahkanku ke American international Catholic boy’s school di Roma, Italy. Dan dua setengah tahun kemudian aku pun lulus, tapatnya pada tahun1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma adalah tempat yang sangat mengagumkan untuk memahami tentang Khatolik lebih dalam. Terlebih lagi setelah ada anggapan negatif tentang Khatolik yang pernah kuterima dari teman-tamanku di sekolah Protestan Kodaikanal. Pada saat itu terjadi perubahan kepemimpinan gereja katolik. Aku banyak menyaksikan dan belajar dari para wali gereja yang datang ke sekolah. Aku juga dapat bertemu dengan kardinal, para uskup dan uskup besar, juga bertemu dengan Paus John XXIII (10 tahun sebelumnya, aku, kedua orang tua , serta saudaraku bertemu dan berbincang-bincang dengan Paus Pius XII, di tempat kediamannya di Castello Gondolfo). Setelah itu akupun meninggalkan Roma dan memperdalam agama katholikku, dan berencana untuk menjadi seorang pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, posisi ayahku sebagai eksekutif Caltex Oil Company untuk India dan Jerman, membuatku sering bertemu dengan para pejabat pemerintahan dan praktisi bisnis serta para pemimpin politik dari berbagai macam latar belakang budaya. Meraka sering berkunjung ke rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila aku mengenang masa-masa lalu, menghabiskan masa kecil di Bahrain, sebagai remaja di India, dan menyaksikan bagaimana para muslim segera sholat setelah azan berkumandang, merupakan hal yang paling mengesankan dalam pegalaman hidupku. Mendengar azan, hatiku menjadi bergetar (Hal ini masih berlangsung hingga saat ini). Aku berusaha untuk menghentikan apapun yang sedang ku dengar, dan kemudian beralih pada suara azan. Sejak saat itu, gema azan menjadi bagian yang penting dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih memikirkan tentang hal yang kualami, setelah kembali ke Amerika, memasuki bangku kuliah, membahagiakan keluarga dan bergelut 20 tahun dalam bisnis. Setelah kambali memasuki bangku kuliah, aku kembali mempelajari Islam melalui buku-buku dan pelajaran di kelas. Aku menjadi begitu tertarik pada Islam. Sedapat mungkin aku mempelajari Islam melalui buku-bku dalam bahasa Inggris. Aku membeli dan membaca buku-buku apapun tentang Islam. Sebagian buku-buku tersebut ditulis oleh orang-orang Barat yang juga memeluk Islam, seperti muhammad Asad, Martin Lings, Victor Danner, and Mohammad Marmaduke Pickthall. Mengetahui bahwa para penulis tersebut adalah seorang Barat yang memeluk Islam, membangkitkan semangatku untuk lebih mendalami Islam. Setelah membaca dan mempelajari Islam, aku menjadi begitu bersemangat dan tertarik dengan Islam, dan berusaha untuk terus mendalam apa yang aku baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat musim panas di tahun 1992, aku membaca koran A.J. Arberry yang memparkan tentang Danner’s The Islamic Tradition. Sebuah pengantar tentang kehidupan Ling yang memeluk Islam dan mematuhi ajaran Muhammad. Kisahnya dimulai saat ia mempelajari Bahasa Arab secara intensif pada sekolah musim panas di University of Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas Arabic, aku mengenal seorang Wainta keturunan Irlandia, Prancis dan Kanada yang memeluk Islam (Sebelumnya ia juga seorang katholik sepertiku). Aku juga mengenal baik seorang Muslim keturunan Pakistan Amerika, yang ku kenal pada saat konferensi di UCLA, dimana kami berdua tamppil sebagai pembicara.&lt;br /&gt;Selama musim panas tersebut, aku berbincang panjang lebar kepada mereka berdua tentang bagaimana rasanya menjadi seorang muslim. Segera hal ini mejadi perhatian kami semua, bahwa keyakinanku sama dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Namun bila seseorang menanyakan padaku tentang mengapa aku tidak memeluk Islam saja, aku tidak memiliki jawaban. Pada saat itu aku hanya dapat mengatakan bahwa aku akan memaluk suatu keyakinan bila aku telah meyakininya seratus persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai seorang sejarawan, aku terkesan pada kenyataan bahwa keaslian dan kebenaran Al Qur'an dapat di buktikan (Dua dari Alqur'an pada zaman Khalifah Usman masih ada), sebagai ajaran dari Muhammad. Ini sangat bertentangan dengan Kristiani, karena aku telah mempelajarinya secara mendalam selama bertahun-tahun melalui sekolahku dulu. Namun, aku masih memiliki karaguan untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir musim panas, seorang temanku di UCLA menyarankanku untuk membaca buku yang berjudul "Muhammad Asad's The Road to Mecca" terjemahan dan komentar Muhammad Asad tentang Al Qur'an. Asad adalah seorang keturunan Austria dan Yahudi yang memeluk Islam, dan menjadi sahabat dekat Abdul Aziz Ibn Sa`ud, pendiri kerajaan Saudi Arabia di tahun 1920an. Diantara banyak aktifitasnya, termasuk sebagai sahabat pemimpin Pakistan Muhammad Iqbal, Asad juga dikenal sebagai peroleh biaya siswa untuk fakultas bahasa Arab dan Al Qur'an. Aku telah selesai membaca buku Asad’s Road to Mecca di pertengahan Oktober, sesaat sebelum menghadiri pertemuan tahunan The Middle East Studies Association di Orego, dimana aku tampil sebagai pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara selesai, pertemuan ini menjadi ajang reuniku dengan teman-teman di sekolah musim panas, termasuk dengan muslimah Kanada dan muslim dari UCLA yang juga memberikan presentasinya. Kami pun mengunjungi beberapa toko buku tak jauh dari lokasi konferesi. Pada suatu kesempatan, teman muslimah ku ini menanyakan kepadaku secara langsung " Kapan kamu akan menjadi seorang Muslim?" Aku hanya dapat mengatakan padanya bahwa aku telah siap menjadi seorang muslim dari dalam hatiku dan segenap fikiranku. Tanpa buang waktu, ia menyaranku untuk segera mengucapkan kalimat syahadat. Aku berbicara dengan ragu-ragu, namun tidak memiliki alasan untuk tidak melakukannya. Maka di Powell's Bookstore di Portland aku mengucapkan kalimat syahadat. Tak lama setelah itu, segera ku tinggalkan toko buku dan menuju ruanganku. Aku bagitu merasakan kebahagiaan yang teramat sangat dalam jiwa dan ragaku. Kemudian, segera ku menemui tamanku dari UCLA dan menceritakan kepadanya bahwa aku telah menjadi seorang muslim dan memperlihatkan Al Qur'an yang diberikan oleh teman muslimahku. Temanku ini juga begitu merasa gembira, dia memelukku dengan hangat dan mengucapkan selamat datang sebagai saudaranya dalam Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 13 November, sekali lagi kuacapkan kalimat Syahadat di hadapan jamaah sholat Juma'at di Islamic Center of Tucson. Aku duduk dihadapan ratusan orang. Lebih kurang 40 orang muslim menyambutku dengan pelukan dan ciuman. Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam buku Muhammad Asad, aku bermaksud memilih namanya sebagai nama muslimku. Sejak Ia masuk Islam, aku merasa bahwa namanya adalah nama yang baik untukku dan aku berharap dapat menjadi seorang muslim dan sarjana yang bekualitas sepertinya. Saat kembali ke University of Arizona, teman Arabku dan seorang profesor dalam bidang sejarah manyarankan untuk merubah namaku menjadi Muhammad As‘ad, karena menurut mereka nama itu menggambarkan kepribadianku sejak memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun sejak memeluk Islam, hidupku penuh dengan kebahagiaan, dan kulakukan berbagai usaha untuk kemajuan Islam. Dahulu tak ada satu pun pihak keluargaku yang memeluk Islam, kini mereka simpati dan mengerti, dan suatu hari nanti aku berharap mereka akan menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;Aku juga menghabiskan musim panas di tahun 1994 dan tahun 1995 di Damaskus, Syria dimana aku belajar Islam dan bahasa Arab tepatnya di Islamic Call College. Pada tahun 1996 aku mengajar tentang Islam sejarah Timur tengah pada Pima Community College di Tucson. Pada tahun ini pula aku bekerja di University of Arizona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku selalu memotivasiku. Dan aku pun kini aktik dalam da'wah di Islamic Center of Tucson, dan menjabat sebagai Executive Committee yang bertanggung jawab terhadap masalah media dan public relations. Pada tahun 1993, aku mulai menjadi pembicara tentang Islam pada sekolah sekolah, gereja, synagogues (tempat ibadah kaum Yahudi) dan di University of Arizona. Aku memperoleh gelar M.A. kedua pada tahun 1997 di University of Arizona.&lt;br /&gt;Akhirnya, pada Agusatus 2001, aku mendapat gelar Ph.D. dalam bidang sejarah. Sejak Agustus 2002, aku mengunjungi Asisten profesor sejarah di University of Texas di El Paso. Di UTEP, aku mengajar tentang Timur tengan dan sejarah Islam, sebaik sejarah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diceritakan dr. Michael D. Berdine Ph.D. (aka Muhammad As‘ad) pada Islam Online 19/03/2003. (nsh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114369808547273046?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pks-jaktim.or.id/sejahtera/article.php?sid=249&amp;mode=thread&amp;order=0' title='Senandung Azan Mengantarkanku Pada Islam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114369808547273046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114369808547273046&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114369808547273046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114369808547273046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/03/senandung-azan-mengantarkanku-pada.html' title='Senandung Azan Mengantarkanku Pada Islam'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114221559029493943</id><published>2006-03-12T18:05:00.000-08:00</published><updated>2006-03-12T18:15:03.760-08:00</updated><title type='text'>Dzikir Dalam Kehidupan Seorang Muslim</title><content type='html'>Tausyiah - Rabu, 26 Oktober 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir ialah : “menyebut Allah dengan membaca tasbieh (subhanallah), membaca tahlil (laa ilaaha illallah), membaca tahmied (alhamdulillah), membaca taqdies (quddusun), membaca takbir (allahu akbar), membaca hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billah), membaca hasbalah (hasbiyallah), membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim), membaca Al-Qur’anul Majied dan membaca doa-doa yang matsur, yaitu doa-doa yang diterima dari nabi saw.” (Al-Adzkar, An-Nawawy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga dzikir perbuatan mengerjakan segala keta’atan. Lantaran itu, majelis-majelis yang diadakan untuk membahas dienullah, bisa juga dinamai majelis dzikir, sebagai yang telah ditegaskan oleh ‘Atha, ujarnya : “Majelis-majelis yang dibentuk untuk membahas soal halal dan soal haram, dipandang juga majelis dzikir (majelis menyebut Allah), karena majelis-majelis itu, memindahkan kita dari lalai lengah kepada insaf sadar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar : “Juga dinamai dzikir (dipandang berdzikir), mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan yang diperintahkan-Nya hamba supaya menjauhinya. Karena itu membaca Al-Qur’an, membaca hadist, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan sholat tathawu, dinamakan juga dzikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, dzikir ialah mengingat dan mengenangkan nikmat Allah, adakalanya menyebut nama-Nya menurut kaifiyat (cara-cara) yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-Hafizh dalam Fathu’ Bari : Dzikir itu ialah : segala lafazh (ucapan) yang disukai para umat membacanya dan membanyakkan membacanya untuk menghasilkan jalan mengingat dan mengenang akan Allah, seperti lafazh-lafazh Al-Baqiyyatu ‘sshalihaah, yaitu : “subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdzikir banyak sekali keutamaan-keutamaan yang dapat kita peroleh. Di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah SWT akan mengingat dia dengan memberikan rahmat dan pengampunan (Al Baqarah : 125)&lt;br /&gt;2. Allah SWT menyediakan baginya pengampunan dan pahala yang agung (Al Ahzaab 35)&lt;br /&gt;3. Allah akan bersamanya.&lt;br /&gt;Firman Allah dalam hadits Qudsi :&lt;br /&gt;" Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, Aku menyebutnya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat "&lt;br /&gt;(Riwayat bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;4. Dzikir akan menjadikan hati manusia tenang dan tenteram (Ar-Ra'd: 28)&lt;br /&gt;5. Amalan yang baik&lt;br /&gt;Hadits :&lt;br /&gt;''Maukah kuberitahukan kepada kalian tentang amalan yang paling baik, paling suci dalam pandangan Tuhan kalian, mengangkat tinggi derajat orang-orang yang mengamalkannya, dan tak kalah bernilai daripada menafkahkan emas dan perak, bahkan tidak kalah utama dibanding bertemu dengan musuh di medan perang kemudian kalian saling berperang dan mati syahid? Para sahabat menjawab, ''Tentu, wahai Rasulullah! Kami sangat ingin diberi tahu.'' Nabi menjawab, ''Berzikirlah kepada Allah.'' (HR Tirmidzi, Ahmad, dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir juga amal yang paling mudah dilakukan, tetapi bukan berarti nilainya rendah di sisi Allah, bahkan sebagaimana disebut dalam hadis di atas, tidak kalah utama dibandingkan bersedekah dan berjihad. Selain itu, tidak sebagaimana amalan wajib, zikir tidak dibatasi jumlahnya. Kita bisa berzikir sebanyak-banyaknya selagi mampu (Al-Ahzab: 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi alangkah baiknya kita mengajak diri kita untuk selalu berdzikir dalam kehidupan kita agar kita dapat memperoleh keutamaan-keutamaan berdzikir seperti yang tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;1. Kumpulan do'a dalam Alqur'an dan Hadits (Said Bin Ali Bin Wahf Al Qohthoni)&lt;br /&gt;2. Terjemahan Kitab al-Adzkar, Imam Muhyiddin An-Nawawi, Sinar Algesindo&lt;br /&gt;3. Pedoman Dzikir dan Doa, Prof. T.Hashby As-Shiddique, Bulan Bintang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114221559029493943?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.keadilan-jepang.org/tausiyah.php?id=307' title='Dzikir Dalam Kehidupan Seorang Muslim'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114221559029493943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114221559029493943&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114221559029493943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114221559029493943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/03/dzikir-dalam-kehidupan-seorang-muslim.html' title='Dzikir Dalam Kehidupan Seorang Muslim'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-114102001575752784</id><published>2006-02-26T21:59:00.000-08:00</published><updated>2006-02-26T22:00:15.773-08:00</updated><title type='text'>Menumbuhsuburkan Ruhiyah</title><content type='html'>Menumbuhsuburkan Ruhiyah&lt;br /&gt;Rubrik : Tarbiyah&lt;br /&gt;Publikasi : 23-02-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KotaSantri.com : Tidak ada manusia yang sempurna. Manusia dapat berbuat salah dan juga sebaliknya, melakukan perbuatan yang benar. Saat seorang muslim melakukan perbuatan salah, atau melakukan pelanggaran terhadap syariat Islam, maka saat itulah keimanannya makin lemah. Sebaliknya, saat seorang muslim melakukan perbuatan baik, melakukan amal yang sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya, maka saat itulah keimanannya makin kokoh dan ruhiyahnya makin tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya memperhatikan kondisi ruhiyahnya setiap saat. Saat ruhiyah tinggi, sudah tentu imannya kokoh. Dan iman yang kokoh akan cenderung membawa pada hal-hal baik dan membentenginya dari rayuan dan godaan berbuat maksiyat. Untuk itu, kita harus mengenali berbagai faktor yang dapat menyebabkan tumbuh suburnya ruhiyah kita. Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, ada dua faktor penumbuh subur ruhiyah seorang muslim, yaitu yang berhubungan dengan kepekaan jiwa dan yang berhubungan perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Berhubungan Dengan Kepekaan Jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor penumbuh subur ruhiyah yang berhubungan dengan kepekaan jiwa, yaitu pertama, selalu merasakan muraqabah Allah. seorang muslim seharusnya menyadari bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Seorang muslim yang memahami prinsip ini akan cenderung waspada sebelum berbuat sesuatu. Sebab segala tindak-tanduknya diawasi Allah. Ia akan khawatir berbuat sesuatu yang dapat mengundang murka dan azab Allah. Sehingga yang ada di pikirannya adalah melakukan perbuatan yang akan mendatangkan pahala, rahmat, dan keridhaan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya. Ajal adalah hak setiap insan. Ia pasti akan datang, dan waktunya sudah pasti. Karenanya, kita harus mawas diri agar tidak mati dalam kondisi su'ul khatimah. Seorang muslim yang selalu ingat kematian dan kehidupan sesudahnya akan berpikir seribu kali bila akan berbuat maksiyat. Ia akan merasa cemas di alam kubur nanti apakah menemukan kebahagiaan atau kesengsaraan. Berkaitan dengan hal ini RasululAllah SAW telah bersabda, "Perbanyaklah mengingat akan pemusnah kenikmatan." (HR. Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membayangkan hari akhirat. Seorang muslim seharusnya membayangkan kehidupannya di akhirat kelak sebagai bentuk evaluasi tehadap semua perbuatan yang telah dilakukannya selama ini. Kita dapat membayangkan bahwa kelak kita akan dikumpulkan dengan telanjang bulat dan tanpa alas kaki di Padang Mahsyar; matahari sangat dekat di atas kepala; bumi menjadi saksi atas apa yang telah kita lakukan di atasnya; anggota tubuh menjadi saksi atas setiap perbuatan; kehidupan di neraka sebagai azab bagi para pendurhaka Allah; dan tentu manis dan nikmatnya kehidupan di surga, dengan bidadarinya yang cantik jelita sebagai imbalan bagi hamba yang taat kepada-Nya. Bila kita merasa takut dengan akhir kehidupan nanti, insya Allah kita termotivasi untuk lebih khusyu' dalam ibadah dan makin ikhlas dalam setiap amal shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Berhubungan Dengan Perbuatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan yang dapat menumbuhsuburkan ruhiyah di antaranya pertama, memperbanyak membaca Al-Qur'an dan mentadaburinya. Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur'an secara rutin. Beliau memohon kepada Allah agar menjadikan Al-Qur'an sebagai taman dalam hatinya, cahaya bagi pandangannya, penghapus duka dan pemusnah kebingungan. Membaca Al-Qur'an disertai tadabbur mampu mempertajam pandangan yang sudah tumpul, merupakan pemusnah pandangan-pandangan sempit dan obat bagi hati yang sedang sakit. Seorang muslim seharusnya mempunyai target mengkhatamkan al-Qur'an sebulan sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dzikrullah. Mengingat Allah dalam berbagai kondisi akan membuat hati kita menjadi tenteram. Mengingat Allah dapat dilakukan dengan hati, lisan, pikiran, dan perbuatan. Allah SWT berfirman, "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah." (QS. Ar-Rad [13] : 28). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, melakukan amalan sunnah dengan kesungguhan. Di antara amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah shalat tahajjud, dhuha, tahiyatul masjid, tarawih, dan shalat sunat wudhu. Rasulullah juga melakukan shaum sunat ayyamul bidh (pertengahan bulan), senin dan kamis, 'arafah, tasu'a dan 'asyura, shaum Daud, dan shaum enam hari di bulan Syawal. Selain itu, infak, sedekah, dan ibadah umrah sebaikya tidak dilewatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berperilaku sesuai dengan akhlak Rasulullah SAW. Seorang muslim yang meniru perilaku Rasulullah akan memperoleh kemuliaan. Ia akan dihormati dan disegani oleh sesamanya. Kelima, bergaul dan berteman dengan orang-orang shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, menangis karena takut akan azab Allah. Seorang muslim yang taat, manakala sudah mengingat semua dosanya, hatinya akan tersentuh, jiwanya akan bergetar, dan air matanya akan meleleh. Ia akan menangis karena merasa semua amalnya tidak akan cukup untuk menutupi semua dosanya kepada Allah. Mata yang selalu basah karena takut kepada Allah tidak akan tersentuh api neraka kelak. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW melaui hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. Sabdanya, "Dua jenis mata yang tidak disentuh oleh api neraka : mata yang menangis Karena takut kepada Allah dan mata yang piket malam fi sabilillah." (Ahmad Kosasih)[Swadaya-35] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimbar @ KotaSantri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-114102001575752784?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/114102001575752784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=114102001575752784&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114102001575752784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/114102001575752784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/02/menumbuhsuburkan-ruhiyah.html' title='Menumbuhsuburkan Ruhiyah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113730175090033965</id><published>2006-01-14T20:50:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T21:09:10.913-08:00</updated><title type='text'>Urgensi Muhasabah</title><content type='html'>Tausyiah - Jumat, 28 Oktober 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan" (Q.S Al-Hasyr:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kita sebagai muslim dituntut untuk senantiasa bermuhasabah (introspeksi) diri. Apakah yang kita kerjakan sudah sesuai dengan ketentuan yang digariskan Allah SWT. Atau apakah kita mengerjakan sesuatu hanya semau gue　yaitu untuk memuaskan keinginan dunia atau hawa nafsu kita saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alangkah meruginya, apabila yang kita lakukan dengan susah payah dengan mengorbankan waktu, tenaga dan harta benda, tidaklah bernilai apapun di hadapan-Nya, dan alangkah bodohnya kita apabila telah membiarkan waktu hidup kita di dunia yang sedikit ini berlalu begitu saja, tanpa memperoleh keuntungan yang besar yaitu keuntungan pahala di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang yang sedang berjalan di jalan yang basah dan licin, penuh semak dan duri, kita harus terus berhati-hati mengayunkan langkah. Menengok kebelakang untuk memastikan kebenaran jalan dan memeriksa kedepan untuk memulai langkah kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermuhasabah agar segera dapat berbalik pabila jalan itu salah, dan tidak terperosok sangat dalam ketika tergelincir ke dalam lubang. Marilah kita contoh Rasulullah SAW, yang kesuciannya dijaga oleh Allah SWT, akan tetapi beliau kerap kali menangis dalam doa-doanya dan selalu mengakhiri kesehariannya dengan beristighfar, memohon ampun kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah lagi kita manusia lemah yang mudah salah dan tergoda, sepatutnyalah kita untuk lebih sering lagi untuk bermuhasabah. Kita dapat memanfaatkan momen-momen sehabis sholat lima waktu, untuk mengevaluasi kembali apa yang telah kita lakukan diantara dua waktu shalat kita dan juga meninjau kembali rencana-rencana kerja yang hendak dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musahabah, tentulah bukan hanya pada saat kita telah selesai melaksanakan sesuatu saja, akan tetapi mencakup tiga lingkup yang lebih luas lagi, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Yaitu dengan meluruskan niat. Segala perbuatan yang baik tidak akan berarti tanpa diawali dengan niat yang ikhlas. Dalam hadis terkenal yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab a.s. dikatakan, "Sesungguhnya amal-amal itu hanya tergantung kepada niat" (HR Bukhari Muslim). Dari hadist di atas tercerminlah betapa pentingnya niat ketika hendak melakukan amalan karena kita hanya akan mendapat sesuai dengan apa yang kita niatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebelum melakukan sesuatu, marilah kita bermuhasabah memperbaiki niat kita kembali, yaitu semata dilakukan hanya untuk mengharap ridho Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saat melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Terkadang ketika sudah mengawali perbuatan dengan niat yang ikhlas, lalu kemudian di tengah jalan, menemui rintangan dan godaan baik yang berupa bisikan setan maupun godaan dari sesama manusia. Sehingga tanpa disadari membelokkan jalan kita ke arah keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewaspadaan sangat dibutuhkan karena setan sangatlah pandai meniupkan godaan-godaan halusnya. Misalkan saja perasaan riya ataupun sombong yang hinggap karena mendapat sanjungan ketika sedang melakukan amalan yang baik ataupun tergoda uang dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran Allah telah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)"( Q.S Al-A'raf : 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu marilah kita senantiasa berhati-hati, dan selalu bermuhasabah di tengah langkah kita, seraya memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesudah melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;Kesalahan dan dosa yang terlanjur diperbuat, sebesar apapun insya Allah diperkenankan untuk diampuni-Nya asalkan kita memohon ampun dan bertaubat dengan sebenar-benarnya. Senantiasa bermusahabah sesudah melakukan sesuatu, seperti membersihkan debu-debu yang melekat di kaca setiap kali, dengan tidak membiarkan debu-debu tersebut menjadi bertumpuk-tumpuk sehingga susah untuk dibersihkan dan susah untuk mengembalikan kilapannya. Demikianlah juga diri kita yang harus selalu dijaga dari segala dosa sehingga kita mudah untuk menerima bimbinganNya menuju jalan islam yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang2 yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah2an Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkankamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama denannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh engkau maha kuasa atas segala sesuatu" (Q.S At Tahrim: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat dan HidayahNya, agar kita dapat menjadi orang yang beruntung dunia dan akhirat dengan selalu bermuhasabah terhadap diri kita, Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113730175090033965?