Sunday, February 6, 2005

Misi Kemanusiaan PKS

Washington Post : Kerja sosial untuk misi kemanusiaan adalah prioritas utama dalam setiap program PKS, yang juga telah memberikan banyak bantuan kemanusiaan saat terjadi banjir dan tanah longsor di Jakarta, dan gempa bumi yang menimpa propinsi paling timur Indonesia Papua.
Meskipun para kader PKS tidak terang-terangan melakukan kampanye, mereka paham bahwa masyarakat telah menaruh simpati pada PKS.

Washington Post : Azmi Fajri Usman, berhenti di camp-camp pengungsi, di pusat kota yang dihuni oleh lebih kurang 2000 pengungsi korban tsunami.
“Assalamu’alaikum,” sapa Usman, seraya mematikan motornya dan mendekat ke arah pengungsi. “Adakah yang memberi bantuan di daerah ini?” tanya Usman.
Para kader PKS yang merupakan relawan terbesar di Indonesia, segera membongkar barang-barang bantuan dan membagi-bagikan kepada pengungsi. Partai ini mengatakan bahwa kegiatan ini adalah misi kemanusiaan dan dan tidak ada unsur politik (Binsar Bakara-AP). “Tidak ada yang membantu kami di sini,” keluh seorang pria yang mengenakan kaos berwarna hitam, dengan masker membalut mulutnya untuk menghindari terjangkitnya penyakit akibat infeksi kuman dari mayat-mayat yang telah membusuk. “Kami tidak memiliki apa-apa di sini, bahkan mie pun kami tidak punya”ratapnya.
Usman, koordinator relawan PKS terus mendekati masyarakat yang memerlukan pertolongan, akibat guncangan gempa dan amukan gelombang tsunami 25 Desember lalu dan menelan 160ribu korban jiwa di sebelas Negara, 110ribu diantaranya adalah rakyat Indonesia. “Tempat ini terlantar” kata Usman (26). “Mereka hanya bisa melihat truk pembawa barang bantuan berlalu lalang, tanpa bisa melakuakn apa-apa, kecuali hanya memandangi truk-truk tersebut” tutur pria bertubuh rendah tersebut.
Kerja sosial untuk misi kemanusiaan adalah prioritas utama dalam setiap program PKS, yang juga telah memberikan banyak bantuan kemanusiaan saat terjadi banjir dan tanah longsor di Jakarta, dan gempa bumi yang menimpa propinsi paling timur Indonesia Papua. Meskipun para kader PKS tidak terang-terangan melakukan kampanye, dan menekankan bahwa apa yang mereka lakukan tidaklah bermisi politis, mereka paham bahwa masyarakat telah menarus simpati pada PKS.

Semboyan tegas dan praktis berarti : bahwa masyarakat Indonesia wajib menolong masyarakat Indonesia lainnya, seorang muslim wajib menolong muslim lainnya. Dan Aceh, propinsi yang paling berat tertimpa gempa, sebagian penduduknya adalah beragama Islam dan telah menerapkan syariat Islam.
PKS telah di terima di Aceh, dan dihampir seluruh wilayah di tanah air. Pemerintah sendiri tampaknya belum memiliki program yang jelas dalam menangani pengungsi, pemerintah lebih suka mengkoordinir para relawan dari pada terjun langsung membantu korban bencana.
PKS sebelumnya dikenal dengan Partai Keadilan (PK), yang didirikan pada tahun 1998, dengan basis massa para mahasiswa dan kaum intelektual. Dengan kader yang terus bertambah hingga menembus angka 3juta, PKS memenangkan pemilu legislatif di Jakarta dan Banda Aceh.

Sebagian kader PKS bahkan berharap bahwa PKS akan memetik kemenangan dalam pemilu presiden 2009 mendatang, dan dapat menerapkan nilai-nilai Islam di Indonesia. Partai yang anggotanya selalu terlihat dimana-dimana dengan menggunakan jaket berlambang 2 bulan sabit mengapit sekuntum padi ini, merupakan partai yang telah menebar relawan terbesar diantar 8000 relawan. 800-1000 relawan PKS telah diterjunkan.
Mereka adalah relawan pertama yang dapat menembus Aceh, dan berusaha menangani bantuan di Aceh pada tanggal 27 Desember, sedang pada tanggal 28 Desember, mereka mendistribusikan bantuan berupa makanan, obat-obatan dan selimut kepada para korban bencana. Acapkali relawan-relan PKS terebut, membawa box-box berisi makanan dan pakaian. Mereka juga turut membersihkan rumah sakit dan sekolah-sekolah. Juga berkumpul dengan anak yatim piatu di sekolah-sekolah madrasah di Aceh.

