Sunday, July 24, 2005

Sholat Khusu

Sesuatu hal yang sering kita dengar dan mudah diucapkan, namun sulit untuk dilaksanakan.
Tulisan dibawah, dipetik dari sumber sumber lain. Semoga bisa menyegarkan kembali niat kita untuk menggapai sholat yang khusyu.

Pernahkah kita memikirkan betapa banyak janji dan ikrar yang terucap kala kita sholat?

Dalam shalat kita bertakbir, Allahu Akbar. Pada saat takbir hati kita
akan tergetar apabila kita mengerti arti dari takbir kita, apalagi kita
yakin bahwa ucapan kita tersebut sedang didengarkan Allah.

Kemudian kita membaca ikrar "innashalati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil
alamin.....dst.", merupakan ikrar dihadapan Allah, bagi orang yang bahwa
dia berikrar dihadapanNya maka mengucapkannya pun hati-hati, karena
takut salah dan takut tidak dapat memenuhi ikrar tersebut yang dapat
berakibat kemurkaan dari sisiNya. Karena Allah telah berfirman dalam Al
Quraan surat 61:2 yang artinya sebagai berikut:

2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tidak kamu kerjakan.

Banyak sekali pernyataan/ikrar yang kita ucapkan dalam shalat kita, yang
membawa konsekwensi bagi diri kita, karena setiap ikrar/janji akan
diminta pertanggungan jawabannya

Allah telah menetapkan bahwa hanya orang yang berakal saja yang dapat
memenuhi janjinya. Jadi sebaliknya orang yang tidak dapat memenuhi
janjinya maka termasuk orang yang tidak berakal.

Qs.13:19

19. Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil
pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak
merusak perjanjian.


Di dalam shalat kita mengucapkan "laasyarikallahu ...... ashadu alla
illaha ilallah", kemudian sesudah shalat melupakannya dengan
mempersekutukan Allah dengan mahluk-mahlukNya, misalnya mengikuti hawa
nafsu, mengikuti manusia lain dengan anutan bukan dari Allah,
mengagungkan duniawi, dsb. Maka janjinya gugur, dan dia mendapat
kemurkaan dari sisi Allah.

Qs.6:56
56. Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang
kamu sembah selain Allah". Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti
hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan
tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".

Kemudian, bagaimana cara kita untuk menggapai sholat yang khusyu itu?
Langkah-langkah yang bisa diupayakan untuk menghadirkan khusyu secara garis besar terbagi kepada dua, yaitu: Perbuatan hati dan perbuatan lahir.

Perbuatan hati adalah sebagai berikut:

1. Menyadari bahwa di saat shalat kita sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hasan bin Ali terlihat pucat pasi saat berwudhu. Ketika ditanya penyebabnya, dia menjawab, “Tahukah engkau dengan siapa aku akan berhadapan sesaat lagi?”
2. Memandang bahwa shalat yang dilakukannya merupakan shalat yang terakhir yang sebentar lagi kita akan bertemu dengan Allah dan Dia akan meminta pertanggungjawaban dari kita atas semua ibadah yang kita amalkan.
3. Memahami arti yang dibaca. Hal ini sangat membantu untuk menghindarkan lintasan-lintasan pikiran yang mengintervensi shalat kita.
4. Berusaha mengembalikan perhatian kepada bacaan ketika hati terganggu dengan pikiran-pikiran di luar shalat.

Untuk mencapai semua itu, maka memusatkan perhatian harus dikerjakan dari mulai sebelum shalat, yaitu memutuskan hubungan dengan seluruh urusan yang sedang dihadapi, memperbaharui ingatan akan hari Akhirat dan membayangkan bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Agung.

Adapun perbuatan lahir yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut:

1. Tidak menggerak-gerakan anggota badan di luar shalat kecuali dalam keadaan sangat mendesak, misalnya membunuh binatang yang berbahaya atau mematikan api yang dikhawatirkan menyebabkan kebakaran. Dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kamu berdiri shalat, maka janganlah menghapus pasir dari wajahnya karena ia sedang menghadapi rahmat.” (Hadits riwayat Imam yang lima)
2. Menjauhkan benda-benda yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti gambar dan lain sebagainya. Rasulullah bersabda, “Jauhkanlah tirai ini karena gambarnya menggangguku ketika aku shalat.” (Hadits riwayat Bukhari)
3. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud tidak menoleh ke kiri, ke kanan atau ke atas.
4. Menjauhkan suara-suara yang dapat mengganggu, bahkan jika bacaan Qur’an bisa mengganggu kekhusyuan shalat saudaranya, maka berhentilah. Lalu membacanya lagi jika saudaranya selesai shalat.
5. Berusaha agar suasana fisik merasa nyaman. Jika kenyamanan itu bisa diperoleh dengan mandi terlebih dahulu misalnya, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan.
6. Menghilangkan rasa kantuk saat menjelang shalat. Jika kantuk terlalu berat dan sulit untuk dihilangkan kecuali dengan tidur, maka tidur terlebih dahulu adalah dianjurkan dengan syarat ada jaminan tidak ketinggalan waktu shalat.
7. Menghindarkan diri dari “rayuan” makanan, oleh karena itu orang yang merasa lapar dianjurkan makan terlebih dahulu. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Apabila dihidangkan makanan maka mulailah (Makan dahulu) sebelum shalat maghrib.” (Hadits riwayat Muslim) Di luar semua itu yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa kepada Allah agar kita diberi kekuatan untuk bisa khusyu. Di antar doa yang diajarkan adalah:
“Allahumma inni a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa, wa min Qalbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba’, wa min ‘amalin laa yurfa’, wa min du’aain laa yustajaabu lahu.”
Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari nafsu yang tidak pernah kenyang , dari amal yang tidak diterima, dari dan doa yang tidak dikabulkan”




Dari upaya melaksanakan sholat yg khusyu, akan terlihat pula buahnya.

Ciri-ciri orang-orang yang shalatnya khusyu :
1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apalagi maksiat.
2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian dan penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci, sama saja.
3. Cinta kebersihan. Sebelum shalat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.
4. Tertib dan disiplin, karena shalat telah diatur waktunya.
5. Selalu tenang dan tu'maninah. Tu'maninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
6. Tawadhu dan rendah hati. Tawadhu merupakan akhlaknya Rasulullah.
7. Tercegah dari perbuatan keji dan mungkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.
Inti dalam shalat khusyu yaitu akhlak yang baik, sebagaimana Rasulullah SAW menerima perintah shalat dari Allah SWT. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.

(Disarikan oleh Rika H, cuplikan dari berbagai sumber)

3 komentar:

yusah said...

trims. nasihatnya sngt bagus. boleh di copy kan ?

Anonymous said...

Hariyanto Tl Bawang Lampung...

Kebetulan saya pernah Ikut Ceramah Abu Sangkan di Masjid BI ttg sholat khusu'...

"Ada catatan yang menarik... ketika sholat ternyata kita selama ini kebanyakan kita hanya pakai otak kiri... mengingat syarat-rukun fiwiyah... sementara membagun awarness dalam sholat... itu juga penting.. dan itulah fungsi otak kanan kita...." harus utuh dalam sholat gitu lho.... hati/jiwa, fisik,dan fikiran harus bareng2 sholat......


Hari

Rahmi said...

terima kasih atas ilmunya, bermanfaat bgt..
ilmu saya jg jd bertambah niih :D