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.keadilan-jepang.org/tausiyah.php?id=310' title='Urgensi Muhasabah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113730175090033965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113730175090033965&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113730175090033965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113730175090033965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2006/01/urgensi-muhasabah.html' title='Urgensi Muhasabah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113439860765529988</id><published>2005-12-12T06:42:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T06:43:27.686-08:00</updated><title type='text'>Mempererat jalinan Silaturrahim</title><content type='html'>Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ayyub r.a. berkata: "Seorang Badwi menhadang Nabi Muhammad s.a.w. dan memegang kendali untanya lalu berkata: "Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku apakah yang dapat mendekatkan aku kesyurga dan menjauhkan diriku dari api neraka?" Jawab Baginda s.a.w.: "menyembah Allah s.w.t. dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun dan mendirikan sembahyang dan mengeluarkan zakat dan menghubungi kerabat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. berkata: "Pada suatu waktu petang hari Arafah kami bersama Baginda s.a.w. tiba-tiba Baginda s.a.w. bersabda: "Jangan duduk bersama kami siapa yang memutuskan hubungan kekeluargaan, supaya bangun dari tengah-tengah kami." Maka tidak ada orang kecuali seorang dibelakang Baginda s.a.w. sendiri, tetapi tidak lama ia kembali maka ditanya oleh Baginda s.a.w.: "Mengapakah engkau , sebab tidak ada orang yang bangun kecuali engkau?" Jawabnya: "Ya Rasulullah, ketika saya mendengar sabdamu itu, segera saya pergi kerumah makcikku yang memutuskan hubungan dengan aku, lalu dia bertanya: Mengapa kau datang, ganjil sekali kedatangan mu ini?" Maka saya beritahukan apa yang saya dengar daripadamu, maka ia membaca istighfar untuk ku dan aku juga membaca istighfar untuknya." Baginda s.a.w. bersabda: "Bagus engkau, duduklah sekarang sebab rahmat tidak akan turun pada suatu kaum jika ada diantara mereka seorang yang memutuskan hubungan kekeluargaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Laits berkata: "Hadis ini sebagai dalil bahawa memutuskan hubungan kekeluargaan itu dosa besar sebab dapat menolak rahmat baginya dan bagi kawan-kawan yang duduk bersamanya, kerana itu maka kewajipan kita tiap muslim harus bertaubat dari pemutusan terhadap kekeluargaan dan istighfar minta ampun kepada Allah s.w.t. dan segera menghubungi keluarga untuk mencari rahmat Allah s.w.t. dan menjauhkan diri dari api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda s.a.w. bersabda: "Tidak ada perbuatan hasanah yang lebih cepat pahalanya daripada menghubungi keluarga dan tiada dosa yang layak disegerakan pembalasannya didunia diamping siksanya kelak diakhirat seperti putus hubungan kekeluargaan dan berlaku zalim aniaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr bin Al'ash r.a. berkata: "Seorang datang kepada Baginda s.a.w. dan berkata: "Ya Rasulullah, saya mempunyai keluarga yang saya hubungi tetapi mereka memutuskan hubungan kepadaku. Saya baik kepada mereka tetapi mereka zalim kepadaku dan saya tolong membantu mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, apakah boleh saya membalas perbuatan mereka dengan perbuatan yang sama?" Jawab Baginda s.a.w.: "Tidak, sebab jika kamu membalas mereka, maka sama dengan mereka, tetapi hendaknya engkau tetap mengambil cara yang lebih baik dan tetap menghubungi mereka, maka selalu engkau akan mendapat bantuan dari Allah s.w.t. selama engkau berbuat demikian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga macam dari akhlak orang ahli syurga, tidak terdapat kecuali pada orang yang baik, pemurah hati iaitu:&lt;br /&gt;-Berbuat baik kepada orang berbuat jahat kepadanya&lt;br /&gt;-Memaafkan orang yang zalim kepadanya&lt;br /&gt;-dan murah hati kepada orang yang bakhil kepadanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Adhdhahaak bin Muzakim ketika menafsirkan ayat yang berbunyi: "Yamhu Allahu maa yasya'u wayuts bitu." (Tafsirannya) "Sesungguhnya seorang itu adakalanya menyambung kekeluargaannya padahal umurnya sudah tinggal tiga hari, tiba-tiba Allah s.w.t. menambah umurnya hingga tiga puluh tahun, dan adakalanya ia memutuskan hubungan kekeluargaan sedang umurnya masih sisa tiga puluh tahun, maka dipotong oleh Allah s.w.t. menjadi hanya tiga hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsauban r.a berkata Baginda s.a.w. bersabda: "Tidak dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak dapat menambah umur kecuali amal kebaikan (taat) dan adakalanya seseorang itu tidak mendapat rezeki kerana berbuat dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar r.a. berkata: "Siapa yang takwa kepada Tuhan dan menghubungi keluarganya maka akan ditambah umurnya dan diperbanyak harta kekayaannya dan disayang oleh keluarganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Laits berkata: "Artibertambah umur itu terdapat dua macam. Sebahagian ulama berpendapat bertambah kebaikannya dan ada juga yang mengertikan bertambah umur sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda s.a.w. Ada pula yang berpendapat tidak dapat ditambah sebagaimana firman Allah s.w.t.(Yang berbunyi): "Idza jaa'a ajalluhum la yasta khiruna sa'atan wala yastakdimun." (Yang bermaksud): "Jika telah tiba ajal mereka maka tidak dapat diunsirkan (ditunda) sesaat dan tidak dapat dimajukan." Tetapi erti bertambah umur iaitu dicatat terus pahalanya sesudah matinya, maka tercatatnya pahala sesudah mati itu sama dengan bertambah umur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said meriwayatkan dari Qatadah berkata Baginda s.a.w. bersabda: "Bertakwa kamu kepada Allah s.w.t. dan menghubungi keluargamu sebab yang sedemikian itu baik untukmu diakhirat dan lebih tetap bagimu didunia." Ada keretangan: "Jika kau mempunyai kerabat lalu tidak pergi kepadanya dengan kakimu dan tidak kau bantu dengan hartamu bereti telah kau putus hubungannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Shuhuf ada tersebut: "Hai anak Adam, hubungilah kerabatmu dengan membantunya dengan hartamu dan jika kau bakhil dengan hartamu atau sedikit hartamu maka berjalan kepadanya dengan kakimu." Baginda s.a.w. bersabda: "Hubungilah kerabatmu walau hanya dengan memberi salam kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maimun bin Mahran berkata: "Tiga macam yang tidak dibedakan simuslim dengan kafir iaitu:&lt;br /&gt;- Siapa yang berjanji kepadanya maka harus ditepati baik kepada muslim atau kafir&lt;br /&gt;- Dan kepada keluargamu harus kau hubungi baik ia muslim atau kafir&lt;br /&gt;- dan siapa memberi amanat kepadamu harus kau kembalikan kepadanya baik ia muslim atau kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka'bul- Ahbaar berkata: "Demi Allah yang membelah laut untuk Musa a.s. dan Bani Israil, tertulis didalam kitab Taurat: "Takutlah kepada Tuhanmu dan berbaktilah kepada ibu bapamu dan sambunglah hubungan kerabatmu, nescaya Aku tambah umurmu dan Aku mudahkan kekayaanmu, dan Aku jauhkan kesukaranmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah s.w.t. menyuruh bersilaturrahim dalam beberapa ayat al-Quran yang berbunyi: "Wattaqu Allahal ladzi tasa'aluna bihi wal arham. (Yang bermaksud): "Dan takutlah kamu pada Allah yang dalam semua hajatmu kamu minta padaNya dan jagalah hubungan kerabatmu. Dan jangan kamu putuskan hubungan dengan mereka." Ayat yang lain pula berbunyi: "Wa ati dzai qurba haqqahu." (Yang bermaksud): "Laksanakan kewajipanmu terhadap kerabat." Didalam ayat yang lain pula berbunyi: "Inna Allaha ya'muru bil adli ihsani wa ieta'i dzil qurba." (Yang bermaksud): "Sungguh Allah menyuruh kamu berlaku adil (beriman kepada Allah s.w.t.) dan berlaku baik terhadap sesama makhluk dan menyambung hubungan kerabat." Ayat yang lain pula berbunyi: Wa yanha anil fah sya'i walmunkari wal bagh yi." (Yang bermaksud): "Dan melarang perbuatan-perbuatan dosa (yang keji) dan mungkar dan penganiayaan." Ayat yang lain pula berbunyi: "Ya'idhukum la'allakum tadzakkarun." (Yang bermaksud): "Allah menasihatkan padamu supaya kamu sedar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman bin Madh'uun r.a. berkata "Baginda s.a.w. sebagai sahabat karib kepadaku, kerana itu pertama aku masuk Islam hanya kerana malu kepadanya sebab ia selalu menganjurkan kepadaku supaya masuk Islam, maka aku masuk Islam tetapi hatiku belum mantap kepada Islam. Tiba-tiba pada suatu hari saya duduk dengannya, tiba-tiba ia mengaibkan aku seolah-olah ia berbicara dengan orang yang disampingnya, kemudian ia menghadap kembali kepadaku sambil bersabda: "Malaikat Jibril telah datang kepadaku membawa ayat (Yang berbunyi): "Innallah ya'muru bil'adili wal insani wa ita'i dzil qurba." (Yang bermaksud): "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil (beriman kepada Allah s.w.t) dan berbuat baik dan mengertikan kewajipan terhadap kerabat.", maka saya merasa sangat gembira dan mulai meresap iman dalam dadaku, maka aku bangun pergi kepada Abu Thalib dan saya berutahu bahawa saya tadi duduk dengan anak saudaranya, tiba-tiba ia dituruni ayat tersebut. Abi Thalib berkata: "Ikutlah Muhammad, nescaya kamu untung dan terpimpin, demi Allah anak saudaraku itu hanya menganjurkan kepada akhlak dan budi yang baik, jika ia benar atau dusta, maka ia tidak mengajak kamu kecuali kepada kebaikan." Ketika Baginda s.a.w. mendengar suara Abu Thalib sedemikian maka ia ingin kalau-kalau ia masuk Islam, maka diajaknya masuk Islam tetapi Abu Thalib menolak, maka turunlah ayat yang berbunyi: "Innaka la tahdi man ahbabta wala kinnallaha yahdi man yasya'u." (Yang bermaksud): "Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada siapa yang kamu sayangi tetapi Allah memberi hidayah pada siapa yang Dia kehendaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam yang berbunyi: "Fahal asaitum in tawallaitum an tufsidu fil ardhi wa tuqath thi'uu arhamaakum. Ulaikalladzina la 'anahumullahu fa ashammahun wa a'ma absharahum." (Yang bermaksud): "Apakah ada kemungkinan jika kamu telah menjadi wali (pemimpin) diatas bumi ini lalu kamu merosak dan memutuskan hubungan kerabat. Mereka yang berbuat demikian itu, orang-orang yang dikutuk oleh Allah sehingga dipekakkan telinga mereka dan dibutakan mata mereka." (Surah Muhammad ayat 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. telah berfirman kepada rahim: "Akulah Arrahman dan engkau rahim, Aku akan memutuskan rahmatKu terhadap orang yang memutuskan hubungan dan Aku akan menyambungkan rahmatKu kepada orang yang menghubungimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahim itu bergantung dengan arsy berdoa siang malam: "Ya Robbi, sambunglah hubungan orang yang menghubungiku dan outuskan hubungan orang yang memutuskan hubungan dengan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasan Albashri berkata: "Jika manusia telah telah menonjolkan ilmunya dan mengabaikan amal perbuatannya dan kasih sayang hanya dengan lidah, sedangkan dalam hati mereka penuh rasa benci dan memutuskan hubungan kekeluargaan, maka mereka akan terkutuk (dilaknat) oleh Allah s.w.t. maka dipekakkan dan dibutakan mata hati mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-laits meriwayatkan dengan sandanya dari Yahya bin Salim berkata: "Dahulu di Mekkah ini ada orang berasal dari Khurasan, seorang soleh dan orang-orang biasa menitipkan segala harta mereka kepadanya. Maka ada seorang menitipkan kepadanya wang sebanyak sepuluh ribu dinar, lalu ia pergi untuk kepentingannya, kemudian orang itu kembali ke Mekkah sedang orang yang dititipi itu telah mati, maka ia bertanya kepada keluarga dan anak-anaknya tentang harta titipannya itu. Dijawab: "Kami tidak mengetahui apa-apa seba dia tidak memberitahu apa-apa kepada kami." Lalu orang itu bertanya kepada ulama-ulama Fuqaha' yang banayk sekali diMekkah. "Saya titip kepada ....(Fulan) sepuluh ribu dinar dan kini orang itu telah mati dan saya bertanya kepada keluarga dan anak-anaknya, mereka menjawab tidak mengetahui hal keadaan ini, maka bagaimanakah pendapatmu?" Jawab para ulama yang ditanya itu: "Kami mengharap semoga orang itu min ahlil jannah, nanti malam jika lewat tengah malam, maka pergilah engkau kezamzam dan panggillah namanya didalam perigi zamzam itu dan katakan: "Ya Fulan bin Fulan, saya yang titip kepadamu dahulu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dilaksanakan nasihat itu dan dipanggil nama orang itu sampai tiga kali, tetapi tidak ada jawapan. Maka ia kembali kepada para ulama yang memberitahu kepadanya. Mereka berkata: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, kami khuatir kalau-kalau kawan mu itu ahli neraka, sekarang kau pergi keYaman dan pergi keBirhut, disana ada perigi, jika lewat tengah malam kau panggil: "Ya Fulan bin Fulan, saya yang titip wang kepadamu dahulu itu." dan ketika ia memanggil sekali sahaja telah mendapat jawapan. Lalu ditanya: "Kasihan kau, mengapakah kau disini, padahal dahulu kau orang yang baik?" Jawabnya: "Saya mempunyai keluarga diKhurasan, maka saya putuskan hubungan dengan mereka sehingga mati, maka Allah s.w.t. menuntut aku dengan ini dan menempatkan diriku disini, adapun hartamu masih tetap ada dan saya tidak mempercayakan harta kepada sesiapapun walau terhadap anak-anak saya, harta itu saya tanam dirumah, maka kau minta izin kepada anakku untuk masuk rumahku, kemudian kau masuk dan galilah ditempat yang saya tunjuk itu, nescaya kau akan mendapat hartamu masih cukup." Maka segera ia kembali dan minta izin kepada anak-anaknya untuk menggali tempat yang ditunjuk itu, maka benar bahawa hartanya masih utuh semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Laits berkata: "Jika seorang itu dekat dengan kerabatnya maka hubungan kerabat itu berupa hidayah-hidayah dan ziyarah, jika tidak dapat membantu dengan harta, maka cukup dengan tenaga, jika jauh maka hubunginya dengan surat menyurat dan jika dapat mendatangi maka itu lebih utama. Ketahuilah bahawa silaturrahim itu mengandungi sepuluh keuntungan iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat keridhoan Allah s.w.t. sebab Allah s.w.t. menyuruh silaturrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggembirakan mereka kerana ada hadis yang mengatakan bahawa seutama-utama amal ialah menyenangkan orang mikmin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegembiraan malaikat kerana malaikat senang dengan silaturrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapat pujian kaum muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjengkelkan iblis laknatullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambah umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi berkat rezekinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan orang-orang yang telah mati kerana ayah dan nenek-nenek itu senang jika anak cucunya bersilaturrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memupuk rasa cinta dikalangan kekeluargaan sehingga suka membantu bila memerlukan bantuan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertambahnya pahala jika ia mati sebab selalu diingati kepadanya jika telah mati dan mendoakan kerana kebaikannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas r.a berkata: "Tiga macam orang yang akan berada dibawah naungan Allah s.w.t. pada hari kiamat iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menyambung hubungan kekeluargaan diberkati umurnya dan dilapangkan kuburnya dan rezekinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang ditinggal mati oleh suaminya dan ditinggali anak-anak yatim lalu dipeliharanya sehingga kaya mereka atau mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membuat makanan lalu mengundang anak-anak yatim dan orang-orang miskin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan berkata: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Dua langkah manusia yang disukai Allah s.w.t. Ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah menuju sembahyang fardhu dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah menuju silaturrahim kepada kerabat yang mahram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima macam siapa yang melaziminya bertambah hasanatnya bagaikan bukit yang besar dan dilapangkan rezekinya iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang selalu sedekah sedikit atau banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menghubungi kerabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang selalu berjuang untuk menegakkan agama Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang selalu berwuduk dan tidak memboros penggunaan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tetap taat kepada kedua ibu bapanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113439860765529988?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.keadilan-jepang.org/tausiyah.php?id=325' title='Mempererat jalinan Silaturrahim'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113439860765529988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113439860765529988&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113439860765529988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113439860765529988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/12/mempererat-jalinan-silaturrahim.html' title='Mempererat jalinan Silaturrahim'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113403605315310770</id><published>2005-12-08T01:59:00.000-08:00</published><updated>2005-12-08T02:00:53.166-08:00</updated><title type='text'>Ulama Al-Qur'an Syaikh Muhammad Jibril: Al-Qur'an itu Pencemburu, Ia Meninggalkan Orang yang Meninggalkannya</title><content type='html'>07/12/2005 08:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - Bulan Ramadhan memang telah lewat. Tapi kesejukan malam-malam di bulan itu, boleh jadi masih terasa di antara kita. Jika kita sebagai Muslim Mesir, kita pasti mengenal salah seorang imam Masjid yang sangat digemari oleh para jamaah. Dia adalah Syaikh Muhammad Jibril. Ia ulama al-Qur'an yang namanya tertambat di dalam hati jutaan kaum Muslimin di Mesir. Adalah malam-malam indah yang begitu berkesan, bila seorang Muslim bisa berdiri mengikuti shalat tarawih yang dilakukannya di Masjid Amr bin al-Ash di Kairo. Karenanya, ribuan orang selalu berusaha berada di masjid, mendengarkan alunan tilawah al-Qur'annya sebagai imam, dan mengamini do'a serta munajat yang diucapkannya di dalam shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dia tidak hanya mengimami jamaah masjid di Mesir, tapi kerap bertandang ke berbagai negara dan memimpin shalat berjamaah dengan suaranya yang sangat baik dalam membaca al-Qur'an. Syaikh Muhammad Jibril, adalah salah satu ulama al-Qur'an yang begitu lekat dalam hati umat Islam Mesir saat ini. Berikut petikan dialog yang dilakukan oleh Islamonline bersama Syaikh al-Qur'an ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda belajar al-Qur'an, hukum dan bacaannya, dan bagaimana anda memelihara hafalan dan bacaan al-Qur'an? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belajar dan menghafal al-Qur'an, mempelajari hukum-hukumnya melalui kitab-kitab tradisional di salah satu desa di distrik Qalyubiya. Ketika itu aku berguru dari Syaikh Amin Sulaiman rahimahullah. Dan hingga kini aku masih berusaha membaca dan menghafal al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dalam menghafal al-Qur'an adalah mengulang hafalannya setiap hari dan memperkuat hafalan. Rasulullah saw telah memerintahkan kita untuk hal itu. Beliau bersabda, "Peliharalah hafalan al-Qur'an. Demi Zat yang jiwaku ada di Tangan Nya, sesungguhnya memelihara al-Qur'an itu lebih sulit berada di hati seseorang dari pada lepasnya seekor unta dari ikatannya. Karenanya, al-Qur'an itu mempunyai rasa cemburu. Kecemburuan al-Qur'an adalah ia akan meninggalkan orang yang meninggalkannya. Jika engkau mengabaikan dan melupakannya satu hari saja, ia akan melupakan dan mengabaikan Anda selama satu minggu. Dan jika engkau meninggalkannya selama satu minggu, maka ia akan meninggalkan Anda selama satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seseorang menghafal al-Qur'an dan tidak melupakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan orang yang menghafal al-Qur'an adalah mempunyai agenda harian untuk berjanji dengan dirinya dan di hadapan Allah agar tidak lupa terhadap ayat yang dihafalnya. Terlebih saat sekarang banyak sekali godaan yang mengganggu kita. Aku membaca al-Qur'an ribuan kali dan mengkhatamkannya hampir setiap enam hari sekali. Dan meskipun demikian, ketika aku mengulang membaca, aku masih merasa seperti membacanya pada pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an itu tetap saja 'perawan'. Tidak pernah habis keajaibannya. Orang yang mencintai al-Qur'an harus menjadikan al-Qur'an bagian dari agenda hariannya. Agar minimal ada satu juz setiap hari dia mengulangi hafalannya agar tidak lupa. Di samping itu ia juga harus sering mendengar bacaan al-Qur'an untuk memperkuat hafalan. Itu juga dilakukan oleh Rasulullah saw yang gemar mendengar bacaan al-Qur'an dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang penting, seorang Muslim harus memiliki mushaf pribadi yang menjadi rujukan ketika ia membaca dan menghafal al-Qur'an setiap hari. Sehingga ia akan mudah ingat posisi halaman dan ayat ayat yang dibacanya dalam pikirannya. Kemudian ia juga harus mempunyai waktu khusus tertentu untuk mengulang hafalan. Sebaiknya waktu itu adalah waktu fajar karena saat itu adalah saat tenang dan penuh barakah. Benarlah firman Allah swt yang menyebutkan, "Dan (bacalah) al-Qur'an di waktu fajar, sesungguhnya (membaca) al-Qur'an di waktu fajar adalah disaksikan (para Malaikat)." (QS al-Isra: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat paling penting dalam hal ini adalah keikhlasan dan kecintaan kepada al-Qur'an. Kedua hal inilah yang akan menjamin pemeliharaan hafalan terhadap al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menghafal dan membaca al-Qur'an mempunyai efek bagi prilaku seorang Muslim dalam kehidupannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja. al-Qur'an mempunyai pengaruh langsung terhadap prilaku seorang Muslim dan akhlaknya. al-Qur'an menjadikannya seperti al-Qur'an berjalan di atas bumi. Artinya, orang yang dekat dengan al-Qur'an akan lebih terpelihara dan lebih terjaga dengan perintah al-Qur'an secara lebih baik dan menghindari larangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, orang itu akan berprilaku seolah-olah ada Allah di hadapannya. Karena firman-firman Allah telah tertanam dalam hatinya. Islam telah memberikan contoh baginya yakni Rasulullah saw. yang disebutkan dalam sebuah hadits bahwa akhlaknya adalah al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar seorang Muslim bisa membaca al-Qur'an dan tetap dengan memelihara tadabbur dan tafakkurnya terhadap kalamullah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim bisa terbantu mentadabburi al-Qur'an yakni dengan mengetahui bahwa Allah tengah berbicara kepada dirinya, dan dirinya. Adakah yang lebih mulia dari perasaan seperti ini? Hendaknya ia berfikir pada perintah Allah, memperhatikan dengan baik ketika al-Qur'an memanggil dirinya dalam ayat-ayatnya. Katakanlah dalam dirimu, apakah aku adalah orang-orang mukmin yang menjadi objek dari firman Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada banyak orang yang mendengarkan al-Qur'an lalu mereka tidak terpengaruh dengan ayat ayat itu. Kenapa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab yang m enyebebkan lenyapnya pengaruh al-Qur'an dari diri orang yang membaca dan mendengarkannya. Tapi sebab utamanya ada dua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kurangnya keimanan. Karena jika ada keimanan yang baik dalam hati, pasti anggota tubuh akan tunduk dan mudah lembut ketika mendengarkan ayat-ayat al-Qur'an dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, banyaknya dosa. Dosa dalam hati itu bisa menghalangi eterpengaruhan seseorang dengan ayat ayat al-Qur'an. Hati memang bisa karatan seperti karatannya besi. Itu yang juga disabdakan oleh Rasulullah saw. Dan ketika sahabat bertanya, apakah yang bisa menghilangkan karat dalam hati? Rasulullah saw menjawab, "Membaca al-Qur'an." (na-str/iol)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113403605315310770?