‘Motto kami adalah bersih dan pedul,’ jelas presiden PKS Tifatul Sembiring. ‘Kerja sosial adalah salah satu cara untuk membuktikan bahwa kami peduli’ lanjut Tifatul. Sebagai seorang politisi dan sebagai seorang pekerja sosial, Usman yang berhasil terpilih sebagai anggota dewan untuk Propinsi Banda Aceh pada pemilu lalu, adalah 1 dari 2000 relawan dari seluruh Indonesia yang telah berada di Aceh untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana.

Di paviliun Pusat Kebudayaan di pusat kota, seorang anak muda yang mengenakan baju bergambar Batman, berlari mendekati Usman dan memeluknya. Pria asli Aceh ini dikenal sebagai seorang ustad yang cukup akrab dalam memberikan pelajaran ruhani kepada para remaja, dan mengajarkan anak didiknya tentang Al-Qur’an di sekolah-sekolah Alqur’an. Seorang wanita meminta bantuan berupa satu dus mie instant. Seorang laki-laki berkata bahwa ia membutuhkan tenda. Dan seorang laki-laki lainnya menunjuk pada anaknya yang berusia 10 tahun, yang berhasil bertahan di dalam air selama 10 jam saat tsunami menerjang, dan saat ini membutuhkan pertolongan medis. Usman segera memohon bantuan. Dalam 10 menit, truk Mitsubishi hitam dengan bendera PKS yang berkibaran tiba. Di dalamnya terdapat relawan-relawan lain dari organisasi Islam, Al-Islam, yang mengatakan tujuan mereka bergabung dengan PKS adalah agar misi kemusiaan ini dapat berjalan lebih efektif.
Al-Islam memiliki banyak truk Mitsubishi, namun tidak memiliki banyak relawan. Maka mereka menawarkan bekerja sama dengan PKS, karena mereka yakin bahwa PKS tidak akan korupsi. Segera para relawan PKS mengeluarkan karton-karton berisi telur, beras dan dus-dus berisi pakaian yang bertuliskan pakaian untuk laki-laki, perempuan dan anak-anak.
‘Hal terpenting saat ini adalah menjadi flexible dan jangan saling curiga’ jelas Usman kepada Ardi, koordiantor Al-Islam yang peduli dalam menolong 200 pengungsi secara cepat. ‘Ya, kita butuh lebih banyak relawan’ pinta Ardi. ‘Baik, saya akan kirimkan lebih banyak relawan kemari’ sanggup Usman, seraya mengeluarkan alat komunikasi dari dalam sakunya. Usman dan partainya, berusaha untuk berperan secara moderat. Meskipun para pemimpin PKS ingin menerapkan nilai-nilai Islam, mereka tidak memaksakan kehendaknya dalam kampanye politik. Mereka lebih suka untuk menjalankan nilai-nilai Islam itu terlebih dahulu. Tetapi dalam poster-poster dan percakapan sehari-hari, terlihat mereka menaruh curiga pada aktifis-aktifis Kristen. Salah satu spanduk yang terpampang di dinding-dinding sekolah dipenjuru kota Aceh, berisikan peringatan bahwa anak-anak tidak boleh diasuh oleh orang-orang kafir yaitu orang-orang Kristen dan para misionaris, yang ingin membawa pergi anak-anak Aceh dan mengkristenkan mereka. ‘Masalahnya orang-orang Nasrani itu berusaha untuk mengkristenkan mereka‘ terang Usman. ‘Yang membuat orang Aceh marah adalah saat agama mereka diutak-atik’ tambahnya.

Usman yang menikah dengan seorang dokter 3 bulan lalu, mengatakan bahwa alasannya bergabung dengan PKS adalah karena PKS tidak hanya berusaha untuk memupuk kedekatan pada Alllah SWT, tapi juga berusaha untuk membina hubungan baik dengan manusia. Ia juga mengatakan bahwa kader-kader PKS adalah kader yang religius sekaligus cerdas.

Menurut Usman Allah SWT terus menguji masyarakat Aceh. ‘Mereka telah menderita lama sejak masa kolonialisasi Belanda, kemudian diuji oleh konflik antara pemerintah dan pemberontak. Dan sekarang Allah SWT mengujinya dengan bencana alam’ urai Usman. ‘Gempa dan badai tsunami adalah ujian dari Allah, agar rakyat Aceh kembali kepada ajaran Islam. Kembali kepada ajaran Islam dapat menghapus segala masalah yang terjadi di propinsi ini.’ Ungkap Usman. Usman mengatakan bahwa PKS telah memberikan bantuan makanan dan peralatan sekolah kepada para pengungsi dan berharap tidak akan ada lagi gerakan separatis di Aceh.

Translated By: Ningsih Original title: Indonesian Islamic Party Reaps Rewards of Goodwill Extensive Relief Work In Aceh Wins Sympathy—and Votes By. Ellen Nakashima The Company Washington Post, http://www.washingtonpost.com/, January 14, 2005.