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://eramuslim.com/br/bc/5c/22211,1,v.html' title='Ulama Al-Qur&apos;an Syaikh Muhammad Jibril: Al-Qur&apos;an itu Pencemburu, Ia Meninggalkan Orang yang Meninggalkannya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113403605315310770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113403605315310770&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113403605315310770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113403605315310770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/12/ulama-al-quran-syaikh-muhammad-jibril.html' title='Ulama Al-Qur&apos;an Syaikh Muhammad Jibril: Al-Qur&apos;an itu Pencemburu, Ia Meninggalkan Orang yang Meninggalkannya'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113402012070181588</id><published>2005-12-07T21:28:00.000-08:00</published><updated>2005-12-07T21:35:20.720-08:00</updated><title type='text'>Menggenapkan "Separuh Dien" untuk Menjadi yang Terkenang di Hati : menjadi ayah dan suami yang ideal</title><content type='html'>Tausyiah - Jumat, 28 Oktober 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah kita dengan kata-kata "separuh dien"? Ya kata-kata yang disadur dari hadis nabi, yang sering dijadikan motivasi untuk segera menikah. Tapi sudahkah kita coba menyelami makna dari menggenapkan separuh dien ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku fillah, perjalanan hidup ini membawa kita dari satu episode ke episode yang lain dalam suatu sinetron yang kita tak tahu kapan ceritanya berakhir. Dalam suatu episode kita dituntut memegang suatu peran dan pada episode yang lain kita diberi peran baru lagi tanpa harus meninggalkan peran yang lama, sehingga semakin lama episode kehidupan yang kita jalani semakin banyak peran yang harus kita lakoni, semakin berat amanah yang harus kita pikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup kita yang mencoba menggenapkan separuh dien ini, mau tak mau Sang Sutradara akan memberi kita peran baru, bahkan diantara kita ada yang diberi dua peran sekaligus, ya kita pasti tahu peran itu sebagai suami dan ayah atau sebagai istri dan ibu. Memegang satu peran saja tidak mudah apalagi harus menjalani dua peran atau lebih sekaligus. Di saat yang bersamaan kadang2 beberapa peran menuntut loyallitas kita, pada saat itulah skala prioritas menjadi suatu keniscayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku fillah, sebagai laki2 menjadi ayah dan suami adalah suatu peran yang tidak bisa kita lepaskan ketika kita memilih episode pernikahan. Kita sering mendengar berapa banyak orang yang gagal memerankan peran ini dengan baik, sehingga selalu saja ada episode perpisahan atau perceraian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang2 cerita-cerita indah pernikahan yang pernah diidamkan hanya tinggal dongeng2 impian yang tak pernah berwujud kenyataan. Berapa banyak para suami yang mengeluhkan sikap istrinya, dan berapa banyak ayah yang tidak bisa mengerti bagaimana cara menghadapi anaknya. Demikian pula sebaliknya berapa banyak istri yang merasa diperlakukan tidak manusiawi dan anak yang merasa tidak dikasihi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang pendeta (untuk diambil hikmahnya), dia mengatakan bahwa kadang orang tertipu oleh angan2nya sendiri, dia menganggap bahwa pasangannya akan selalu siap melayani dia, dia menganggap bahwa pasangannya akan berjalan sesuai dengan keinginan dia. Dia lupa bahwa pasangannya itu adalah orang lain, yang punya latar belakang yang berbeda dengan dia, yang punya masa lalu yang berbeda dengan dia, dan yang juga punya keinginan seperti dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ketika kata "AKU" yang bicara, ketika pikiran "AKU" yang digunakan, dan keinginan "AKU" yang diperturutkan maka sudah pasti bukan keharmonisan yang didapatkan. Sama halnya dalam suatu episode drama, ketika suatu peran merasa dirinya yang paling layak dilihat, dirinya yang paling layak didengar dan hanya dirinya yang paling layak diperhatikan maka kita akan merasa jemu melihat pertunjukan drama itu karena hanya dimainkan oleh satu peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku fillah, dalam episode "rumah tangga" ini Allah sedang mendidik kita untuk berbagi bukan membagi, untuk mengerti bukan dimengerti, untuk mendengar bukan didengar. Menjadi pendengar, pengertian, emapati adalah peran yang paling sulit dilakukan karena itu berarti harus melakukan dua peran sekaligus, yaitu:menjadi suami dan ayah yang pengertian, suami dan ayah yang pendengar dan suami dan ayah empati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi seorang laki2, yang merasa punya superioritas peran sebagai "Qowam", seakan-akan menjadi suami dan ayah yang mengerti adalah seperti melakukan dua peran sekaligus yang saling bertolak belakang, karena ketika menjadi suami yang "Qowam" seolah-olah dia merasa dialah yang harus didengar, dimengerti dan diperhatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita harus mendudukkan fungsi "Qowam" pada tempatnya. Ketika kita disuruh menjaga istri dan anak kita dari api neraka seperti perintah Allah dalam At-Tahrim ayat 6, ketika itulah fungsi "Qowam" harus kita mainkan dengan bijaksana. Kenapa harus ditegakkan dengan bijaksana sebab rasul juga memberi peringatan pada kita untuk hati2 ketika meluruskan sikap pada wanita karena wanita itu bagaikan tulang rusuk, kalau dibiarkan tetap bengkok kalo dipaksa bisa patah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika fungsi "Qowam" tidak dilakukan dengan bijaksana yang terjadi adalah kesewenangan dan pemaksaaan yang berujung pada sikap perlawanan dan pembangkangan. Hal yang sama juga dapat terjadi pada anak. Anak akan jadi pembangkang bila dia didik dengan pemaksaan dan kediktatoran. Sebaliknya Luqman mengajarkan pada kita dalam Al-Qur’an agar mendidik anak dengan persuasif dan argumentatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim juga memberi teladan bagaimana dia meminta pendapat anak, berdiskusi dengan anak untuk suatu kewajiban yang diperintahkan Allah. Kita juga dapat meneladani bagaimana Rasulullah SAW juga mengajarkan persamaan derajat hukum dimata Allah kepada Fatimah, dan masih banyak lagi contoh yang bisa kita teladani bagaimana menjadi ayah yang terbaik bagi anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku fillah yang dinginkan Sang Sutradara dari peran kita adalah "qowam" yang melindungi, menyayangi dan yang mau mengerti yang menanggalkan segala atribut "kekuasaan", "kesewenangan", dan "keegoisan". Indah sekali perumpamaan Allah SWT yang diberikan pada kita "kamu bagaikan pakaian bagi mereka dan mereka adalah pakaian bagi kamu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita bisa menangkap pesan yang diinginkan Sang Sutradara, bahwa kita dituntut saling melengkapi, saling mengerti, saling menghargai, dan saling bekerja sama, tidak ada yang merasa harus lebih dihargai, lebih dimengerti dan lebih tinggi. Kalau peran yang diminta Sang Sutradara kita jalani maka kita akan merasa saling mencinta, nyaman, aman, dan tenteram dalam menjalani episode "rumah tangga". Perasaan nyaman, aman, tentreram itu sering kita kenal dengan istilah Sakinah, Mawaddah wa Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku fillah ketika perasaan sakinah mawaddah wa rahmah itu terjaga dalam hati masing2 pasangan maka jika salah satu pasangan tersebut tiada maka akan dikenang oleh pasangan yang masih hidup. Sebagaimana Rasulullah SAW selalu mengenang Khadijah r.a. walaupun beliau sudah menikah dengan Aisyah yang jauh lebih muda dari Khadijah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang membuat kita terkenang di hati bukan fisik kita tapi pengorbanan kita untuk mau menjadi suami dan ayah yang mau mengerti, mau menyayangi dan empati di mata istri dan anak kita. Semoga Allah memberi kekuatan pada kita untuk menjadi suami dan ayah yang ideal bagi keluarga kita. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113402012070181588?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.keadilan-jepang.org/tausiyah.php?id=312' title='Menggenapkan &quot;Separuh Dien&quot; untuk Menjadi yang Terkenang di Hati : menjadi ayah dan suami yang ideal'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113402012070181588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113402012070181588&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113402012070181588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113402012070181588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/12/menggenapkan-separuh-dien-untuk.html' title='Menggenapkan &quot;Separuh Dien&quot; untuk Menjadi yang Terkenang di Hati : menjadi ayah dan suami yang ideal'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113374153502640861</id><published>2005-12-04T16:11:00.000-08:00</published><updated>2005-12-04T16:12:15.030-08:00</updated><title type='text'>JAGALAH DIRIMU DARI API NERAKA</title><content type='html'>Tausyiah - Rabu, 12 Oktober 2005&lt;br /&gt;JAGALAH DIRIMU DARI API NERAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, "Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, siapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, "telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara api yang sangat menakutkan, semua umat menjadi berlutut karena kesusahan menghadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, "Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan." (Surah al-Jatsiyah ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, "Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, "Umatku, umatku." Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, "Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mau kembali, lalu malaikat Jibril berkata, "Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. "Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya." Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. "Wahai Jibril, Apakah air itu?" Maka Jibril berkata, "Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu." Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah S.A.W, " Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemunya air mata." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra. berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka. Mata yang menangis karena takut kepada Allah. Dan mata yang begadang berjaga dalam jihad fi sabilillah." (HR At-Tirmizy - Hasan Shahih) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadits –hadits lain yang menggambarkan tentang keutamaan menangis karena takut dan rindu kepada Alloh.,diantaranya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas ra ,dia berkata;”Rasululloh SAW berkhutbah dengan sebuah khutbah yang belum pernah aku dengar semisalnya, beliau bersabda;”Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui,niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. Anas berkata; Maka para sahabat Rasululloh SAW menutupi muka mereka.Dan isak tangis merekapun terdengar.” HR Bukori-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra,dia berkata;” Tatkala sakit Rasululloh semakin keras,dikabarkan kepada beliau perihal sholat,maka beliau bersabda; “Suruhlah Abu Bakar agar mengimami orang-orang”.Aisyah ra berkata;” Sesungguhnya Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hatinya, apabila dia membaca Al-quran pasti dikalahkan oleh isak tangis” Maka beliau bersabda;”Suruhlah ia agar memimpin shalat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah Shudday Ibn Ijlan Al-Bahili ra dari nabi saw bersabda; Tidak ada sesuatu yang paling dicintai oleh Alloh selain dari dua tetes dan dua bekas,yaitu tetesan air mata karena takut kepada Alloh dan tetesan darah yang menetes sewaktu berjuang di jalan Alloh.Adapun bekas, yaitu bekas luka sewaktu berjuang dijalan Alloh dan bekas dari menjalankan salah satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Alloh Ta’ala”.HR Tirmidzi, dia berkata;”Hadits Hasan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT akan dijaga dari tersentuh api neraka. Maka sering-seringlah menangis dan mohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, agar jangan sampai terkena siksa neraka yang pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang turut berjihad di jalan Allah akan dijaga dari api neraka, matanya berjaga di jalan Allah demi tegaknya agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan sampai kita menggunakan mata ini untuk begadang yang bukan-bukan dan tidak ada manfaatnya. Atau hanya sekedar melihat-lihat yang tidak ada menambah iman kepada Allah. Sebab yang dijamin terhindar dari api neraka adalah mata yang menangis karena Allah dan berjaga di medan jihad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113374153502640861?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.keadilan-jepang.org/tausiyah.php?id=280' title='JAGALAH DIRIMU DARI API NERAKA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113374153502640861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113374153502640861&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113374153502640861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113374153502640861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/12/jagalah-dirimu-dari-api-neraka.html' title='JAGALAH DIRIMU DARI API NERAKA'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-110774501627027187</id><published>2005-11-29T13:02:00.000-08:00</published><updated>2005-11-28T08:21:00.700-08:00</updated><title type='text'>Menjaga Lisan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Archive lama: Friday, October 29, 2004 &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Buka-buka arsip lalu, ternyata masih sangat berharganya artikel berikut, semoga memberi manfaat bagi penulis, pengetik ulang hingga pembaca dan saya pribadi sebagai pengoleksi ^-^ (i&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ni adalah postingan kedua milik &lt;strong&gt;tazco&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="left"&gt;Wahai kaum muslimin &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;1. Jauhilah olehmu banyak bicara (yang tidak bermanfaat) dan jagalah mulutmu dari cerewet. Sesungguhnya Allah berfirman: &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Tiada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia". (An-Nisa':114) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa di sana ada yang menghisab pembicaraanmu dan menghitungnya atasmu. Allah berfirman: Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (Qoof:17-18 )&lt;br /&gt;Ringkaslah pembicaranmu, dan bicaralah sebatas maksud dan tujuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bacalah Al-Qur'an Al-Kariem, dan berusahalah agar ia menjadi wirid harianmu, juga berusahalah untuk menghafalkannya sesuai dengan kemampuanmu, agar engkau memperoleh pahala yang besar kelak di hari akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda: Kelak (di hari kiamat) akan dikatakan kepada pembaca al-qur'an, bacalah, pelan-pelanlah dan tartilah (dalam membacanya) sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, sesungguhnya tempat dan kedudukanmu ada pada akhir ayat yang kamu baca.(Hadits Shahih, Tirmidzi, 1329)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak baik jika kamu membicarakan semua pembicaraan yang telah kamu dengar, sebab yang demikian itu memberi peluang kepadamu untuk jatuh dalam lubang kebohongan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu meiwayatkan, sesungguhnya Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya.(Muslim dalam Mukaddimahnya, hadits No:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jauhilah sifat sombong dan bangga diri dengan sesuatu yang bukan milikmu karena untuk pamer dan menyombongkan diri di depan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwa ada seorang perempuan yang berkata: "wahai Rasulullah, aku katakan bahwa suamiku telah memberiku sesuatu yang tidak pernah diberikan kepadaku". Kemudian Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang merasa kenyang dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya sebagaimana orang yang memakai pakaian kepalsuan". (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sesungguhnya dzikir kepada Allah memiliki pengaruh yang agung bagi kehidupan ruh, jiwa, badan, dan sosial seorang muslim. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu wahai ukhti muslimah berusahalah berdzikir kepada Allah dalam setiap saat dan keadaan, sesungguhnya Allah telah memuji hamba-hamba-Nya yang ikhlas kepada-Nya, firman-Nya: Yaitu orang-orang yang mengingat (dzikir) Allah sambil berdiri, atau duduk atau dalam keadaan berbaring. (AliImran:191) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Abdullah bin Basar Radhiyallahu 'Anhu mengatakan: bahwa ada seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam sesungguhnya telah banyak syareat Islam yang telah aku ketahui (dan telah aku jalankan), dan sekarang beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang bisa aku jaga dan jalankan.&lt;br /&gt;Beliau bersabda: "senantiasa engkau basahi lisanmu dengan dzikir kepada Allah". (Shahih, Sunan Tirmidzi, 2687)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika engkau hendak berbicara janganlah engkau agung-agungkan, jangan engkau fasih-fasihkan, dan jangan pula engkau buat-buat, sebab yang demikian itu adalah sifat yang dibenci oleh Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda: Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-adakan pembicaraannya, dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong). (Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaklah engkau berteladan kepada Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam , yang senantiasa lebih banyak diam dan berfikir, tidak memperbanyak tertawa berlebih-lebihan di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Diriwayatkan dari Sammak, ia berkata: aku berkata kepada Jabir bin Samurah: pernahkah kamu duduk(bermajlis) dengan Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam? Dia menjawab: pernah, beliau itu banyak diam dan sedikit tertawa. Pernah para sahabatnya membaca syair dan menceritakan tentang urusan mereka, lalu mereka tertawa, tetapi Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam ketika itu hanya sekedar tersenyum. (Musnad Ahmad, 5/86) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu berbicara, maka batasilah pembicaraanmu hanya yang baik-baik saja, jika kamu tidak bisa maka diam itu lebih baik bagimu. Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia mengatakan yang baik atau lebih baik diam. (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Janganlah sekali-kali memutus pembicaraan orang lain atau membantahnya atau menampakkan pelecehan terhadapnya, tetapi jadilah pendengar yang baik yang mendengarkan pembicaraan orang lain dengan sopan (sebagai tanda budi baikmu), dan jika engkau terpaksa membantah ucapan mereka bantahlah dengan cara yang lebih baik (untuk menampakkan kepribadianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Waspadalah sepenuhnya dengan sikap mengejek dan merendahkan dialek pembicaraan orang lain, seperti terhadap orang yang kurang lancar bicaranya atau terhadap mereka yang berbicara dengan tersendat-sendat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan janganpula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diolok-olokkan) lebih baik dari wanita(mengolok-olok). (Al-Hujurat:11)&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Rasulullah Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Seorang muslim adalah saudara orang muslim yang lainnya, tidak boleh mendzaliminya, tidak boleh menghinanya dan tidak juga meremehkannya ...., cukuplah seseorang telah berbuat kejahatan jika ia meremehkan saudaranya yang muslim. (HR.Muslim, 2564)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika engkau mendengar bacaan Al-Qur'an al-Karim, maka hentikan pembicaraanmu apapun masalah yang sedang engkau bicarakan, karena menghormati terhadap kalamullah, dan untuk mengindah perintah-Nya yang mana Dia telah berfirman: Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan baik (tenang) agar kamu mendapat rahmat. (Al-'Araf:204)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Senantiasa menimbang kata-kata (ucapanmu) sebelum diucapkan oleh lisanmu, dan berusahlah agar kalimat yang terucap oleh lisanmu adalah kalimat yang baik dan menyejukkan tetap dalam kerangka jalan kebaikan, jauh dari keburukan dan sesutau yang menghantarkan kepada murka Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kata-kata itu memiliki tanggung jawab yang besar, sudah berapa banyak kata-kata yang memasukkan pengucapnya ke dalam surga, sebaliknya sudah berapa banyak kata-kata yang menenggelamkan pengucapnya ke lembah Jahannam. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu dari Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda: Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah pembicaraan yang mengandung ridla Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya maka Allah akan mengangkatnya dengannya beberapa derajat, dan seorang hamba berbicara dengan suatu yang dimurkai Allah, seakan-akan manusia tidak peduli dengannya maka Allah menceburkannya karenanya ke dalam lembah Jahannam. (HR. Bukhari, 6478) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Muadz bin Jabal Radhiyallahu 'Anhu bertanya kepada Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam : Apakah kita ini akan dimintai pertanggungjawaban atas kalimat yang kita ucapkan? Beliau bersabda: ibumu telah kehilangan dirimu membinasakanmu wahai Muadz, tidaklah ada seorang manusia yang ditelungkupkan wajahnya kedalam neraka, kecuali disebabkan oleh hasil lisannya.(Hadits Shahih, diriwayatkan oleh irmidzi, 2110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pergunakanlah lisanmu untuk beramar ma'ruf dan nahyu munkar serta untuk berdakwah kepada kebaikan, karena lisan adalah nikmat Allah yang agung yang telah dikaruniakan kepadamu. Allah berfirman: Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. (An-Nisa':114)&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Diketik ulang dari: &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Nasehat kepada para Muslimah (Bagian Satu), &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;'Abdul 'Aziz al-Muqbil. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Penerbit: Pustaka Arafah, Solo, cet.I, April 2001/Muharram 1422 H, hal.21-29&lt;br /&gt;Kiriman dari Al-Mandily &lt;a href="mailto:akob_the_great_03@yahoo.com"&gt;akob_the_great_03@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-110774501627027187?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/110774501627027187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/110774501627027187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/menjaga-lisan.html' title='Menjaga Lisan'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113230308143960203</id><published>2005-11-17T23:55:00.000-08:00</published><updated>2005-11-18T00:38:01.463-08:00</updated><title type='text'>Mengapa kita diharuskan berdo'a?</title><content type='html'>oleh: Ummu Farhan dan mba Nuha san di Milis Fahima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tidak lain karena Allah sendiri yg memerintahkan hamba2-Nya untuk berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg disebutkan dalam salah satu firman-Nya berikut ini:&lt;br /&gt;Dan Rabbmu berfirman : "Berdoalah kepada-KU, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari meyembahKu akan masuk neraka&lt;br /&gt;jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. AlMukmin:60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah karunia dan kemurahan Allah, Dia menganjurkan para hambaNya untuk berdoa kepada-Nya dan mengharuskan kepada ZatNya untuk memperkenankan doa mereka. Sebagaimana&lt;br /&gt;yg dikatakan oleh Syufan ats-Tsauri, "wahai Zat yg sangat mencintai hamba yg paling banyak meminta kepadaNya, kemudian memperbanyak permintaan kepada-Nya. Wahai Zat yg sangat membenci hamba yg paling sedikit meminta kepada-Nya. Tiada siapapun yg seperti itu&lt;br /&gt;selain Engkau, wahai Tuhanku". Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ya'ala meriwayatkan di dalam musnadnya dari Anas bin Malik r.a., dari Rasulullah saw, yg menceritakan dari Rabbnya, Dia berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ada empat perkara: satu untuk-Ku, satu untukmu, satu untuk-Ku dan untukmu, dan satu untukmu dan hamba2Ku. Adapun yg untukKu adalah kamu semua mengabdi kepada-Ku dan&lt;br /&gt;tidak menyekutukan Aku dg apa pun. Yg utkmu adalah kewajiban-Ku utk memberikan ganjaran atas amal baik yg telah kamu kerjakan. Yg antara Aku dan kamu, maka darimu adalah doa dan dari-Ku adalah pengabulannya. Dan yg antara kamu dg hamba2-Ku ialah Aku meridhai mereka atas apa yg kamu ridhai utk dirimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam ahmad dari Nu'man bin Basyir r.a., katanya, Rasulullah saw, telah bersabda, "Sesungguhnya berdoa itu merupakan ibadah. Kemudian beliau membacakan ayat, "dan Tuhanmu berfirman, 'Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang2 yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula dari Ahmad juga dari Abu Hurairah r.a., katanya rasulullah saw telah bersabda, "Barang siapa yg tidak berdoa kepada Allah SWT, maka Allah murka kepadanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba selalu memohon dan meminta kepada Alloh subhanahu wa&lt;br /&gt;ta'ala apa saja yg dibutuhkannya setiap hari untuk kepentingan dunia&lt;br /&gt;maupun akhirat,karena semua perbendaharaan langit dan bumi ada di sisi&lt;br /&gt;Alloh.Sebagaimana dalam firmannya:&lt;br /&gt;"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya;dan&lt;br /&gt;Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yg tertentu." (QS.&lt;br /&gt;Al-Hijr:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a penting yg dimohonkan oleh seorang hamba:&lt;br /&gt;1. Mohon hidayah/petunjuk kepada Alloh subhanahu wa ta'ala,yaitu&lt;br /&gt;hidayah tufiq agar ditunjuki diatas jalan yg haq (benar).&lt;br /&gt;2. Mohon kepada Alloh subhanahu wa ta'ala agar diampuni segala dosa yg&lt;br /&gt;dilakukan,karena setiap hari,siang dan malam seorang hamba tidak luput&lt;br /&gt;dari berbuat dosa dan maksiat.&lt;br /&gt;3. Mohon kepada Alloh subhanahu wa ta'ala agar dimasukan ke Surga dan&lt;br /&gt;dijauhkan dari spi Neraka.&lt;br /&gt;4. Mohon kepada Alloh subhanahu wa ta'ala keselamatan di dunia dan&lt;br /&gt;akhirat,serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan malapetaka.&lt;br /&gt;5. Mohon kepada Alloh subhanahu wa ta'ala agar hatinya ditetapkan&lt;br /&gt;diatas agama dan tetap istiqomah dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya.&lt;br /&gt;6. Mohon kepada Alloh subhanahu wa ta'ala agar ditetapkan nikmat&lt;br /&gt;Islam,Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Sumber : Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir oleh Muhammad&lt;br /&gt;Nasib Ar-Rifa &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Diambil dari buku Do'a dan Wirid ditulis oleh ust Yazid bin&lt;br /&gt;Abdul Qadir Jawas,terbitan Pustaka Imam Asy-syafi'i&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113230308143960203?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113230308143960203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113230308143960203&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113230308143960203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113230308143960203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/mengapa-kita-diharuskan-berdoa.html' title='Mengapa kita diharuskan berdo&apos;a?'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113141562815318133</id><published>2005-11-08T11:08:00.000-08:00</published><updated>2005-11-07T18:07:08.546-08:00</updated><title type='text'>Ajalku pasti</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh: Ummu Iza&lt;br /&gt;ulfamasykur@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Taala yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya."&lt;br /&gt;(Surah Al-A'raf ayat 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajalku pasti tapi tidak terlihat oleh pandanganku kapan akan datangnya. Ajal yang Allah janjikan itu takkan tertangguh sesaatpun malah Izrail sesekali takkan alpa dalam urusannya. Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit, maka pastinya Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira kita sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal telah tiba, maka kematian itu tidak akan tertangguh walau hanya sesaat. Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat. Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang bersendau gurau. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bersendaugurau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa seringnya malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu sebanyak 70 kali dalam masa 24 jam. Andai kata kita manusia sadar hakikat tersebut, niscaya kita tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, karena itu manusia tidak sama sekali menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail atas Kuasa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru itu, tidak heranlah, jika banyak manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bersendau gurau, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa. Moga diri ini sentiasa selalu ingat untuk meningkatkan amal dalam bulan Ramadhan yang telah dipenghujung ini karena belum pasti diri akan ketemu Ramadhan seterusnya sedangkan ajal itu sangat pasti akan menjemput bila tiba waktunya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113141562815318133?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113141562815318133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113141562815318133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113141562815318133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113141562815318133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/ajalku-pasti.html' title='Ajalku pasti'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113134949985919089</id><published>2005-11-06T23:42:00.000-08:00</published><updated>2005-11-06T23:50:18.396-08:00</updated><title type='text'>Panduan mengqadha puasa Ramadhan dan puasa 6 hari Syawal</title><content type='html'>1. Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata : Adalah salah seorang diantara kami tidak shaum pada bulan Ramadhann pada zaman Rasulullah saw. maka ia tidak sanggup mengqadhanya ( membayar shaum yang ditingalkan ) sehingga datang bulan sya'ban ( yakni pada bulan sya'ban baru bisa membayar shaumnya ). ( H.R : Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah saya mempunyai hutang shaum bulan Ramadhan, saya tidak mampu membayarnya sampai datang bulan sya'ban. (H.R Bukhary )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshariy ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda : Barang siapa yang shaum pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti shaum enam hari pada bulan syawal adalah seperti shaum setahun penuh. ( H.R : Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa :&lt;br /&gt;a. Barangsiapa yang mempunyai hutang shaum bulan Ramadhan, hendaklah segera diqadha ( di bayar ) secepat mungkin jangan di tunda-tunda kecuali karena ada uzur dan terpaksa di tunda meskipun sampai bulan sya'ban. ( dalil : 2 )&lt;br /&gt;b. Disunnahkan shaum enam hari pada bulan syawal dengan syarat shaum Ramadhannya sudah lengkap, tidak ada hutang.&lt;br /&gt;c. Pengamalan shaum enam hari pada bulan Syawal ini dapat dikerjakan secara berurutan ( enam hari berturut-turut ) atau berselang-seling ( tidak berurutan ). Yang penting pelaksanaanya adalah selama bulan Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji' (Daftar Pustaka):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Qur?anul Kariem&lt;br /&gt;2. Tafsir Aththabariy.&lt;br /&gt;3. Tafsir Ibnu Katsier.&lt;br /&gt;4. Irwaa-Ul Ghaliel, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;5. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq.&lt;br /&gt;6. Tamaamul Minnah, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kmii.jp/old/arsip/ramadhan/panduan-shaum.html"&gt;KMII Jpg&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113134949985919089?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113134949985919089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113134949985919089&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113134949985919089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113134949985919089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/panduan-mengqadha-puasa-ramadhan-dan.html' title='Panduan mengqadha puasa Ramadhan dan puasa 6 hari Syawal'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113141610552019259</id><published>2005-11-06T18:11:00.000-08:00</published><updated>2005-11-07T18:15:05.656-08:00</updated><title type='text'>Birrul Walidain</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;oleh: ummu Faiz&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="mailto:ayangata@yahoo.com"&gt;ayangata@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alloh adalah tujuan hidup kita. Untuk sampai ke tujuan kita butuh gkendaraanh dengan mesin yang baik, bensin murni dan rem yang baik. Analog perjalanan hidup kita, kendaraannya adalah Islam, mesinnya Aqidah dengan bensin Ibadah; murni tidak ada campuran dan penuh; dan remnya adalah Akhlaq. Jika semuanya dikondisikan dengan baik maka akan mempercepat bagi kita menuju Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslimah tidak hanya mengenakan jilbab secara fiqih, jilbab yang kelihatan, tetapi juga perlu jilbab yang lain yaitu jilbab aqidah dan jilbab akhlaq. Sikap terhadap orang tua bagi seorang muslimah termasuk jilbab akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karakter muslimah yang harus dimiliki adalah senantiasa berbakti pada orang tuanya (birrul walidain). Berbakti kepada orang tua bukan sekedar karena untuk membalas jasa segala kebaikan orang tua, tetapi lebih dari itu karena iman kepada Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh swt memerintahkan kita untuk berbuat baik terhadap orang tua, termaktub dalam firman-Nya dalam Al Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ahh, ih dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia(QS. Al Israa: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengucapkan kata 'ahh' kepada orang tua tidak diperbolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang Ibu Bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. Luqman: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bakti kita kepada orang tua karena alasan jasa keduanya yang dikedepankan, maka apabila orang tua tidak punya jasa, anak bisa merasa tidak perlu berbakti kepada orang tua. Bagaimana pun sikap kedua orang tua kita, kita harus tetap berbakti trehadap keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud bakti kita terhadap kedua orang tua adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersyukur kepada orang tua dan mentaati perintah orang tua selama tidak menyimpang dari ajaran Alloh swt. Jika perintah orang tua menyimpang dari ajaran Alloh swt maka kita harus menolaknya dengan cara yang ma`ruf. Kalaupun kedua orang tua musyrik, kita harus tetap mempergauli mereka secara ma`ruf di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memuliakan kedua orang tua. Diwujudkan dengan perkataan yang sopan, tutur kata yang lembut dan tidak duduk di atas sementara orang tua berada di bawah. Kadang kala berbasa-basi terhadap orang tua juga diperlukan. Selain itu juga tidak pergi tanpa izin dari Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membantu orang tua selama kita mampu membantunya atau paling tidak kita tidak membebani orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bila kedua orang tua sudah tidak ada, bentuk bakti kita adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalin hubungan silaturahim dengan orang2 yang dekat dengan orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bila ada yang disantuni orang tua kita harus melanjutkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mendo`akan dan memohonkan ampunan Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memenuhi janji-janji kedua orang tua yang telah diucapkan selama beliau masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbakti kepada kedua orang tua yang kita wujudkan adalah bagian dari ibadah kepada Alloh swt. Jika bakti kita kepada kedua orang tua tersebut diniatkan karena Alloh swt maka itu bagian dari aqidah. Jika bakti kita kepada orang tua juga diniatkan untuk membalas jasa kedua orang tua kita maka itu bagian dari akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaAllohu`alam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: disarikan dari KRPH Masjid Mardliyah Jogja, Ust. Syathori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========================================&lt;br /&gt;UMMU FAIZ&lt;br /&gt;4-16-17-1203 Yamada Kita-ku Nagoya JAPAN 462-0812&lt;br /&gt;Telp: 052-9118404 (rumah) 090-91756070 (HP)&lt;br /&gt;Homepage: http://www.geocities.com/ayangata/&lt;br /&gt;=========================================== &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113141610552019259?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113141610552019259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113141610552019259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113141610552019259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113141610552019259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/birrul-walidain.html' title='Birrul Walidain'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113092224522692980</id><published>2005-11-02T17:59:00.000-08:00</published><updated>2005-11-02T01:04:18.136-08:00</updated><title type='text'>Alasan Mengapa Jangan Berputus Asa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dudi Sobari&lt;br /&gt;06 May 2005, 19:07:19&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di sebuah Milis&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut sebuah riwayat dari Anas bin Malik, suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, ''Janganlah salah satu dari kamu meminta mati karena kesulitan hidup yang menimpanya. Jika memang sangat perlu dia berbuat demikian, maka ucapkan doa sebagai berikut, 'Ya Allah, panjangkanlah umurku kalau memang hidup adalah lebih baik bagiku, dan matikanlah aku manakala memang kematian lebih baik bagiku'.'' (HR Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melarang prasangka buruk terhadap Allah dan putus asa dari rahmat-Nya. Surat An-Nisa ayat 29 melarang bunuh diri, karena Tuhan adalah Maha Penyayang kepada makhluknya. Dalam surat Al-An'am ayat 151 dan surat Al-Isra' ayat 31, Allah melarang keras membunuh anak-anak karena takut kemiskinan dan kemelaratan. Dalam peristiwa lain, Rasulullah SAW pernah berkunjung kepada seorang yang sangat menderita sewaktu sekarat menghadapi kematian. Rasulullah kasihan melihat penderitaan dahsyat pada akhir hayat orang itu. Lalu terjadilah dialog antara Rasulullah dan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasulullah, ''Apakah pernah Anda memohon sesuatu kepada Allah?'' Ia menjawab, ''Pernah. Saya meminta kepada Allah supaya segala siksaan yang akan saya terima di akhirat nanti biarlah disegerakan di dunia ini&lt;br /&gt;juga.'' Rasulullah bersabda, ''Subhanallah, pasti Anda tidak akan kuat menanggungnya. Bukankah saya sudah mengajarkan doa yang bunyinya, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di&lt;br /&gt;akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa neraka'.'' (HR Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al-Ankabut ayat 2 dan 3 dijelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan diuji dengan berbagai cobaan dalam kehidupan ini. Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, ''Tiap-tiap bencana apa&lt;br /&gt;pun yang menimpa seorang Muslim, sekalipun satu duri, adalah karena salah satu dari dua sebab. (Yaitu) karena Allah hendak mengampuni dosa kesalahannya yang tidak dapat diampuni-Nya melainkan dengan cobaan itu,&lt;br /&gt;atau karena Allah hendak memberinya suatu kehormatan yang tidak mungkin dapat dicapainya melainkan dengan cobaan itu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini dapat dipahami kenapa eutanasia dilarang dalam Islam. Menurut hukum agama dan moralitas, eutanasia sama dengan tindakan pembunuhan. Almarhum Dr. H. Ali Akbar dalam buku Etika Kedokteran dalam&lt;br /&gt;Islam menyatakan, ''Islam mewajibkan dokter mengobati untuk meringankan dan menyembuhkan penderitaan si sakit dengan segala usaha, sampai ia sembuh atau mati. Eutanasia adalah pembunuhan yang dilarang oleh Allah SWT, baik atas permintaan sendiri, maupun karena hendak meringankan penderitaan si sakit karena Allahlah yang mempunyai hak mematikan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada surat Yusuf ayat 87, Allah SWT mengingatkan pesan Nabi Yakub kepada anak-anaknya tatkala hendak berangkat ke Mesir untuk mencari Yusuf, ''Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada&lt;br /&gt;berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113092224522692980?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113092224522692980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113092224522692980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113092224522692980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113092224522692980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/11/alasan-mengapa-jangan-berputus-asa.html' title='Alasan Mengapa Jangan Berputus Asa'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-113055029270450497</id><published>2005-10-28T10:44:00.000-07:00</published><updated>2005-11-02T01:10:48.036-08:00</updated><title type='text'>Menggapai Ampunan Allah dgn Taubat dan Istighfar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Oleh: "&lt;a href="ummuqonita@yahoo.com"&gt;Ummu Qonita&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;Diposting di milis Fahima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffff99;"&gt;Sahabat Fahima yg dirahmati Allah, kalau kita perhatikan diri kita sebagai manusia, ternyata kita tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Manusia bukanlah seperti malaikat yang ma'shum dari segala kesalahan, tidak pernah sekalipun mereka meninggalkan perintah-perintah Allah ataupun melanggar larangan-laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kita lakukan, sudah menjadi keharusan bagi kita kaum muslimin untuk bertaubat atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan dan senantiasa meminta ampun kepadaNya. Banyak sekali dalil yang menunjukkan&lt;br /&gt;kewajiban bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada penduduk Madinah yang jelas adalah orang-orang yang beriman dan merupakan umat yang terbaik. Mereka adalah orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman di hadapan Rasulullah SAW, sabar dalam mempertahankan keimanan mereka walaupun menghadapi siksaan yang luar biasa pedihnya dari golongan kafir&lt;br /&gt;Quraisy, berhijrah bersama Rasulullah SAW meninggalkan harta benda dan kampung halaman mereka yang tercinta,mereka berjuang menegakkan agama Islam bersama&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. Mereka yang demikianpun diperintahkan Allah SWT agar bertaubat kepadaNya. Bagaimana dengan kita yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan&lt;br /&gt;mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Hai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampunan darinya, sesungguhnya saya bertaubat dalam sehari seratus kali. (HR: Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Istighfar dan Taubat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan, "Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." Tetapi, kalimat itu tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis&lt;br /&gt;ini adalah perbuatan orang-orang dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama, semoga Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya kepada mereka, telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat.Imam ar-Raghib al-Ashfahani menerangkan, "Dalam istilah syara', taubat adalah meninggalkan dosa karena&lt;br /&gt;keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya, dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti).&lt;br /&gt;Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff99;"&gt;Syarat-syarat taubat :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ffff99;"&gt;&lt;br /&gt;Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika dosa itu adalah dosa terhadap Allah SWT dan tidak ada sangkut pautnya dengan anak cucu Adam, maka syarat&lt;br /&gt;taubatnya ada tiga :&lt;br /&gt;1. Berhenti dari melakukan perbuatan dosa itu.&lt;br /&gt;2. Menyesal telah melakukan perbuatan dosa tersebut.&lt;br /&gt;3. Berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi untuk&lt;br /&gt;selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika taubat itu berkaitan dengan manusia, maka syaratnya ada empat. Ketiga syarat seperti di atas,dan keempat hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi)hak orang tersebut. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam ar-Raghib al-Ashfahani adalah "Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun." (Nuh: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon ampun&lt;br /&gt;(istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kapan pintu taubat ditutup?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT akan selalu menerima taubat hambaNya selama ajal belum menjemput orang tersebut. Apabila roh telah sampai ke hulqum (tenggorokan ) maka taubat seseorang&lt;br /&gt;itu sudah tidak berguna lagi. Rasulullah SAW bersabda:Sesungguhnya Allah SWT menerima taubat seorang hamba selama roh belum sampai ke tenggorrokan ( HR: Ahmad,&lt;br /&gt;Ibnu Majah, Tirmizi dan ia berkata : hadits hasan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu taubat juga sudah tertutup apabila matahari telah terbit dari arah barat. Rasululllah SAW bersabda:&lt;br /&gt;Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari tempat tenggelamnya (sebelah barat ), niscaya Allah SWT akan menerima taubatnya. (HR: Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian, janganlah kita menunda-nunda taubat.Karena taswif (menunda-nunda ) adalah tanda orang yang tidak beruntung- wal'iyaazu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW menjelaskan:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah SWT membuka tanganNya di waktu malam agar bertaubat orang yang bersalah di siang hari, dan membuka tanganNya di waktu siang agar bertaubat orang yang bersalah ( berdosa ) di malam hari, sampai terbit matahari dari sebelah barat. (HR: Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan selalu menerima taubat hambaNya sebesar apapun dosa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa faedah taubat dan istighfar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai penolak bala dan azab dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Disamping sebagai sebuah kewajiban, taubat juga sebagai benteng dari turunnya azab Allah SWT. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun". (QS. 8:33)&lt;br /&gt;Abu Musa Al Asy'ari r.a. pernah mengatakan tentang ayat di atas: "Kita mungkin masih bisa tenang pada masa hidup Rasulullah SAW, karena kita semua yakin bahwa Allah SWT tidak akan menurunkan azabNya selama beliau masih ada di tengah-tengah kita. Sekarang, setelah Rasulullah SAW tiada, tidak ada lagi yang bisa menahan turunnya azab Allah SWT kecuali kalau kita senantiasa meminta ampun kepadaNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taubat dan Istighfar pembuka pintu rizki.&lt;br /&gt;Beberapa nash (teks) Alquran dan hadis menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rezeki dengan karunia Allah (QS.Nuh:10-12, Hud: 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang lain adalah firman Allah:&lt;br /&gt;"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat." (Hud:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil lain bahwa beristighfar dan taubat adalah diantara kunci-kunci rezeki, yaitu hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata,Rasulullah bersabda, "Barangsiapa memperbanyak&lt;br /&gt;istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan&lt;br /&gt;memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rezeki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun perbuatan.&lt;br /&gt;Dan, hendaknya setiap muslim waspada, sekali lagi hendaknya waspada, dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab, itu adalah pekerjaan para pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rezeki-rezeki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Amin, wahai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lamu Bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;www.alislam.or.id&lt;br /&gt;www.aldakwah.com; buletin ar risalahTahun I No. 57 &amp;&lt;br /&gt;58, Tanggal 16 &amp;amp; 23/ 11 / 1422 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wrwb&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-113055029270450497?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/113055029270450497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=113055029270450497&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113055029270450497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/113055029270450497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/menggapai-ampunan-allah-dgn-taubat-dan.html' title='Menggapai Ampunan Allah dgn Taubat dan Istighfar'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112944963827730575</id><published>2005-10-16T17:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-17T05:41:54.333-07:00</updated><title type='text'>Kuatkan Militansi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;color:#ffff99;"&gt;Oleh KH. Rahmat Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang&lt;br /&gt;sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan&lt;br /&gt;berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang&lt;br /&gt;merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah&lt;br /&gt;(kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;br /&gt;Ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an Surat 19 Ayat 12 yang artinya,&lt;br /&gt;Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah ..".(QS. Maryam (19):12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang&lt;br /&gt;ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya&lt;br /&gt;melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna&lt;br /&gt;jiddiyah, kesungguhan-sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang&lt;br /&gt;sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan&lt;br /&gt;berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang&lt;br /&gt;merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah&lt;br /&gt;(kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para&lt;br /&gt;pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan :&lt;br /&gt;"Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil&lt;br /&gt;yang tertata dengan baik".&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang&lt;br /&gt;setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian&lt;br /&gt;kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah&lt;br /&gt;hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh&lt;br /&gt;ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang&lt;br /&gt;da'i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang&lt;br /&gt;lemah dan pengorbanan yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai&lt;br /&gt;melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat&lt;br /&gt;dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi&lt;br /&gt;ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan&lt;br /&gt;kalimatnya yang terkenal tersebut.&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di&lt;br /&gt;dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang&lt;br /&gt;mendalam: "Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat)&lt;br /&gt;segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu;&lt;br /&gt;maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan&lt;br /&gt;suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan&lt;br /&gt;sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri&lt;br /&gt;orang-orang yang fasiq".(QS. Al-A'raaf (7):145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12&lt;br /&gt;: "Hudzil kitaab bi quwwah" (Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya&lt;br /&gt;juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan&lt;br /&gt;jiddiyah (kesungguh-sungguhan). Jiddiyah ini juga nampak pada diri&lt;br /&gt;Ulul Azmi (lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad&lt;br /&gt;yang dianggap memiliki azam terkuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi,&lt;br /&gt;semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan&lt;br /&gt;melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah&lt;br /&gt;tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang&lt;br /&gt;mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi&lt;br /&gt;kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita :&lt;br /&gt;"Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan&lt;br /&gt;para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang&lt;br /&gt;usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak&lt;br /&gt;pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang.&lt;br /&gt;Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya,&lt;br /&gt;dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin&lt;br /&gt;meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120,&lt;br /&gt;orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah&lt;br /&gt;yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat&lt;br /&gt;menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya&lt;br /&gt;ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah&lt;br /&gt;(kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata&lt;br /&gt;hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya:&lt;br /&gt;"Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan&lt;br /&gt;bukan istri Nabi". Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk&lt;br /&gt;menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan&lt;br /&gt;pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah&lt;br /&gt;kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan&lt;br /&gt;kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu&lt;br /&gt;didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri.&lt;br /&gt;Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya&lt;br /&gt;pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di&lt;br /&gt;keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak&lt;br /&gt;akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian&lt;br /&gt;derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari&lt;br /&gt;kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad,&lt;br /&gt;kemauan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana&lt;br /&gt;kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan&lt;br /&gt;Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari&lt;br /&gt;belenggu tirani dan kejahatan Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat do'a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara&lt;br /&gt;penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para&lt;br /&gt;pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah&lt;br /&gt;menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir'aun beserta bala tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum&lt;br /&gt;yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala&lt;br /&gt;yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama&lt;br /&gt;menderita di bawah kezaliman Fir'aun dan kemudian diselamatkan Allah,&lt;br /&gt;tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi&lt;br /&gt;kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan&lt;br /&gt;kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba&lt;br /&gt;bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah&lt;br /&gt;Nabi Musa as dan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku,&lt;br /&gt;ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di&lt;br /&gt;antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya&lt;br /&gt;kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di&lt;br /&gt;antara umat-umat yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan&lt;br /&gt;Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada&lt;br /&gt;musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada&lt;br /&gt;orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak&lt;br /&gt;akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka&lt;br /&gt;keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah)&lt;br /&gt;yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan&lt;br /&gt;melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya&lt;br /&gt;kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal,&lt;br /&gt;jika kamu benar-benar orang yang beriman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya&lt;br /&gt;selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu&lt;br /&gt;bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya&lt;br /&gt;duduk menanti di sini saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkata Musa: "Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri&lt;br /&gt;dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang&lt;br /&gt;yang fasiq itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu&lt;br /&gt;diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka&lt;br /&gt;akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka&lt;br /&gt;janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq&lt;br /&gt;itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan&lt;br /&gt;sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak&lt;br /&gt;lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh&lt;br /&gt;lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau&lt;br /&gt;berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra'du (13):11, "Sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha&lt;br /&gt;merubahnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka,&lt;br /&gt;seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti&lt;br /&gt;ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir'aun&lt;br /&gt;beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan&lt;br /&gt;mengijabahi do'a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala&lt;br /&gt;kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS.&lt;br /&gt;Asy-Syu'ara (26):61-62, "Maka setelah kedua golongan itu saling&lt;br /&gt;melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita&lt;br /&gt;benar-benar akan tersusul". Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan&lt;br /&gt;tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi&lt;br /&gt;petunjuk kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran)&lt;br /&gt;bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan&lt;br /&gt;mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan&lt;br /&gt;Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan&lt;br /&gt;para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut,&lt;br /&gt;musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua&lt;br /&gt;itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh&lt;br /&gt;merupakan opium, candu yang berbahaya. Mereka menginginkan hasil tanpa&lt;br /&gt;kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah "qaumun jabbarun"&lt;br /&gt;yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat&lt;br /&gt;bagaimana kesudahan nasib Fir'aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan&lt;br /&gt;dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa&lt;br /&gt;dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina&lt;br /&gt;dengan selamat. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, "In&lt;br /&gt;tanshurullah yanshurkum wayutsabbit bihil aqdaam" (Jika engkau&lt;br /&gt;menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah&lt;br /&gt;dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah&lt;br /&gt;menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. "Pergilah engkau dengan&lt;br /&gt;Tuhanmu". Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi,&lt;br /&gt;sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka&lt;br /&gt;selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi&lt;br /&gt;berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang&lt;br /&gt;dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan&lt;br /&gt;tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila&lt;br /&gt;hanya mendapat satu jenis makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat&lt;br /&gt;mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap&lt;br /&gt;pemimpin. Mereka berkata: "Ud'uulanaa robbaka" (Mintakan bagi kami&lt;br /&gt;pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: "Pimpinlah kami untuk&lt;br /&gt;berdo'a pada Tuhan kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak&lt;br /&gt;keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu&lt;br /&gt;membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah&lt;br /&gt;salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau&lt;br /&gt;berdiri menonton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau:&lt;br /&gt;"Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum&lt;br /&gt;kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta&lt;br /&gt;demi sehasta dan sedepa demi sedepa". Sahabat bertanya: "Yahudi dan&lt;br /&gt;Nasrani ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Siapa lagi?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan&lt;br /&gt;para pemikul dakwah sebagai warasatul anbiya (pewaris nabi). Mereka&lt;br /&gt;mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama&lt;br /&gt;atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal&lt;br /&gt;Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan.&lt;br /&gt;Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan&lt;br /&gt;perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di&lt;br /&gt;kalangan ulama-ulama amilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang&lt;br /&gt;notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya&lt;br /&gt;pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul&lt;br /&gt;dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas Bal'am, ulama di zaman Fir'aun adalah mentalitas anjing&lt;br /&gt;sebagaimana digambarkan di Al-Qur'an. Dihalau dia menjulurkan lidah,&lt;br /&gt;didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal'am bukannya memihak pada&lt;br /&gt;Musa, malah memihak pada Fir'aun. Karena ia menyimpang dari jalur&lt;br /&gt;kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama&lt;br /&gt;jenis Bal'am tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih&lt;br /&gt;suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan&lt;br /&gt;berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki&lt;br /&gt;akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau&lt;br /&gt;berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat&lt;br /&gt;cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia&lt;br /&gt;baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan&lt;br /&gt;kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan&lt;br /&gt;ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan&lt;br /&gt;merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu&lt;br /&gt;adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di&lt;br /&gt;telaga, hingga ia tenggelam dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada&lt;br /&gt;sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada&lt;br /&gt;keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara&lt;br /&gt;daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di&lt;br /&gt;penjara, sementara yang salah malah bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as.&lt;br /&gt;Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk&lt;br /&gt;melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka&lt;br /&gt;karena terpesona melihat Nabi Yusuf. "Demi Allah, ini pasti bukan&lt;br /&gt;manusia". Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan&lt;br /&gt;milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya&lt;br /&gt;cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada&lt;br /&gt;dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya&lt;br /&gt;penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada&lt;br /&gt;surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da'i. Apalagi&lt;br /&gt;berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang&lt;br /&gt;berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita&lt;br /&gt;dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk&lt;br /&gt;berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa&lt;br /&gt;ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita&lt;br /&gt;terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap&lt;br /&gt;memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya.&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bis shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Abdullah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112944963827730575?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112944963827730575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112944963827730575&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112944963827730575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112944963827730575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/kuatkan-militansi.html' title='Kuatkan Militansi'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112914907827411730</id><published>2005-10-13T05:27:00.000-07:00</published><updated>2005-10-12T13:31:18.286-07:00</updated><title type='text'>Renungan ttg Bulan Ramadhan, Hasan Al Banna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;-=ceramah Hasan Al Banna=-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita&lt;br /&gt;ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi&lt;br /&gt;Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya,&lt;br /&gt;serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari&lt;br /&gt;kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ikhwan yang mulia. Saya sampaikan salam&lt;br /&gt;penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah&lt;br /&gt;yang diberkati dan baik: assalamu 'alaikum wa&lt;br /&gt;rahmatullah wa barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam ini, yang merupakan akhir bulan Sya'ban,&lt;br /&gt;kita menutup serial kajian kita tentang Al-Qur'anul&lt;br /&gt;Karim, tentang kitab Allah swt. Insya Allah, pada&lt;br /&gt;sepuluh malam yang pertama bulan Syawal, kita kembali&lt;br /&gt;kepada tema tersebut. Setelah itu kita akan membuka&lt;br /&gt;serial baru dari ceramah-ceramah Ikhwan, yang temanya&lt;br /&gt;insya Allah: Kajian-Kajian tentang Sirah Nabi dan&lt;br /&gt;Tarikh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan perasaan dan ruhani, serta saat&lt;br /&gt;untuk menghadapkan din kepada Allah. Sejauh yang saya&lt;br /&gt;ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian&lt;br /&gt;Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada&lt;br /&gt;sebagian lain sampai mereka berjumpa lagi&lt;br /&gt;dalam shalat 'Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan&lt;br /&gt;ibadah, bulan untuk melaksanakan shiyam (puasa) dan&lt;br /&gt;qiyam (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya&lt;br /&gt;dengan Tuhan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, sebenarnya saya berupaya untuk&lt;br /&gt;mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada&lt;br /&gt;bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu&lt;br /&gt;yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun&lt;br /&gt;telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang&lt;br /&gt;Al-Qur'an, maka saya ingin agar waktu yang ada di&lt;br /&gt;bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan&lt;br /&gt;hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di&lt;br /&gt;antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan&lt;br /&gt;memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur'an satu&lt;br /&gt;kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara&lt;br /&gt;mengkhatamkan yang indah. Jibril biasa membacakan dan&lt;br /&gt;mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari Nabi saw. sekali&lt;br /&gt;dalam setahun. Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan&lt;br /&gt;sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat&lt;br /&gt;pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan&lt;br /&gt;mendengarkan bacaan Al-Qur'an beliau. Beliau lebih&lt;br /&gt;dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang&lt;br /&gt;ditiupkan. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan&lt;br /&gt;bacaan Al-Qur'an ini terus berlangsung sampai pada&lt;br /&gt;tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk&lt;br /&gt;menghadap kepada Ar-Rafiq Al-A'la (Allah swt. — pen.),&lt;br /&gt;maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan&lt;br /&gt;bacaan Al-Qur'an beliau dua kali. Ini merupakan&lt;br /&gt;isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun&lt;br /&gt;terakhir beliau hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah bersabda mengenainya,&lt;br /&gt;"Puasa dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat&lt;br /&gt;kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, *Ya&lt;br /&gt;Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan&lt;br /&gt;syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan&lt;br /&gt;syafa 'at untuknya. ' 'Sedangkan Al-Qur'an akan&lt;br /&gt;berkata, 'Ya Rabbi, aku telah mengbalanginya dan tidur&lt;br /&gt;di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat&lt;br /&gt;untuknya. 'Maka Allah memperkenankan ke-duanya&lt;br /&gt;memberikan syafaat. " (HR. Imam Ahmad dan Ath&lt;br /&gt;Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ikhwan, dalam diri saya terbetik satu pemikiran&lt;br /&gt;yang ingin saya bicarakan. Karena kita berada di pintu&lt;br /&gt;masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan&lt;br /&gt;renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, kita telah berbicara panjang lebar&lt;br /&gt;tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang&lt;br /&gt;dengannya Allah telah menyatukan hati kita, yang salah&lt;br /&gt;satu dampaknya yang paling terasa adalah terwujudnya&lt;br /&gt;pertemuan ini karena Allah. Bila kita tidak akan&lt;br /&gt;berjumpa dalam masa empat pekan atau lebih, maka bukan&lt;br /&gt;berarti bara perasaan ini harus padam atau hilang.&lt;br /&gt;Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur&lt;br /&gt;tentang kemuliaan dan persaudaraan karena Allah, yang&lt;br /&gt;telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam&lt;br /&gt;majelis yang baik ini. Sebaliknya, saya yakin bahwa la&lt;br /&gt;akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita bisa&lt;br /&gt;berjumpa kembali setelah masa liburan ini, insya&lt;br /&gt;Allah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan&lt;br /&gt;shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia&lt;br /&gt;mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda&lt;br /&gt;lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat&lt;br /&gt;bahwa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini&lt;br /&gt;selama pekan-pekan tersebut, maka saya ingin Anda&lt;br /&gt;semua tahu bahwa dahaganya itu akan dipuaskan oleh&lt;br /&gt;mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih&lt;br /&gt;tinggi, yaitu hubungan dengan Allah swt., yang&lt;br /&gt;merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi&lt;br /&gt;dirinya, di dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua&lt;br /&gt;berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. pada&lt;br /&gt;malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah&lt;br /&gt;ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;"Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali&lt;br /&gt;puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini, wahai Akhi, mengisyaratkan bahwa setiap amal yang&lt;br /&gt;dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah&lt;br /&gt;yang bisa dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam&lt;br /&gt;bagian untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang&lt;br /&gt;terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan&lt;br /&gt;banyak shalat sebagai bagian bagi dirinya.&lt;br /&gt;Kadang-kadang ia terbiasa dengan dzikir, sehingga ia&lt;br /&gt;ingin banyak berdzikir kepada Allah sebagai bagian&lt;br /&gt;bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan&lt;br /&gt;menangis karena takut kepada Allah, maka ia ingin&lt;br /&gt;banyak rnenangis karena Allah sebagai bagian bagi&lt;br /&gt;dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak&lt;br /&gt;terkandung apa pun selain larangan. Ia harus&lt;br /&gt;melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa&lt;br /&gt;yang menjadi bagian dirinya. Bila kita terhalang untuk&lt;br /&gt;berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak&lt;br /&gt;berbahagia karena bermunajat kepada Allah swt. dan&lt;br /&gt;berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan&lt;br /&gt;shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, hendaklah senantiasa ingat bahwa Anda&lt;br /&gt;semua berpuasa karena melaksanakan perintah Allah swt.&lt;br /&gt;Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk beserta dengan&lt;br /&gt;Tuhan Anda dengan hati Anda pada bulan mulia ini.&lt;br /&gt;Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan keutamaan. la&lt;br /&gt;mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal&lt;br /&gt;ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya, "(Beberapa hari&lt;br /&gt;yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang&lt;br /&gt;di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai&lt;br /&gt;petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan&lt;br /&gt;mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan&lt;br /&gt;yang batil)." (Al-Baqarah:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Akhi, pada akhir ayat ini Anda mendapati: "Allah&lt;br /&gt;menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki&lt;br /&gt;kesukaran bagimu." (Al-Baqarah: 185) Puasa adalah&lt;br /&gt;kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan&lt;br /&gt;penyempurnaan puasa ini, Allah swt. akan memberikan&lt;br /&gt;hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq&lt;br /&gt;kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini&lt;br /&gt;dalam rangka menaati Allah, maka ia adalah hidayah dan&lt;br /&gt;hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah&lt;br /&gt;dimahabesarkan atas karunia hidayah tersebut. "Dan&lt;br /&gt;hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah&lt;br /&gt;kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang&lt;br /&gt;diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.&lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 185) Kemudian, lihatlah wahai Akhi,&lt;br /&gt;dampak dari semua ini. "Dan apabila hamba-hamba-Ku&lt;br /&gt;bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah)&lt;br /&gt;bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan&lt;br /&gt;permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa&lt;br /&gt;kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala&lt;br /&gt;perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,&lt;br /&gt;agar mereka selalu berada dalam kebenaran."&lt;br /&gt;(Al-Baqarah; 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Akhi, di sini Anda melihat bahwa Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa Dia swt. paling dekat kepada&lt;br /&gt;hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadits.&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda,&lt;br /&gt;"]ika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka,&lt;br /&gt;pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu,&lt;br /&gt;kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang&lt;br /&gt;Mahabenar swt "Wahai pencari kejahatan, berhentilah!&lt;br /&gt;Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Akhi, pintu-pintu surga dibuka, karena manusia&lt;br /&gt;berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan&lt;br /&gt;taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan&lt;br /&gt;dibelenggu, karena manusia akan beralih kepada&lt;br /&gt;kebaikan, sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan&lt;br /&gt;masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Al-Haq swt.,&lt;br /&gt;agar orang-orang yang berbuat baik menambah&lt;br /&gt;kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari&lt;br /&gt;karunia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka&lt;br /&gt;dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan&lt;br /&gt;didekatkan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini&lt;br /&gt;adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu&lt;br /&gt;turunnya Al-Qur'an. Inilah keistimewaan yang dimiliki&lt;br /&gt;oleh bulan Ramadhan. Karena itu, Allah swt.&lt;br /&gt;mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam&lt;br /&gt;kitab-Nya." (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)&lt;br /&gt;bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan&lt;br /&gt;(permulaan) Al-Qur'an." (Al-Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur'an&lt;br /&gt;dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahwa&lt;br /&gt;Allah telah menurunkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan,&lt;br /&gt;maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Karena&lt;br /&gt;puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan&lt;br /&gt;syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual&lt;br /&gt;atas hakikat materi dalam diri manusia. Ini berarti,&lt;br /&gt;wahai Akhi, bahwa jiwa, ruh, dan pemikiran manusia&lt;br /&gt;pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan&lt;br /&gt;jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada&lt;br /&gt;di puncak kejernihannya, karena ia tidak disibukkan&lt;br /&gt;oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam&lt;br /&gt;keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu&lt;br /&gt;dari Allah swt. Karena itu, bagi Allah, membaca&lt;br /&gt;Al-Qur'an merupakan Ibadah paling utama pada bulan&lt;br /&gt;Ramadhan yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan&lt;br /&gt;meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya&lt;br /&gt;tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat&lt;br /&gt;ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ikhwan yang mulia, tujuan-tujuan asasi dalam&lt;br /&gt;kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang&lt;br /&gt;menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur'an ada empat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;1. Perbaikan Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda mendapati bahwa Al-Qur'anul Karim banyak&lt;br /&gt;menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian&lt;br /&gt;kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di&lt;br /&gt;dalam jiwa seorang mukmin, agar ia bisa mengambil&lt;br /&gt;manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahwa&lt;br /&gt;Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang&lt;br /&gt;menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari&lt;br /&gt;seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari&lt;br /&gt;akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang&lt;br /&gt;telah dlkerjakan dan ditinggal kannya. Wahai Akhi,&lt;br /&gt;jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam&lt;br /&gt;Al-Qur'an, niscaya Anda mendapati bahwa keseluruhannya&lt;br /&gt;mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur'an. Allah swt.&lt;br /&gt;berfirman dalam surat Al-Baqarah, "Hai manusia,&lt;br /&gt;beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan&lt;br /&gt;kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar&lt;br /&gt;kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai&lt;br /&gt;hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia&lt;br /&gt;menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia&lt;br /&gt;menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan&lt;br /&gt;sebagai rezeki untuk kalian; karena itu janganlah&lt;br /&gt;kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal&lt;br /&gt;kalian mengetahui." (Al-Baqarah: 21-22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Akhi, setiap kali membaca surat ini, Anda&lt;br /&gt;mendapati kandungannya ini melintang di hadapan Anda.&lt;br /&gt;Allah swt. juga ber-firman dalam surat Al-Mukminun,&lt;br /&gt;"Katakanlah, 'Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua&lt;br /&gt;yang ada padanya, jika kalian mengetahui?' Mereka akan&lt;br /&gt;menjawab, 'Kepunyaan Allah.' Katakanlah, 'Maka apakah&lt;br /&gt;kalian tidak ingat?' Katakanlah, 'Siapakah Yang&lt;br /&gt;Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang&lt;br /&gt;besar?' Mereka akan menjawab, 'Kepunyaan Allah.'&lt;br /&gt;Katakanlah, 'Maka apakah kalian tidak bertaqwa?'&lt;br /&gt;Katakanlah, 'Siapakah yang di tangan-Nya berada&lt;br /&gt;kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi,&lt;br /&gt;tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari&lt;br /&gt;(adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?' Mereka akan&lt;br /&gt;menjawab, 'Kepunyaan Allah.' Katakanlah, '(Kalau&lt;br /&gt;demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?'&lt;br /&gt;Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada&lt;br /&gt;mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang&lt;br /&gt;berdusta." (Al-Mukminun: 84-90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. juga berfirman di surat yang sama, "Apabila&lt;br /&gt;sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian&lt;br /&gt;nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula&lt;br /&gt;mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat&lt;br /&gt;timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang&lt;br /&gt;yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan&lt;br /&gt;timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah&lt;br /&gt;orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka&lt;br /&gt;kekal di dalam neraka Jahanam." (Al-Mukminun: 101-103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. juga berfirman, "Apabila bumi diguncangkan&lt;br /&gt;dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah&lt;br /&gt;mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.&lt;br /&gt;Dan manusia bertanya, 'Mengapa bumi (jadi begini)?'&lt;br /&gt;Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Karena&lt;br /&gt;sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang&lt;br /&gt;demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar&lt;br /&gt;dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam,&lt;br /&gt;supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan&lt;br /&gt;mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat&lt;br /&gt;dzarrab pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat&lt;br /&gt;dzarrab pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya&lt;br /&gt;pula." (Az-Zalzalah: 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, "Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat&lt;br /&gt;itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?"&lt;br /&gt;(Al-Qari'ah: 1-3) Dalam surat lain Allah berfirman,&lt;br /&gt;"Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai&lt;br /&gt;kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak&lt;br /&gt;kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu).&lt;br /&gt;Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui."&lt;br /&gt;(At-Takatsur: 1-4)&lt;br /&gt;Wahai Akhi, ayat-ayat mi menjelaskan hari akhirat&lt;br /&gt;dengan pen-jelasan gamblang yang bisa melunakkan hati&lt;br /&gt;yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;2. Pengaturan Ibadah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah.&lt;br /&gt;"Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat."&lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 43) "...diwajib-kan atas kalian berpuasa&lt;br /&gt;sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum&lt;br /&gt;kalian." (Al-Baqarab: 183) "...mengerjakan haji adalah&lt;br /&gt;kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang&lt;br /&gt;yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah." (All&lt;br /&gt;Imran: 97) "Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah&lt;br /&gt;ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha&lt;br /&gt;Pengampun.'" (Nub: 10) Dan banyak lagi ayat-ayat lain&lt;br /&gt;mengenai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;3. Pengaturan Akhlak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda bisa&lt;br /&gt;membaca firman Allah swt. "Dan demi jiwa serta&lt;br /&gt;penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan&lt;br /&gt;kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya."&lt;br /&gt;(Asy-Syams: 7-8) "...Sesungguhnya Allah tidak mengubah&lt;br /&gt;keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan&lt;br /&gt;yang ada dalam diri mereka sendiri." (Ar-Ra'd:11)&lt;br /&gt;"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang&lt;br /&gt;diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan&lt;br /&gt;orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal&lt;br /&gt;saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu)&lt;br /&gt;orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak&lt;br /&gt;merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar karena&lt;br /&gt;mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan&lt;br /&gt;menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada&lt;br /&gt;mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta&lt;br /&gt;menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah&lt;br /&gt;yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu)&lt;br /&gt;surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama&lt;br /&gt;dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya,&lt;br /&gt;istri-istrinya dan anak cucunya, sedang&lt;br /&gt;malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari&lt;br /&gt;semua pintu. (Sambil mengucapkan), 'Salamun 'alaikum&lt;br /&gt;bima shabartum (keselamatan atasmu berkat&lt;br /&gt;kesabaranmu),' maka alangkah baiknya tempat kesudahan&lt;br /&gt;itu." (Ar-Ra'd: 19-24) Wahai Akhi, Anda mendapati&lt;br /&gt;bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah&lt;br /&gt;swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela&lt;br /&gt;sangatlah keras. "Dan orang-orang yang memutuskan&lt;br /&gt;apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan&lt;br /&gt;mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang&lt;br /&gt;memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman&lt;br /&gt;yang buruk (Jahanam)." (Ar-Ra'd: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian,&lt;br /&gt;sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi&lt;br /&gt;daripada yang dikenal oleh manusia, karena di dalamnya&lt;br /&gt;terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk&lt;br /&gt;mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok&lt;br /&gt;ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas dan&lt;br /&gt;gamblang. "Seperempat Juz Khamr" yang diawali dengan&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi"&lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 219), mengandung lebih dari dua puluh&lt;br /&gt;lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak&lt;br /&gt;yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik,&lt;br /&gt;haid, sumpah, ila', talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan&lt;br /&gt;hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan&lt;br /&gt;dalam seperempat juz saja. Hal ini karena surat&lt;br /&gt;Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di&lt;br /&gt;Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan tercinta, hendaklah Anda semua menjalin&lt;br /&gt;hubungan dengan kitab Allah. Bermunajatlah kepada&lt;br /&gt;Tuhan dengan kitab Allah. Hendaklah masing-masing dari&lt;br /&gt;kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah&lt;br /&gt;saya sebutkan ini, karena itu akan memberikan manfaat&lt;br /&gt;yang banyak kepada Anda, wahai Akhi. Insya Allah Anda&lt;br /&gt;akan mendapatkan manfaat darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina&lt;br /&gt;Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;from : ceramah2 hasan Al Banna, EraIntermedia.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112914907827411730?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112914907827411730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112914907827411730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112914907827411730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112914907827411730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/renungan-ttg-bulan-ramadhan-hasan-al.html' title='Renungan ttg Bulan Ramadhan, Hasan Al Banna'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112890569236161422</id><published>2005-10-10T10:49:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:07:30.043-07:00</updated><title type='text'>Hal2 yang Khusus di Bulan Ramadhan untuk Muslimah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;A. Muqoddimah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah Swt. memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa dengan tujuan menggapai taqwa. Perintah ini adalah umum, artinya berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi dalam rincian pelaksanaan puasa, ada beberapa hal yang khusus untuk wanita, karena adanya perbedaan fithrah antara laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;Kami memandang perlu untuk memuat hal ini, karena sering menjadi permasalahan yang kadang-kadang membuat seorang Muslimah ragu dalam menentukan sikap. Mudah-mudahan panduan ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;B. Panduan Umum&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita sebagaimana pria disyariatkan memanfaatkan bul;an suci ramadhan untuk banyak beribadah. Seperti memperbanyak membaca Al-Quran, dzikir, doa, sedekah dan lain-lain, karena pada bulan ini seluruh amalan akan dilipatgandakan pahalanya.&lt;br /&gt;2. Mengajarkan kepada anak-anak akan pentingnya bulan ramadhan bagi umat Islam, dan membiasakan mereka berpuasa secara bertahap (tadarruj), serta menerangkan hukum-hukum puasa yang bisa mereka cerna sesuai dengan tingkat kefahamam yang mereka miliki.&lt;br /&gt;3. Tidak menghabiskan waktu hanya di dapur, dengan membuat berbagai variasi makanan untuk berbuka. Memang diantara tugas wanita adalah menyiapkan makanan berbuka, tetapi jangan sampai hal itu menguras seluruh waktunya, karena ia juga dituntut untuk mengisi waktunya dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;4. Melaksanakan sholat pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;C. Hukum Berpuasa Bagi Muslimah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keumuman Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 serta hadits Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, maka para ulama sepakat bahwa hukum puasa bagi muslimah adalah wajib,apabila memenuhi syarat-syaratnya, yaitu, berakal, baligh, mukim dan tidak ada hal-hal yang menghalangi puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;D. Sholat Tarawih, I’tikaf dan Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wanita diperbolehkan melaksanakan sholat tarawih di masjid jika aman dari fitnah. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kalian melarang wanita untuk mengunjungi masjid-masjid Allah” (HR.Bukhari). Perbuatan ini juga dilakukan oleh ulama salafus saleh.&lt;br /&gt;Namun demikian wanita diharuskan untuk berhijab (memakai busana muslimah), tidak mengeraskan suaranya, tidak menampakkan perhiasan-perhiasannya, tidak memakai wangi-wangian, dan hendaknya keluar setelah mendapatkan izin dari suami atau orang tua.&lt;br /&gt;“Shaf wanita berada dibelakang shaf pria, dan sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Tetapi jika ia ke mesjid hanya untuk sholat, tidak untuk yang lainnya seperti mendengarkan pengajian, mendengarkan bacaan al Quran yang dibacakan dengan indah, maka sholat dirumahnya adalah lebih afdhol.&lt;br /&gt;Wanita juga boleh melakukan I’tikaf baik dimasjid rumahnya maupun di masjid yang lain bila tidak menimbulkan fitnah, tentunya setelah mendapat izin dari suami atau orangtuanya. Untuk wanita, sebaiknya melakukan I’tikaf di masjid yang menempel dengan rumahnya atau yang berdekatan dengan rumahnya serta terdapat fasilitas khusus buat wanita.&lt;br /&gt;Wanita juga diperbolehkan untuk berlomba menggapai lailatul qadar sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sebagian isteri Rasululah (Lebih lanjut, lihat panduan I’tikaf dan lailatul qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;E. Haid dan Nifas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Wanita yang haid dan nifas tidak boleh berpuasa.&lt;br /&gt;1. Apabila haid atau nifas keluar meskipun sekejap sebelum maghrib, ia wajib membatalkan puasanya dan mengqodho’nya (menggantinya) pada waktu yan lain.&lt;br /&gt;2. Apabila ia suci pada siang hari, maka untuk hari itu ia tidak boleh berpuasa, sebab pada pagi harinya ia tidak dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;3. Apabila ia suci pada malam hari , maka ia wajib berepuasa disiang harinya meskipun ia suci sesaat sebelum fajar dan baru sempat mandi setelah terbit fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;F. Hamil dan Menyusui&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Jika wanita hamil itu takut akan keselamatan kandungannya, ia boleh berbuka. Apabila kekhawatiran ini terbukti dengan pemeriksaan secara medis dari dua dokter yang terpercaya, maka hukum berbuka bahkan menjadi wajib, demi keselamatan janin yang ada dalam kandungan.&lt;br /&gt;2. Apabila ibu hamil atau menyusui khawaatir akan kesehatan dirinya, bukan kesehatan anak atau janin, mayoritas ulama membolehkan ia untuk berbuka dan ia wajib untuk mengqodho’ puasanya. Dalam kondisi seperti ini, ia diqiyaskan seperti orang sakit.&lt;br /&gt;3. Apabila ibu hamil atau menyusui khawatir akan keselamatan janin atau anaknya, ia boleh berbuka. Setelah itu apakah ia wajib mengqodho’ atau membayar fidyah? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini:&lt;br /&gt;a. Ibnu Umar dan Ibnu Abbas membolehkan hanya dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin setiap hari sejumlah hari yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;b. Mayoritas ulama hanya mewajibkan mengqodho’ puasa.&lt;br /&gt;c. Sebagian yang lain mewajibkan kedua-duanya, puasa dan qodho.&lt;br /&gt;d. Dr.Yusuf Qordhowi dalam Fatawa Mu’ashirahnya mengatakan bahwa ia cenderung kepada pendapat yang mengatakan cukup dengan membayar fidyah (memberi makan orang miskin setiap hari), jika wanita yang bersangkutan tidak henti-hentinya hamil dan menyusui.Artinya tahun ini hamil, tahun berikutnya menyusui dan seterusnya, sehingga ia tidak mendapatkan kesehatan untuk mengqodho’ puasanya. Lanjut Dr. Yusuf Qordhowi, apabila kita membebani wanita tersebut dengan juga mengqodho’ puasa yang tertinggal, berarti ia harus berpuasa beberapa tahun berturut-turut setelah itu, dan itu sangat memberatkan , sedangkan Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;G. Wanita Yang Berusia Lanjut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila puasa membuatnya sakit, maka dalam kondisi ini ia tidak boleh berpuasa. Secara umum, orang yang sudah berusia lanjut tidak bisa diharapkan untuk mengqodho’ puasanya pada tahun-tahun berikutnya,karena itu ia hanya wajib membayar fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;H. Wanita dan Tablet Pengentas Haid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Ibnu Utsaimin, salah seorang ulama terkemuka Arab Saudi mengatakan bahwa penggunaan obat yang dapat menunda haid tidak dianjurkan. Bahkan bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan wanita. Karena haid adalah hal yang telah ditakdirkan bagi wanita, dan kaum wanita pada masa Rasulullah tidak pernah membebani diri mereka dengan melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;Namun apabila ada wanita yang melakukan hal ini, bagaimana hukumnya? Ada dua hal yang perlu menjadi perbincangan:&lt;br /&gt;1. Apabila darah benar-benar terhenti, maka puasanya sah dan tidak diwajibkan untuk mengulang puasa.&lt;br /&gt;2. Tetapi apabila ia ragu apakah darah tersebut benar-benar berhenti atau tidak, maka hukumnya seperti wanita haid, ia tidak boleh melakukan puasa. (Masail ash Shiyam Hal.63 dan Jami’ul ahkam an Nisa :2/393)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;I. Mencicipi Masakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang bekerja di dapur mungkin khawatir akan masakan yang diolahnya pada bulan puasa, karena ia tidak dapat merasakan apakah masakan tersebut keasinan, tawar atau yang lainnya. Bolehkah ia mencicipi masakan tersebut ? Para ulama memfatwakan tidak mengapa wanita mencicipi rasa masakannya, asal sekedarnya dan tidak sampai ke tenggorokan. Hal ini diqiyaskan dengan berkumur-kumur. (Jamiul ahkam an Nisa). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber: Dewan Syariah PKS&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112890569236161422?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112890569236161422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112890569236161422&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112890569236161422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112890569236161422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/hal2-yang-khusus-di-bulan-ramadhan.html' title='Hal2 yang Khusus di Bulan Ramadhan untuk Muslimah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112883009678811109</id><published>2005-10-09T12:45:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T21:43:34.030-07:00</updated><title type='text'>Panduan Qiyam Ramadhan dan Sholat Tarawih</title><content type='html'>Qiyam Ramadhan dan Sholat Tarawih adalah salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah SAW, tetapi terkadang pelaksanaannya dapat mengganggu ukhuwwah Islamiyah, karena terdapat perbedaan pada beberapa hal. Oleh karena itu kami membuat panduan ini agar umat Islam dapat memahami berbagai perbedaan tersebut dan tidak terjadi perselisihan yang dapat merusak Ukhuwwah Islamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;1. Anjuran Melaksanakan Qiyam dan Tarawih di Bulan Ramadhan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merupakan anjuran Nabi SAW menghidupkan malam ramadhan dengan memperbanyak sholat. Hal itu dapat terpenuhi dengan mendirikan Tarawih disepanjang malam ramadhan. Fakta adanya pemberlakuan sholat Tarawih secara turun temurun sejak Nabi SAW hingga sekarang merupakan dalil yang tidak dapat dibantah kebenarannya. Oleh karena itu para ulama sepakat bahwa sholat tarawih itu disyariatkan. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى هريرة قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرغب فى قيام رمضان من غير أن يأمرهم بعزيمة ويقول من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه (متفق عليه)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah menceritakan, bahwa Nabi SAW sangat menganjurkan qiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi SAW bersabda, “Siapa yang mendirikan sholat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan maka ia iampuni dosa-dosa yang telah lampau” (Muttafaq alaih, lafadz Imam Muslim dalam shahihnya: 6/40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;2. Pemberlakuan Jamaah Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya sholat tarawih dilaksanakan Nabi Saw. dengan sebagian sahabt secara berjamaah di masjid Nabawi.Namun setelah berjalan tiga malam, Nabi Saw. membiarkan para sahabat melakukan tarawih secara sendir-sendiri. Hingga dikemudian hari , ketika Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena sholat tarawih yang terpencar-pencar dalam masjid Nabawi, terbersit dalam hati Umar untuk menyatukannya sehingga terbentuklah sholat tarawih berjamaah yang dipimpim Ubay bin Kaab. Kisah ini terekam dalam hadits muttafaq alaih riwayat A’isyah (al Lu’lu’ wal marjan :436).&lt;br /&gt;Dari sini mayoritas ulama menetapkan bahwa sholat tarawih secara berjamaah hukumnya sunnah. (Lihat Syarh Muslim oleh Nawawi:6/39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;strong&gt;3. Wanita Melaksanakan Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya wanita lebih baik sholat di rumahnya, termasuk juga sholat tarawih. Namun jika tidak ke mesjid dia tidak berkesempatan atau tidak melaksanakannya maka kepergiannya ke mesjid untuk hal tersebut akan mempereoleh kebaikan yang sangat banyak. Pelaksanaannya tetap memperhatikan etika wanita ketika di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;4. Jumlah Rakaat Tarawih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Riwayat Bukhari tidak menyebutkan berapa rakaat Ubay bin Kaab melaksanakan tarawih. Demikian juga riwayat Aisyah – yang menjelaskan tentang tiga malam Nabi Saw. mendirikan tarawih bersama para sahabat -- tidak menyebutkan jumlah rakaatnya, sekalipun dalam riwayat Aisyah lainnya ditegaskan tidak adanya pembedaan oleh Nabi Saw. tentang jumlah rakaat sholat malam baik didalam maupun di luar ramadhan. Namun riwayat ini nampak pada konteks yang lebih umum yaitu sholat malam. Hal itu terlihat pada kecenderungan ulama dalam menempatkan riwayat ini pada bab sholat malam secara umum. Misalnya Imam Bukhari meletakkannya pada Bab Sholat Tahajud, Imam Malik pada bab Sholat Witir Nabi Saw. (Lihat Fathul Bari 4/250; Muwattha’ dalam Tanwir Hawalaik:141).&lt;br /&gt;Hal tersebut memunculkan perbedaan dalam jumlah rakaat Tarawih yang berkisar dari 11, 13, 21, 23, 36 bahkan 39 rakaat.&lt;br /&gt;Akar persoalan ini sesungguhnya kembali pada riwayat-riwayat sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Hadits Aisyah:&lt;br /&gt;ما كان يزيد فى رمضان ولا فى غيره على إحدى عشرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi tidak pernah melakukan sholat malam lebih dari 11 rakaat baik di bulan ramadhan maupun di luar ramadhan” (Al Fath: Ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Imam Malik dalam Muwattha’nya meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab menyuruh Ubay bin Kaab dan Tamim ad Dari untuk melaksanakan sholat tarawih 11 rakaat dengan rakaat-rakaat yang sangat panjang. Namun dalam raiwayat Yazid bin ar Rumman bahwa jumlah rakaat yang didirikan di masa Umar bin Khattab 23 rakaat (Al Muwattha’ dalam Tanwirul Hawalaik:138).&lt;br /&gt;c. Imam at Tirmidzi menyatakan bahwa Umar dan Ali serta sahabat lainnya menjalankan sholat tarawih sejumlah 20 rakaat (selain witir). Pendapat ini didukung oleh ats Tsauri,Ibnu Mubarak dan ay Syafi’ie (Lihat Fiqh Sunnah : 1/195).&lt;br /&gt;d. Bahkan di masa Umar bin Abdul Aziz kaum muslimin sholat tarawih hingga 36 rakaat ditambah wititr tiga rakaat. Hal ini dikomentari Imam Malik bahwa masalah ini sudah lama menurutnya (alFath: Ibid)&lt;br /&gt;e. Imam asy Syafi’I dari riwayat az Za’farani mengatakan bahwa ia sempat menyaksikan umat Islam melaksanaka sholat tarawih di Madinah dengan 39 raka’at, dan di Makkah 33 rakaat, dan menurutnya hal tersebut memang memiliki kelonggaran (al Fath: Ibid)&lt;br /&gt;Dari riwayat diatas jelas akar persoalan dalam jumlah rakaat tarawih bukanlah persoalan jumlah melainkan kualitas rakaat yang hendak didirikan. Ibnu Hajar berpendapat, “Bahwa perbedaan yang terjadi dalam jumlah rakaat tarawih muncul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Jika dalam mendirikannya dengan rakaat-rakaat yang panjang maka berakibat pada sedikitnya jumlah rakaat dan demikian sebaliknya.”&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh Imam asy Syafi’i, “Jika shalatnya panjang dan jumlah rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek, jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku, sekalipun aku lebih senang pada yang pertama.” Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa orang yang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan witir 3 rakaat dia telah mencontoh Nabi, sedangkan yang menjalankan tarawih dengan 23 mereka telah mencontoh Umar, generasi sahabat dan tabi’in.Bahkan menurut Imam Malik hal itu telah berjalan lebih dari ratusan tahun.&lt;br /&gt;Hal yang sama juga diungkap oleh Imam Ahmad bahwa tidak ada pembatasan yang signifikan dalam jumlah rakaat tarawih melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan (Lihat Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/250 dst).&lt;br /&gt;Imam az Zarqani mencoba menetralisir persoalan ini dengan menukil pendapat Ibnu Hibban bahwa tarawih pada mulanya 11 rakaat dengan rakaat yang sangat panjang, namun bergeser menjadi 20 rakaat (tanpa witir) setelah melihat adanya fenomena keberatan umat Islam dalam mendirikannya. Bahkan hingga bergeser menjadi 36 (tanpa witir) dengan alasan yang sama (Lihat Hasyiyah Fiqh Sunnah: 1/195).&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak ada alasan yang mendasar untuk saling berselisih karena persoalan jumlah rakaat sholat tarawih, apalagi menjadi sebab perpecahan umat yang bersatunya adalah sesuatu yang wajib. Jjika kita perhatikan dengan cermat maka yang menjadi konsensus dalam shalat tarawih adalah kualitas dalam menjalankannya dan bagaimana shalat tersebut benar-benar menjadi media komunikasi antara hamba dengan Rabb-nya lahir dan batin sehingga berimplikasi dalam kehidupan berupa ketenangan dan merasa selalu bersama-Nya dimana pun berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Cara Melaksanakan Sholat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam hadits Bukhari riwayat Aisyah menjelaskan bahwa cara Nabi Saw. dalam menjalankan sholat malam adalah dengan melakukan tiga kali salam, masing-masing terdiri dari 4 rakaat yang sangat panjang ditambah 4 rakaat yang panjang pula ditambah 3 rakaat sebagai penutup (Lihat Fathul Bari: Ibid).&lt;br /&gt;2. Bentuk lain yang mendapatkan penegasan secara qauli dan fi’li juga menunjukkan bahwa sholat malam dapat pula dilakukan dua rakaat0dua rakaat dan ditutup satu rakaat. Ibnu Umar menceritakan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang cara Rasulullah Saw. mendirikan sholat malam, beliau menjawab : “sholat malam didirikan dua rakaat-dua rakaat, jika ia khawatir akan tibanya waktu subuh maka hendaknya menutup dengan satu rakaat. (Muttafaq alaih al-Lu’lu wal Marjan: 432). Hal ini ditegaskan fi’liyah (perbuatan) Nabi Saw. dalam hadits Muslim dan Malik ra (Lihat Syarh shahih Muslim 6/46-47, Muwattha’dalam Tanwir: 143-144).&lt;br /&gt;3. Dari sini Ibnu Hajar menegaskan bahwa Nabi SAW terkadang melakukan witir/menutup sholatnya dengan satu rakaat dan terkadang menutupnya dengan tiga rakaat.&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan seputar sholat tarawih dalam perspektif Islam semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffcccc;"&gt;Sumber: Dewan Syariah PKS&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112883009678811109?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112883009678811109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112883009678811109&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112883009678811109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112883009678811109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/panduan-qiyam-ramadhan-dan-sholat.html' title='Panduan Qiyam Ramadhan dan Sholat Tarawih'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112853806237466226</id><published>2005-10-06T03:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T19:49:25.085-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana berIslam'/><title type='text'>Khutbah Rasululloh Menyambut bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Assalamualaikum saudaraku, pesan rasululloh berikut teramat berharga bagi santapan ruhiyah kita menjelang ramadhan ini. Andai saja ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhir kita, maka dengan mendawamkan seluruh pesannya dan dibarengi Niat Ikhlas, semoga Allah akan meningkatkan kemuliaan kita di dunia dan tentu di akhirat kelak.. amiin... Jadi tidak ada salahnya membaca berulang-ulang sampai hafalpun^-^. Selamat berjuang untuk ramadhan tahun ini 1426 H&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Original materi saya pernah baca di PK-Sejahtera.org, namun link berikut ada juga di temen saya &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://goldenpen007x.blogdrive.com/"&gt;ARS&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jazakillah khoir memudahkan mendapatkannya karena link PK-Sejahtera.org sedang sulit diakses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah datang pada kalian bulan Alloh dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Alloh dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan do'a-do'amu diijabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermohonlah kepada Alloh, Robbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Alloh membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Alloh di bulan yang agung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Alloh dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo'a pada waktu sholatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Alloh Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah!&lt;br /&gt;Alloh ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Robbal-alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Alloh nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rosululloh! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rosululloh meneruskan "Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Alloh akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Alloh akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Alloh akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Alloh akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Alloh akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan sholat sunat di bulan ini, Alloh akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 sholat fardu di bulan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memperbanyak sholawat kepadaku di bulan ini, Alloh akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Robbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: "Aku berdiri dan berkata: 'Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?' Jawab Nabi: 'Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Alloh.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Marhaban Yaa Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112853806237466226?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112853806237466226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112853806237466226&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112853806237466226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112853806237466226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/10/khutbah-rasululloh-menyambut-bulan.html' title='Khutbah Rasululloh Menyambut bulan Ramadhan'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112761516091666307</id><published>2005-09-24T12:15:00.000-07:00</published><updated>2005-09-25T01:41:43.050-07:00</updated><title type='text'>Meninggalkan Sholat</title><content type='html'>Sumber Artikel dari &lt;a href="http://xmaahadian.ilmuislam.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;amp;amp;amp;sid=128"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;strong&gt;sini &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Pria_fantasia&lt;/em&gt; menulis "Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah saw sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis. Apabila Rasulullah saw melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, "Wahai orang muda kenapa kamu menangis?" Maka berkata orang muda itu, "Ya Rasulullah saw,ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya."! Lalu Rasulullah saw memerintahkan Abu Bakar ra dan Umar ra ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya.Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar ra dan Umar ra mendapati ayah orang muda itu telah bertukar rupa menjadi babi yang berwarna hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah saw, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam." Kemudian Rasulullah saw dan para sahabat pun pergi kerumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah SWT kemudian mayat itu pun tukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah SAW dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.Ketika mayat itu hendak dikebumikan,maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah saw pun bertanya kepada pemuda itu,"Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?" Berkata orang muda itu, "Sebenarnya ayahku ini tidak mau mengerjakan solat."Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu. Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, "Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksanya sehingga sampai&lt;br /&gt;hari kiamat." Lalu para sahabat bertanya, "Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?" Berkata ular, "Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.&lt;br /&gt;2. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.&lt;br /&gt;3. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKA INILAH BALASANNYA..... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112761516091666307?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112761516091666307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112761516091666307&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112761516091666307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112761516091666307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/09/meninggalkan-sholat.html' title='Meninggalkan Sholat'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112731130195905521</id><published>2005-09-22T10:45:00.000-07:00</published><updated>2005-09-21T18:34:39.396-07:00</updated><title type='text'>Belajar Syukur dari Asma Allah</title><content type='html'>Salah satu asma Allah yang berkaitan dengan kesyukuran adalah &lt;strong&gt;Asy-Syakur&lt;/strong&gt; yang artinya &lt;em&gt;Maha Pembalas Budi (Menghargai),&lt;/em&gt; demikian menurut terjemahan &lt;em&gt;wikipedia&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam Al-Qur’an, keMaha-syukuran Allah dibuktikan dalam surat dan ayat berikut:&lt;br /&gt;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. (QS Al-Baqarah [2]: 261)&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS Al-Zalzalah [99]: 7). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan bagaimana Allah menjanjikan serta menyebut-nyebut balasan kebaikan bagi hambaNya yang beramal sholeh. Hal itu karena sifat kemaha Pembalas budi-an Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan terhadap ni`mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.(Qs.Dhuha [93] : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;Demikianlah Allah SWT, disamping memberi suatu perintah namun juga disertai dengan mengajarkannya.&lt;br /&gt;Ahmad Ibnu Faris dalam bukunya Maqayis Al-Lughah menyebutkan salah satu makna dasar dari kata syukur adalah Pujian karena adanya kebaikan yang diperoleh. Dan selanjutnya mengatakan bahwa hakikat kata syukur adalah merasa ridha atau puas dengan sedikit sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bila dikaitkan lagi dengan Asma Allah Asy-Syakur, bahwa Allah akan membalas kebaikan walau itu sebesar biji dzarrahpun maka artinya sekecil apapun kebaikan yang telah diperbuat hambaNya, Allah membalasnya dalam jumlah yang jauh lebih banyak, baik dalam pujian dan dalam janji-janji serta tentu saja dalam bentuk karunia langsung atau tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan janji Allah Ta’ala dalam QS.Ibrahim [14]:7, ……`Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu,……” maka "syukur" mengisyaratkan "Siapa yang merasa puas atau mampu mensyukuri dari yang kecil atau sedikit, maka ia akan memperoleh banyak kebaikan, kelebatan dan kesuburan karenanya", atau istilah yang lazimnya adalah berkah.&lt;br /&gt;Dalam istilah arab, syakur bermakna bahwa seekor keledai dapat gemuk dengan rumput yang sedikit, dan setangkai tanaman dapat tumbuh hanya dengan awan yang menggantung sajapun.&lt;br /&gt;Jadi seandainya seseorang senantiasa sibuk mensyukuri apa-apa yang telah dikaruniakanNya, maka sesungguhnya ia sedang mengoptimalkan manfaat dan hatur terimakasih atas karunia dari dan kepada Allah, kemudian Allah melengkapi kesyukurannya itu berupa menambahkan karuniaNya karena sifat keMaha-syukuran Allah SWT. Oleh karena itu kesyukuran yang cukup itu mencukupkan kebutuhan hawa nafsu yang seringkali mengajak manusia untuk melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah saja mencontohkan bagaimana membalas amal sholeh hambanya walau sebesar dzarrah, maka seperti itu pula syukur seorang hamba terhadap Zat yang telah memberi banyak karunia pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah cukupkah ucap terimakasih dan syukur kita (dari lubuk hati paling dalam) melalui dzikir harian kepadaNya(?!)&lt;br /&gt;Seberapa banyak pula kita telah apresiasikan kesyukuran kita (atas karuniaNya) dalam sujud-sujud panjang keseharian kita(?!)&lt;br /&gt;Lalu, masih beratkah berbagi setelah disadari bahwa pemberianNya tlah begitu melimpah(?!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayoo maya! tingkatkan syukurmu, aktualisasikan dalam amal dan berbagilah dengan apa yang kau punya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112731130195905521?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112731130195905521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112731130195905521&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112731130195905521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112731130195905521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/09/belajar-syukur-dari-asma-allah.html' title='Belajar Syukur dari Asma Allah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112667949351316512</id><published>2005-09-14T15:42:00.000-07:00</published><updated>2005-09-13T23:43:34.216-07:00</updated><title type='text'>Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah</title><content type='html'>KH. Rahmat Abdullah (alm)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AlDakwah.org.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling&lt;br /&gt;mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya&lt;br /&gt;saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan&lt;br /&gt;yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan&lt;br /&gt;menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara&lt;br /&gt;proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau&lt;br /&gt;cintai." (Hadist Sahih Riwayat Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani,&lt;br /&gt;Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i&lt;br /&gt;yang menggariskan aqidah "La tha'ata limakhluqin fi ma'shiati'l&lt;br /&gt;Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat&lt;br /&gt;kepada Alkhaliq. (Hadist Sahih Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan&lt;br /&gt;Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya&lt;br /&gt;pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu&lt;br /&gt;adalah : "Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke&lt;br /&gt;bawah garis rahabatus'shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak&lt;br /&gt;(upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas&lt;br /&gt;kepentingan diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya,&lt;br /&gt;maka "kerugian apapun" yang diderita saudara-saudara dalam iman dan&lt;br /&gt;da'wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun&lt;br /&gt;pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama'i, akan&lt;br /&gt;mendapatkan ganti yang lebih baik. "Dan jika kamu berpaling, maka&lt;br /&gt;ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi&lt;br /&gt;seperti kamu" (Qs. 47: 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang&lt;br /&gt;sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah&lt;br /&gt;terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau&lt;br /&gt;oleh urusan yang merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang&lt;br /&gt;bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da'wah dan&lt;br /&gt;menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang&lt;br /&gt;membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang ikhwah, Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah&lt;br /&gt;dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau&lt;br /&gt;alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan&lt;br /&gt;iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak&lt;br /&gt;sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung&lt;br /&gt;di wajah pengantinku tercinta", tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung,&lt;br /&gt;seakan doktrin da'wah telah mengelupas. Kala itu jarang da'i dan&lt;br /&gt;murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa&lt;br /&gt;pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij&lt;br /&gt;sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya&lt;br /&gt;terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?"&lt;br /&gt;Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da'wati" : Isteriku atau&lt;br /&gt;da'wahku ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu&lt;br /&gt;nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya&lt;br /&gt;pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas&lt;br /&gt;24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah&lt;br /&gt;dan kita menemukan cinta dalam da'wah. Apa pantas sesudah da'wah&lt;br /&gt;mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da'wah. Saya cinta kamu dan&lt;br /&gt;kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala&lt;br /&gt;hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih&lt;br /&gt;mendung, namun membaik setelah beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan&lt;br /&gt;menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan,&lt;br /&gt;mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini&lt;br /&gt;keluarga da'wah tersebut sudah menikmati berkah da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da'wah.&lt;br /&gt;Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap&lt;br /&gt;ditinggalkan untuk da'wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia&lt;br /&gt;absent dalam pertemuan rutin. Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai&lt;br /&gt;menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna&lt;br /&gt;waahluna": "kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs.&lt;br /&gt;48:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa&lt;br /&gt;saya harus hadir dalam tugas-tugas da'wah". Pada giliran berangkat&lt;br /&gt;keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang.&lt;br /&gt;"Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin&lt;br /&gt;kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan di muhasabah lagi sampai&lt;br /&gt;dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi,&lt;br /&gt;mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan&lt;br /&gt;begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang&lt;br /&gt;kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki&lt;br /&gt;komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki&lt;br /&gt;kelezatan duduk cukup lama dalam forum da'wah, yang penuh berkah.&lt;br /&gt;Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain&lt;br /&gt;pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati&lt;br /&gt;ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, "in&lt;br /&gt;lam takun bihim falan takuna bighoirihim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di Titik Lemah Ujian Datang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu&lt;br /&gt;simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A'raf Ayat 163:&lt;br /&gt;"Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka&lt;br /&gt;melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan&lt;br /&gt;buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka&lt;br /&gt;tidak ber-sabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji&lt;br /&gt;mereka karena kefasikan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma'ruf&lt;br /&gt;nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan&lt;br /&gt;kita. Ini terkait dengan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari&lt;br /&gt;belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan&lt;br /&gt;sepanjang hari hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian&lt;br /&gt;kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda'wah lebih sedikit&lt;br /&gt;waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari&lt;br /&gt;belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari&lt;br /&gt;ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan,&lt;br /&gt;alhamdulillah rata-rata kader da'wah sekarang secara ekonomi semakin&lt;br /&gt;lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya&lt;br /&gt;sedang dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ustadz, ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah,&lt;br /&gt;mengajak rekannya untuk mulai aktif berda'wah. Diajak menolak, dengan&lt;br /&gt;alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan&lt;br /&gt;kalau berda'wah, da'wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka&lt;br /&gt;bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Ustadz tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena&lt;br /&gt;sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada&lt;br /&gt;titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang&lt;br /&gt;seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum'at jam&lt;br /&gt;11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da'wah datang orang&lt;br /&gt;menyibukkan mereka dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti&lt;br /&gt;kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan menyingkir, tetapi&lt;br /&gt;ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus&lt;br /&gt;menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa,&lt;br /&gt;mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan&lt;br /&gt;kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan&lt;br /&gt;cobaan sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam&lt;br /&gt;berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban&lt;br /&gt;liqa', syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu,&lt;br /&gt;pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari&lt;br /&gt;kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan: "Seandainya para&lt;br /&gt;raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam&lt;br /&gt;dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi&lt;br /&gt;kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan&lt;br /&gt;diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda'wah adalah nikmat,&lt;br /&gt;berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika&lt;br /&gt;da'wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh&lt;br /&gt;mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia&lt;br /&gt;yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang&lt;br /&gt;lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji&lt;br /&gt;di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang&lt;br /&gt;keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu&lt;br /&gt;lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi&lt;br /&gt;popularitas, riya' mungkin -dimasa ujian- akan menemukan orang yang&lt;br /&gt;terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin&lt;br /&gt;diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun&lt;br /&gt;(klarifikasi).Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak&lt;br /&gt;perkara yang membuat dia hanya 'selamat' dengan berdusta lagi. Dan itu&lt;br /&gt;arti pembesaran bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah&lt;br /&gt;(dahulu Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis&lt;br /&gt;bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu&lt;br /&gt;nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat,&lt;br /&gt;dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan&lt;br /&gt;harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu,&lt;br /&gt;gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab&lt;br /&gt;dan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seni Membuat Alasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kehati-hatian -sesudah syukur- karena kita hidup di masyarakat&lt;br /&gt;Da'wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang&lt;br /&gt;cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada&lt;br /&gt;sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham&lt;br /&gt;bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. "Ya ALLAH, jadikan daku&lt;br /&gt;lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan&lt;br /&gt;mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka", demikian ujarnya&lt;br /&gt;lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ?&lt;br /&gt;"Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu,&lt;br /&gt;padahal engkau tahu betapa diri kamu jauh dari kebaikan itu", demikian&lt;br /&gt;kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'Llah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para&lt;br /&gt;hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu&lt;br /&gt;mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan&lt;br /&gt;lapang hati komunitas da'wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman&lt;br /&gt;maaf, "Afwan ya Akhi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelengkapan Amal Jama'i tempat kita 'menyumbangkan' karya kecil kita,&lt;br /&gt;memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan&lt;br /&gt;kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama'i kita,&lt;br /&gt;tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da'wah. "Mereka&lt;br /&gt;membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan :&lt;br /&gt;'Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi&lt;br /&gt;kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu&lt;br /&gt;karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang&lt;br /&gt;jujur" (Qs. 49;17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da'wah. Ini adalah&lt;br /&gt;karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu&lt;br /&gt;-karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan&lt;br /&gt;manusia yang tidak maksum dan sempurna- menunggu musibah dan&lt;br /&gt;kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain !" Sepantasnya&lt;br /&gt;bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah&lt;br /&gt;kebahagiaan ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling mendo'akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi&lt;br /&gt;mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak&lt;br /&gt;motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya&lt;br /&gt;dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : "Untukmu pun hak&lt;br /&gt;seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah&lt;br /&gt;dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling&lt;br /&gt;mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan&lt;br /&gt;cinta fi'Llah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu&lt;br /&gt;dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112667949351316512?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112667949351316512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112667949351316512&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112667949351316512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112667949351316512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/09/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah.html' title='Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112631176751040378</id><published>2005-09-09T17:21:00.000-07:00</published><updated>2005-09-09T17:22:47.513-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Guru: Rahmat Abdullah (alm)</title><content type='html'>Perginya Syaikhut Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USTADZ RAHMAT ABDULLAH DALAM KENANGAN / Berita&lt;br /&gt;Tanggal: 16 Jun 2005 - 12:19 AM  &lt;br /&gt;Oleh Herry Nurdi&lt;br /&gt;http://www.pk-sejahtera.nl/print.php?sid=382&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS.NL-Online.- Apakah ini bukti dari kata-kata yang selama ini beredar di masyarakat kita. Bahwa orang-orang shalih lebih cepat meninggal dunia dan mendahului orang-orang yang mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ore menjelang malam itu (14/06), belum lagi rasa penat saya hilang setelah pulang dari perjalanan,&lt;br /&gt;kabar yang mengagetkan saya terima setelahdering telepon surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ustadz Rahmat Abdullah, meninggal dunia," begitu seorang teman dengan nada bergetar diujung sambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak percaya dengan apa yang saya dengar, saya mencobamenelepon beberapa teman lain, menanyakan hal ini. Dan jawabannya membuat saya kian lemas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik, sebagai balasan atas segala jerih payah dalam jalan dakwah yang pernah Ustadz Rahmat Abdullah lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit berlalu, saya masih gamang menerima kabar ini. Sebab, beberapa hari lagi, beliau dijadwal untuk mengisi daurah yang tadinya akan saya ikuti. Saya masih berharap bisa bertemu beliau, dan sekadar iseng, berniat menanyakan kata pengantar yang hendak beliau tulis untuk buku saya. Buku tentang perkembangan dakwah dan situasi agama Islam secara internasional. Tapi Allah berkehendak lain, rindu saya untuk bertemu beliau tak pernah tersampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya ingat dari beliau tentang buku itu adalah sepenggal kalimat permintaan maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Afwan ya akhi, belum sempat-sempat juga memberikan pengantar. Tapi buku antum akan sangat berguna, insya Allah," begitu ujar beliau dalam sebuah pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dulu saya memohon maaf kepada pembaca. Tulisan ini dibuat dengan sangat terburu-buru. Mesin cetak yang sudah berputar terpaksa kami hentikan. Sebagai tanda rasa hormat dan berkabung kami, keluarga besar SABILI, yang mendalam atas wafatnya Ustadz Rahmat Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga harus mengakui, bahwa tulisan ini sama sekali tak sempurna. Saya tak tahu detil riwayat hidup beliau, itu semua hanya karena satu hal. Kami tak menduga waktunya akan datang secepat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tentang maut berkali-kali beliau ingatkan kepada kami. Saya teringat sebuah artikel yang beliau tulis, beberapa waktu lalu. Judul tulisan itu cukup singkat, "Kematian Hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paragrap pertama, seolah hendak mengingatkan dirinya sendiri, Ustadz Rahmat Abdullah menuliskan kalimat seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diisyaratkan oleh beliau. Sebuah isyarat yang mengajak kita semua, untuk terus mengingat maut yang memutuskan segalanya. Ustadz Rahmat Abdullah, ia adalah putra Betawi yang lahir di Jakarta pada 3 Juli 1953. Dan semua yang ditinggalkan, sama sekali tak menyangka menjelang ulang tahunnya yang ke 52 tahun bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Selasa, 14 Juni 2005, Ustadz Rahmat Abdullah diundang Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera untuk memberikan masukan dan saran-saran pada pejabat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tanda-tanda beliau kurang sehat atau mengalami gangguan kesehatan. Beliau rapat dengan gayanya yang khas, ceria dan humoris, tapi selalu penuh makna. Dari Ashar sampai waktu shalat Maghrib tiba, Ustadz Rahmat tetap ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat beliau mengambil wudhu, lalu berkata agak aneh. Pada Tifatul Sembiring, Presiden&lt;br /&gt;PKS, Ustadz Rahmat bertanya, "Apa ada gempa?" Karena sifat Ustadz Rahmat Abdullah yang humoris, semua menganggap pertanyaan beliau hanya kelakar belaka. Tapi tak lama, beliau limbung dan terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang langsung menidurkan beliau dan mengukur tekanan darah yang menunjukkan angka 210. Tapi Ustadz Rahmat meminta duduk dan diantarkan ke RSI Cempaka Putih. Ketika sampai di rumah sakit, dokter yang memeriksa menyampaikan, Ustadz Rahmat telah meninggal&lt;br /&gt;dalam perjalanan menuju rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz ramah dengan peci putih khas yang selalu bertengger di kepalanya itu telah pergi meninggalkan kita semua, untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Juni 2005 lalu, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, berlangsung rapat penyusunan struktur Partai Keadilan Sejahtera. Di ruang Bima, hasil pengumuman disampaikan pada wartawan yang telah berjubel menanti berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tifatul Sembiring, yang sebelumnya menjadi Pjs dikukuhkan sebagai Presiden Partai. Dan Ustadz Rahmat Abdullah, yang sebelumnya diamanahi sebagai Ketua MPP,digantikan oleh Ustadz Suharna. Ustadz Rahmat tampak tersenyum lebar, lebar sekali.Beliau sambil berkata, "Freedom."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Ustadz Rahmat memang telah freedom. Telah merdeka. Telah dibebaskan dari kewajiban dakwah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk beliau, sebagai pahala, sebagai ganti atas peluh yang dicucurkan, perasaan yang dicurahkan, pikiran yang ditetaskan di jalan dakwah. Jalan yang telah beliau rintis, jalan yang harus kita teruskan bersama. Sebagai tanda terima kasih kepada beliau. Sebagai tanda meneruskan cita-cita beliau, menegakkan agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dari sebuah milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10659070-112631176751040378?l=tazco.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tazco.blogspot.com/feeds/112631176751040378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10659070&amp;postID=112631176751040378&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112631176751040378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10659070/posts/default/112631176751040378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tazco.blogspot.com/2005/09/mengenang-guru-rahmat-abdullah-alm.html' title='Mengenang Guru: Rahmat Abdullah (alm)'/><author><name>Maya Hirai</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02323015999468160735</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_ysyNFQbxb7k/SIASD93Z-eI/AAAAAAAAARc/lAf24PVlYQc/S220/busy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10659070.post-112631162969531081</id><published>2005-09-09T17:14:00.000-07:00</published><updated>2005-09-09T17:20:29.703-07:00</updated><title type='text'>Kematian Hati</title><content type='html'>oleh: KH. Rahmat Abdullah&lt;br /&gt;dari al-da'wah.org&lt;br /&gt;http://aldakwah.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=476&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.&lt;br /&gt;Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan&lt;br /&gt;kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera&lt;br /&gt;pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang&lt;br /&gt;sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa&lt;br /&gt;penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya&lt;br /&gt;pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa&lt;br /&gt;itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap&lt;br /&gt;ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut&lt;br /&gt;karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu&lt;br /&gt;tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik&lt;br /&gt;orang-orang berhati jernih. Bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid&lt;br /&gt;lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH,&lt;br /&gt;jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka. Janganlah Engkau hukum&lt;br /&gt;aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka",&lt;br /&gt;ucapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,&lt;br /&gt;lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang&lt;br /&gt;beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian&lt;br /&gt;menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat&lt;br /&gt;banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang sama sekali tak pernah beramal tetapi merasa banyak&lt;br /&gt;amal dan menyalahkan orang yang beramal karena kekurangan atau&lt;br /&gt;ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah&lt;br /&gt;dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan&lt;br /&gt;kata. Dimana kau letakkan dirimu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu&lt;br /&gt;kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin&lt;br /&gt;bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa&lt;br /&gt;gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga&lt;br /&gt;getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya&lt;br /&gt;?&lt;br /&gt;Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia&lt;br /&gt;berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada&lt;br /&gt;ALLAH, dimana kau kubur dia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka&lt;br /&gt;lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini potret negerimu: 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden&lt;br /&gt;usia SMP &amp; SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju&lt;br /&gt;remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis&lt;br /&gt;perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau&lt;br /&gt;berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu&lt;br /&gt;yang tak diperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh".&lt;br /&gt;Betapa jamaknya 'dosa-2 kecil' itu dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat 'TV Thaghut'&lt;br /&gt;menyiarkan segala 'kesombongan jahiliyah dan maksiat' ? Saat engkau muntah&lt;br /&gt;melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung&lt;br /&gt;ustadzmu yang mengatakan "Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan&lt;br /&gt;dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting&lt;br /&gt;mereka tidak dilaknat ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling&lt;br /&gt;lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami. Sesudah itu urusan&lt;br /&gt;tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru&lt;br /&gt;engkau akan dihadang tantangan sangat malu untuk menahan tanganmu dari&lt;br /&gt;jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang&lt;br /&gt;berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah&lt;br /&gt;pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus&lt;br /&gt;mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka&lt;br /&gt;pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya&lt;br /&gt;inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah&lt;br /&gt;melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya&lt;br /&gt;membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit&lt;br /&gt;sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang.&lt;br /&gt;Lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu&lt;br /&gt;saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai. Berlalu tanpa rasa bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang&lt;br /&gt;perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena&lt;br /&gt;kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah&lt;br /&gt;kandung dan ayah mertua". Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan&lt;br /&gt;ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau&lt;br /&gt;fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh&lt;br /&gt;ke lembah yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa beda seorang remaja yang menzinahi teman sekolahnya dengan seorang alim&lt;br /&gt;yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan&lt;br /&gt;penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka&lt;br /&gt;yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir?&lt;br /&gt;Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.&lt;br /&gt;Tengoklah langka
